FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN SIRIH CINA (PEPEROMIA PELLUCIDA)

  • Nurul Mawaddah Nasution Bachelor of Clinical Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Prima Indonesia, Medan, 20118, Indonesia
  • Astriani Natalia Br Ginting Department of Clinical Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Prima Indonesia, Medan, , 20118 , Indonesia
  • Muhammad Yunus PUI Phyto Degenerative & Lifestyle Medicine, Universitas Prima Indonesia
Kata Kunci: daun sirih cina, Peperomia pellucida, masker gel peel-off, antibakteri, formulasi kosmetik

Abstrak

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan salah satu masalah kulit yang umum terjadi dan sering dikaitkan dengan peningkatan produksi sebum serta kolonisasi bakteri Cutibacterium acnes pada kulit. Daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan sediaan kosmetik berbahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun sirih cina ke dalam sediaan masker gel peel-off serta mengevaluasi karakteristik fisik sediaan yang dihasilkan. Ekstraksi daun sirih cina dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan dalam empat variasi konsentrasi yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6% menggunakan basis gel yang terdiri dari PVA, HPMC, TEA, gliserin, nipagin, nipasol, dan aquadest. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, waktu mengering, dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan yang homogen dengan nilai pH berada pada rentang 5,75–6,20, waktu mengering antara 15–25 menit, serta daya sebar berkisar antara 6,3–6,8 cm. Peningkatan konsentrasi ekstrak mempengaruhi karakteristik organoleptis dan waktu mengering sediaan. Berdasarkan hasil evaluasi fisik, formula dengan konsentrasi ekstrak 4% menunjukkan karakteristik sediaan yang paling baik dibandingkan dengan formula lainnya.

Referensi

Fatha, N., Umar, A., & Mursyid, M. (2023). Formulasi sediaan anti acne masker gel peel-off ekstrak suruhan (Peperomia pellucida). Jurnal Farmasi Higea, 15(2), 100–106.

Ginting, A. N. B., Ginting, C. N., Rusip, G., & Chiuman, L. (2025). Aktivitas antidiabetik nanopartikel ekstrak daun cep-cepan (Castanopsis costata) pada model tikus putih yang diinduksi streptozotocin. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(2), 64–70. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i2.9408

Ginting, A. N. B., Kaban, V. E., Bangar, R. I., & Harahap, D. W. S. (2025).Formulasi dan uji aktivitas antibakteri gel minyak atsiri rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap Propionibacterium acnes.INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 4(1), 75–88.https://doi.org/10.55123/insologi.v4i1.4844

Harefa, H. E. E., Ginting, A. N. B., Meutia, R., & Simanjuntak, N. J. P. (2025).Uji aktivitas ekstrak salam (Syzygium polyanthum) pada diabetes penyakit yang disebabkan dengan tikus putih (Rattus norvegicus).Jurnal Sains Farmasi dan Kesehatan, 3(1),17.https://jurnal.ittc.web.id/index.php/jibs/index

Indra, I., Prawira, Y. A., & Setiawan, F. (2025).Pengembangan dan evaluasi masker gel peel-off Peperomia pellucida L. sebagai agen anti-jerawat.Pharmacoscript, 8(1), 79–95.https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v8i1.2025

Keliat, E. N. Q. P., Yunus, M., & Sembiring, N. B. (2024). Uji efektivitas ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) sebagai penurunan kadar glukosa darah yang diinduksi aloksan terhadap tikus jantan putih (Rattus norvegicus) dan uji antioksidan ekstrak daun sukun. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 7583–7590.

Natalia, A., Karolina, H., Meutia, R., & Lubis, A. A. (2025).Effectiveness of kersen leaf(Muntingia calabura L.) extract on rats as an anti-diabetic agent.In E. Fachrial & S.Suhartomi (Eds.), Proceedings of the 1st International Conference on Lifestyle Diseases and Natural Medicine (ICOLIFEMED 2024) (Advances in Health Sciences Research, Vol. 84, pp. 284–294). Atlantis Press.https://doi.org/10.2991/978-94-6463-664-2_26

Marpaung, C. E. L., Rusip, H. G., & Juli, N. (2024). Formulasi sediaan masker gel dari ekstrak etanol buah labu kuning (Cucurbita moschata Durch). Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 6780–6786.

Nofal, A. M. K., Elhawary, E. E., Ashour, D. S., & Abdel-Latif, A. M. (2025).Terapi cahaya excimer dan gel adapalene/benzoyl peroxide topikal dalam pengobatan jerawat vulgaris. Egyptian Journal of Hospital Medicine, 98, 289–292.https://ejhm.journals.ekb.eg

Permadani, A., Nikmah, H., Halimatussakdiah, H., Mastura, M., & Amna, U. (2024).Skrining fitokimia daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) dari Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.Quimica: Jurnal Kimia Sains dan Terapan, 6(1), 6–12.https://ejurnalunsam.id/index.php/JQ

Purwoko, M. L. Y., Syamsudin, & Simanjuntak, P. (2020).Standardisasi parameter spesifik dan nonspesifik ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) asal Kabupaten Blora.Sainstech Farma, 13(2), 124–129

Raju, T., Shamly, R. A. C., Nasrin, H., Safwan, M., Devanand, P. O., & Prasanth, M. L. (2022). Design, formulation and optimization of peel-off face mask gel for the symptomatic treatment of rosacea. Journal of Pharmaceutical Research Science & Technology, 6(2), 164. https://doi.org/10.31531/jprst.1000164

Razoki., & Lister, I. N. (2025). Aktivitas farmakologi dan potensi bioaktif daun sirih cina (Peperomia pellucida L. (Kunth.)). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 8(3), 2088–2097. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v8i3.1000

Sitanggang, T. K., Yunus, M., & Ginting, A. N. B. (2025). Formulasi dan evaluasi sediaan krim ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.). Jurnal Farmasi dan Klinis Nusantara, 3(2), 75–80. https://doi.org/10.58549/pcjn.v3i02.106

Vasam, M., Korutla, S., & Bohara, R. A. (2023). Acne vulgaris: A review on pathophysiology, treatment, and recent advances based on nanotechnology. Biochemistry and Biophysics Reports, 36, 101578.https://doi.org/10.1016/j.bbrep.2023.101578

Yunus, M., Naldi, J., & Andry, M. (2023). Uji aktivitas diuretik ekstrak etanol daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(3), 1161–1169.

Diterbitkan
2026-03-31