REVIEW: KETERSEDIAAN OBAT INDIKATOR DAN DISPARITAS WILAYAH PADA UPTD FARMASI DINAS KESEHATAN DI INDONESIA

  • Dora Dewi Rahmahwati Program Magister,Fakultas Farmasi,Universitas Jendral Achmad Yani, Cimahi, Indonesia.
  • Faizal Hermanto Fakultas Farmasi,Universitas Jendral Achmad Yani, Cimahi, Indonesia
Kata Kunci: Perencanaan, distribusi, ketersediaan, stock out, disparitas

Abstrak

Ketersediaan obat merupakan salah satu indikator utama kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Perencanaan dan distribusi obat yang efektif di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Farmasi Dinas Kesehatan menjadi kunci dalam menjamin akses masyarakat terhadap obat esensial. Review ini bertujuan untuk mengevaluasi perencanaan dan distribusi obat indikator di UPTD Farmasi Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia berdasarkan studi-studi terkini yang telah dipublikasikan. Review naratif dilakukan dengan pencarian sistematis literatur pada database akademik untuk periode 2024-2025. Kriteria inklusi meliputi studi yang mengevaluasi perencanaan, distribusi, dan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan Indonesia. Data diekstraksi mencakup lokasi penelitian, desain studi, ukuran sampel, tingkat ketersediaan obat, akurasi perencanaan, dan tingkat stok kosong. Dari 12 studi yang dianalisis, tingkat ketersediaan obat bervariasi antara 78,5% hingga 95,2% dengan rata-rata 87,5%. Akurasi perencanaan obat berkisar antara 75,2% hingga 98,5%. Tingkat stok kosong (stock out) menunjukkan variasi yang signifikan antara 4,1% hingga 22,1%, dengan rata-rata 13,7%. Studi di Medan dengan implementasi Distribution Requirement Planning menunjukkan hasil terbaik dengan ketersediaan 95,2% dan akurasi perencanaan 98,5%. Wilayah timur Indonesia, seperti Keerom dan Sumba Timur, menunjukkan performa yang lebih rendah dengan ketersediaan di bawah 85%. Terdapat disparitas signifikan dalam perencanaan dan distribusi obat antar wilayah di Indonesia. Implementasi sistem informasi terintegrasi dan metode perencanaan berbasis data seperti Distribution Requirement Planning dapat meningkatkan ketersediaan obat dan mengurangi stok kosong. Diperlukan perhatian khusus pada wilayah terpencil dan timur Indonesia untuk meningkatkan akses obat esensial. 

Referensi

Dinianty SF, Rohendi A, Mulyani K. Analisis Pengelolaan Obat Pada Tahap Distribusi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan 2025;12(3).

Djajanti AD, Rusli R, Febriyanti F, Ugi AT, Kamal SE. Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Bambu Mamuju Berdasarkan Permenkes RI No. 26 Tahun 2020. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar 2025;20(1).

Fatmalika T, Yuwindry I, Mukti YA, Atmaja DS. Evaluasi Ketersediaan Obat di Puskesmas Wilayah Kota Banjarmasin Tahun 2024. SENTRI Jurnal Riset Ilmiah 2025;4(8).

Heriati M, Seftika Sari, Husnawati. Evaluation Of Drug Planning And Procurement At The Health Office Of Kepulauan Meranti Regency. Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja 2025;10(2).

Ismail H, Setyawan F. The Relationship Between Distribution of Pharmacy Locations and The Availability of Pharmaceutical Services In Kediri City. Open Access Heal Sci J 2025;6(2).

Singerin S, Ramatillah DL. Analysis of Drug Management in Relation to Drug Availability and Patient Satisfaction at Community Health Centers in Ambon City. J Clin Med Regen Med 2025:

Sutejo E, Setiadi AP, Wibowo YI, Gondokesumo ME. Literature Review: Analisis Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Mahesa Malahayati Heal Student J 2025;5(4).

Imba F, Wiwin Herdwiani, Tri Wijayanti. Evaluation of the Implementation of Pharmaceutical Service Standards at the Keerom District Health Center, Indonesia. Open Access Indones J Med Rev 2024;4(2).

Nuha SI, Suendri S, Harahap AM. Implementing Distribution Requirement Planning in Medan City Health Department’s Medicine Distribution System. J Comput Networks, Archit High Perform Comput 2024;6(2).

Talalab SC, Jason M. Peranginnangin, Tri Wijayanti. Analysis of the Quality of Pharmaceutical Services at Outpatient Health Centers, East Sumba Regency, Indonesia. Open Access Indones J Med Rev 2024;4(2).

Al Yaqut MA, Satibi S, Iswandi I. Analysis of Drug Management at Tegal City Pharmaceutical Installation. Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmsi (Journal Manag Pharm Pract 2024;14(2).

Yuliasih N, Fatinah Y, Abdulah R, Suwantika AA. Optimizing the role of pharmacists at the primary healthcare centres in Indonesia through an integrated information system. Front Public Heal 2024;12.

Olaniran A, Briggs J, Pradhan A, Bogue E, Schreiber B, Dini HS, et al. Stock-outs of essential medicines among community health workers (CHWs) in low- and middle-income countries (LMICs): a systematic literature review of the extent, reasons, and consequences. Hum Resour Health 2022;20(1).

Romano S, Guerreiro JP, Teixeira Rodrigues A. Drug shortages in community pharmacies: Impact on patients and on the health system. J Am Pharm Assoc 2022;62(3):791-799.e2.

Fitzpatrick A. The impact of public health sector stockouts on private sector prices and access to healthcare: Evidence from the anti-malarial drug market. J Health Econ 2022;81.

Phuong JM, Penm J, Chaar B, Oldfield LD, Moles R. The impacts of medication shortages on patient outcomes: A scoping review. PLoS One 2019;12(3):1-17.

Diterbitkan
2026-03-31