EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DISPEPSIA MENGGUNAKAN METODE ATC/DDD DI RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA TAHUN 2022
Abstrak
Dispepsia merupakan penyakit tidak menular yang umum terjadi dan memerlukan tata laksana farmakoterapi sesuai pedoman klinis. Evaluasi penggunaan obat dapat dilakukan menggunakan metode ATC/DDD (Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose) dan DU90% (Drug Utilization 90%) untuk menggambarkan pola peresepan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan obat pada pasien dispepsia di Rumah Sakit Royal Prima Medan tahun 2022 dengan desain deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis 180 pasien periode Januari–Desember 2022. Obat diklasifikasikan berdasarkan sistem ATC WHO 2023 dan dianalisis melalui perhitungan DDD serta metode DU90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat obat yang termasuk dalam segmen DU90% adalah omeprazol (tablet dan injeksi) serta ranitidin (tablet dan injeksi) dengan total kontribusi sebesar 90,4% dari keseluruhan DDD. Pola penggunaan obat didominasi oleh golongan penghambat pompa proton dan antagonis reseptor H₂ yang merupakan terapi utama dalam penatalaksanaan dispepsia berdasarkan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Dispepsia dan Infeksi Helicobacter pylori tahun 2022, sehingga distribusi penggunaan obat yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan kesesuaian dengan rekomendasi terapi nasional.
Referensi
Agustianingsih, P. D. (2023). Analisis penggunaan antibiotik pada pasien dispepsia di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Journal of Nursing & Health, 2013, 1–8.
Andrawes, M., et al. (2025). Proton pump inhibitors (PPIs): An evidence-based review of indications, efficacy, harms, and deprescribing. Medicina, 61(9). https://doi.org/10.3390/medicina61091569
Camilleri, M., & Bharucha, A. E. (2023). Diabetic gastroparesis. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430794/
Dm, M. F., & Permana, D. (2020). Penggunaan obat anti mual dan muntah pada pasien mual dan muntah di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. [Nama Jurnal Tidak Dicantumkan], 1(2), 61–68.
Ford, A. C., et al. (2020). Functional dyspepsia. The Lancet, 396(10263), 1689–1702. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30469-4
Guo, H., et al. (2025). Prevalence and association of functional dyspepsia in elderly patients: A systematic review and meta-analysis. The Aging Male, 28(1). https://doi.org/10.1080/13685538.2025.2511801
Hanifah, S., Melyani, I., & Madalena, L. (2022). Evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD dan DU90% pada pasien rawat inap kelompok staf medik penyakit dalam di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung. Farmaka, 20(1), 21–26.
Lapina, T. L., & Ivashkin, V. T. (2023). Rebamipide during chronic gastritis: H. pylori eradication therapy and restoration of gastric mucosa barrier function. [Nama Jurnal Tidak Dicantumkan], 33(6), 81–86.
Natalia, A., et al. (2025). Antidiabetic activity of Cep-Cepan leaf extract nanoparticles (Castanopsis costata) in streptozotocin-induced white rat models. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(2), 64–70. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i2.9408
Ndun, E. A. (2024). Faktor risiko kejadian dispepsia pada masyarakat usia 15–64 tahun di Kelurahan Oesao wilayah kerja. [Nama Jurnal Tidak Lengkap], 13(1), 37–49. https://doi.org/10.37048/kesehatan.v13i1.299
Purnamasari, L. (2017). Faktor risiko, klasifikasi, dan terapi sindrom dispepsia. Cermin Dunia Kedokteran, 44(12), 870–873.
Sari, K., et al. (2025). Treatment patterns of dyspepsia patients (ICD-10: K30) at outpatient care of X General Hospital. [Nama Jurnal Tidak Dicantumkan], 35–40.
Shibli, F., Kitayama, Y., & Fass, R. (2020). Novel therapies for gastroesophageal reflux disease: Beyond proton pump inhibitors. Current Gastroenterology Reports, 22(4), 16. https://doi.org/10.1007/s11894-020-0753-y
Sidik, A. J. (2024). Diagnosis dan tata laksana dispepsia. Cermin Dunia Kedokteran, 51(3), 140–144. https://doi.org/10.55175/cdk.v51i3.926
Syam, A. F., et al. (2023). Management of dyspepsia and Helicobacter pylori infection: The 2022 Indonesian consensus report. Gut Pathogens, 15, 1–19. https://doi.org/10.1186/s13099-023-00551-2
Sylvia Puspita. (2025). Evaluasi penggunaan obat PPI (proton pump inhibitor) pada pasien rawat inap di RSAU dr. Efram Harsana Lanud Iswahjudi Magetan. Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 4, 220–231.
Twenty, N., et al. (2025). Evaluasi penggunaan obat dan identifikasi drug related problems (DRPs) pada pasien rawat inap diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Royal Prima Marelan. [Nama Jurnal Tidak Dicantumkan], 1, 85–93.
Wirdatus, D., et al. (2024). Medication adherence among drug-resistant tuberculosis (DR-TB) patients at Universitas Indonesia Hospital. Jurnal Respirologi Indonesia, 44(3).
You, S. C., et al. (2023). Ranitidine use and incident cancer in a multinational cohort. JAMA Network Open, 6(9), e2333495. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2023.33495
Zakiyah, W., et al. (2021). Definisi, penyebab, klasifikasi, dan terapi sindrom dispepsia. Jurnal Health Sains, 2(7), 978–985. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i7.230


