FORMULASI SEDIAAN EMULGEL ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora L.) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA DIABETES
Abstrak
Luka diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang sering disertai infeksi bakteri sehingga dapat memperlambat proses penyembuhan. Pemanfaatan bahan alam sebagai antibakteri topikal menjadi salah satu alternatif yang potensial. Biji kopi robusta (Coffea canephora L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak biji kopi robusta ke dalam sediaan emulgel serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Emulgel diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 20%, 30%, dan 50%, kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi sumuran dengan gel klindamisin sebagai kontrol positif dan basis emulgel sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi robusta mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin. Uji aktivitas antibakteri ekstrak menunjukkan diameter zona hambat berkisar antara 15,09–18,21 mm, sedangkan sediaan emulgel menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 8,03 ± 0,73 mm pada konsentrasi 20%, 10,08 ± 0,34 mm pada konsentrasi 30%, dan 13,08 ± 0,11 mm pada konsentrasi 50%. Formula emulgel konsentrasi 50% menunjukkan aktivitas antibakteri terbaik, meskipun masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak biji kopi robusta berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan emulgel antibakteri topikal.
Referensi
Hidayatullah Jakarta, Jakarta, 2021 Hajimohammadi, K., Makhdoomi, K., Zabihi, R. E., & Parizad, N. (2019). NPWT: A gateway to hope for patients with diabetic foot ulcer. British Journal of Nursing, 28(12), S6–S9.
Ikhtiyarini, T. A., & Sari, A. K. (2022). Efektivitas penggunaan basis gel pada sediaan emulgel. [Nama jurnal belum lengkap], 1(1), 19–25.
M. Yaser, M., Nurdin, M. I., Amri, Bangngalino, H., Angraini, N., & Said, R. U. (2022). Skrining fitokimia senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, steroid, dan terpenoid dari daun Chromolaena odorata L. [Nama jurnal belum lengkap].
Sembiring, N. B., Lubis, A. A., Karo, R. M. B., & Hidayat, A. (2023). Skrining fitokimia komponen bioaktif parem Karo. Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima, 2(2), 32–38.
Sulistyarini, L., Sar, D. A., & Wicaksono, T. A. (2020). Skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder biji kopi robusta. Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, 2(2), 56–62.
Sipayung, S. A., Natalia, A., Meutia, R., & Simanjuntak, N. J. P. (2025). Uji aktivitas antibakteri sediaan gel semprot ekstrak etanol daun sintrong (Crassocephalum crepidioides) terhadap Staphylococcus aureus pada luka infeksi diabetes mellitus. Jurnal Farmasi dan Sains, 1273–1285.
Wang, X., Yuan, C. X., Xu, B., & Yu, Z. (2022). Diabetic foot ulcers: Classification, risk factors and management. World Journal of Diabetes, 13(12), 1049–1065.
Zanzabil, K. Z., & Hossain, S. (2023). Management of diabetes mellitus: A comprehensive review on 37 medicinal plants. [Nama jurnal / penerbit belum lengkap], 186–234.


