TINJAUAN LITERATUR: ETNOFARMASI DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca formatypica)

  • Asman Sadino Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Kab. Garut 44151 Jawa Barat, Indonesia
  • Faizah Min Fadhlillah Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Kab. Garut 44151 Jawa Barat, Indonesia
  • Dhea Siti Hajar Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Kab. Garut 44151 Jawa Barat, Indonesia
  • Riza Apriani Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Kab. Garut 44151 Jawa Barat, Indonesia
Kata Kunci: etnofarmasi, kulit pisang kapok, Musa paradisiaca, aktivitas farmakologi, obat tradisional

Abstrak

Studi etnofarmasi merupakan pendekatan untuk mengeksplorasi pengetahuan lokal masyarakat dari suku dan etnis tertentu terkait pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Revieu ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan etnofarmasi serta aktivitas farmakologi limbah kulit pisang kepok (Musa paradisiaca formatypica) berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah narrative review melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar dan PubMed terhadap artikel full text yang dipublikasikan pada periode 2011–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi “etnofarmasi”, “Musa paradisiaca”, “kulit pisang kepok”, dan “pharmacological activity of Musa paradisiaca”. Artikel yang disertakan adalah publikasi nasional dan internasional terakreditasi/ber-ISSN yang membahas aspek etnofarmasi dan aktivitas farmakologi kulit pisang kepok, sedangkan artikel yang tidak relevan serta publikasi di bawah tahun 2011 dieksklusikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kulit pisang kepok telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh beberapa etnis di Indonesia, antara lain Dondo, Kaili, Mori, Sasak, dan Banggai. Secara farmakologi, kulit pisang kepok dilaporkan memiliki beberapa aktivitas utama meliputi antidiare, antiinflamasi, penyembuhan luka (luka sayat dan luka bakar), serta aktivitas anti jerawat. Berdasarkan temuan tersebut, limbah kulit pisang kepok memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan obat tradisional berbasis etnofarmasi dan kandidat bahan baku sediaan farmasi pendukung terapi.

Referensi

Adrianto, A., Santoso, J., & Suprasetya, E. (2017). Uji Efektivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Bidara (Ziziphus mauriana Lam.) pada Mencit Jantan (MUs musculus) dengan Induksi Oleum Ricini. Jurnal Permata Indonesia, 8(2), 2086–9185.

Ambarita M., Bayu, Setiado, H. (2015). Identifikasi Karakteristik Morfologi Pisang (Musa spp.) di Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Agroteknologi, 1911–1924.

Anas, & Suharjono. (2012). Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Randu (Ceiba petandra L. Gaern.) pada Mencit Jantan Galur Balb/C. Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim Dan Fakultas Kedokteran Universitas Diponogoro. Semarang.

Depkes, R. (2011). Buletin Data dan Informasi Kesehatan Situasi Diare di Indonesia. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Enein, A., Salama, Z., Gaafar, A., Aly, H., Elella, F., & Ahmed, H. (2016). Identification of phenolic compound from banana peel Musa paradisiaca L as antioxidant and antimicrobial agents. JOCPR, 8(4), 46–55.

Fajrin, M., & Nurlina Ibrahim, A. W. N. (2015). Studi Etnofarmasi Suku Dondo Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah. Galenika Journal of Pharmacy, 1(2), 92–98.

Handi Purnama, Sriwidodo, Mita, & Soraya Ratnawulan (2017). Review Sistematik: Proses Penyembuhan dan Perawatan Luka. Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran. Farmaka, 15(2).

Husnul Jannah, R. (2013). Pengobatan Tradisional Suku Sasak Berbasis Ilmiah di Kabupaten Lombok Barat. Program Studi Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram.Jurnal Ilmiah Biologi “Bioscientist,” 1(2).

Ian Dianto, Syariful Anam, A. K. (2015). Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Pada Suku Kaili Ledo di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Universitas Tadulaku Palu. Galenika Journal of Pharmacy, 1(2), 85–91.

Idris & Nurlina Ibrahim, A. (2018). Studi Tanaman Berkhasiat Obat Suku Mori di Kecamatan Petasia, Petasia Barat, dan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara Sulawesi Tengah. Universitas Tadulako Palu. Biocelebes, 12(1).

Kasrina, & Anis Zulaikha. (2013). Pisang Buah (Musa Spp): Keragaman Dan Etnobotaninya Pada Masyarakat Di Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung.

Maria Theresia, Nona Panti & Otaviana Kartika Putri. (2019). Profil Etnofarmasi Masyarakat Dusun Waewaru, Desa Saga, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang.

Moenadjat, Y. (2003). Luka bakar masalah dan tatalaksana. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.

Nifinluri, C. M. B., Datu, O. S., Potalangi, N. O., & Pareta, D. N. (2019). Uji Aktivitas Anti-inflamasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Kepok Musa balbisiana Terhadap Kaki Tikus Putih Rattus novergicus. Jurnal Biofarmasetikal Tropis, 2(2), 15–22.

Ningsih IY. (2016). Studi Etnofarmasi Penggunaan Tumbuhan Obat Oleh Suku Tengger Di Kabupaten Lumajang Dan Malang, Jawa Timur. Pharmachy, 13(01), 10.

Nur Khairiyah & Syaiful Anam, A. K. (2016). Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Pada Suku Banggai di Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah. Fakultas MIPA Universitas Tadulako, Palu.Galenika Journal of Pharmacy, 2(1), 1–7.

Revita Saputri, Risti Hadiyanti, E.F.S. (2020). Uji Efek Antidiare Infusa Kulit Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca L. formatypica) Terhadap Mencit Jantan Yang Diinduksi Oleum Ricini. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru. Borneo Journal of Phamascientech, 04(01).

Rudiyat, A., Yulianti, R., & Indra. (2020). Formulasi Krim Anti Jerawat Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana colla). Jural Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu Keperaatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 20(2).

Sadino, A., Renggana, H., Qowiyyah, A., Apriani, R., Susanti, R., & Silviani, S. (2024). Antidiarrheal Activity of Kejek Tea Infusion (Camellia sinensis L.) in Swiss Webster Male Mice. Research Journal of Pharmacy and Technology, 17(12), 6091-6097.

Sadino, A., Hamdani, S., Kamila, M. B., & Apriani, R. (2025). Uji Aktivitas Antiinflamasi Fraksi N-Heksan Dan Fraksi Etil Asetat Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) Terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar. Pharma Xplore: Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi, 10(1), 63-77.

Saputri, R., Hadiyanti, R., & Susiani, E.F. (2020). Uji Efek Antidire Infusa Kulit Buah Pisang Kepok(Musa paradisiaca L . formatypical ) Terhadap Mencit Jantan yang Diinduksi Oleum Ricini Antidiarrehal Effect of Pisang Kepok Peel (Musa paradisiaca L . formatypica) Infusion in Male Mice Induced By O. 04(01), 80–89.

Saraswati, F. N. (2015). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Limbah Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa balbisiana) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Staphylococcus epidermis, Staphylococus aureus, dan Propionibacterium acne). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.Jakarta.

Sembiring, B. M. (2020). Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Dari Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) Untuk Penyembuhan Luka Sayat Pada Tikus. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 3(1), 112–121. https://doi.org/10.36656/jpfh.v3i1.361

Sugiarti, Nana., Novia A., E. K. (2017). Identifikasi Dan Analisis Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca Formatypica) Mentah Dengan Metode Spektrofotomettri Uv-Vis. Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin.

Sukmawati, Yuliet, H. R. (2015). Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Pisang Ambon (MUsa paradisiaca L.) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) yang Diinduksi Karagenan. Galenika Journal of Pharmacy, 1(2), 126–132.

Supriyanti, F. M. T., Suanda, H., & Rosdiana, R. (2015). Pemanfaatan Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa bluggoe) Sebagai Sumber Antioksidan Pada Produksi Tahu. In Seminar Nasional Kimia Dan Pendidikan.

Syakri, S. (2019). Uji Farmakologi Sediaan Plester Patch Dari Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata) Untuk Penyembuh Luka Bakar. Jurnal Kesehatan, 12(1). https://doi.org/10.24252/kesehatan.v12i1.7395

Umar, Halim A., Reny S., Asril B., Fadillah., Astuti A., Marwati., L. R. (2016). Determinasi Dan Analisis Finger Print Tanaman Murbei (Morus Alba Lour) Sebagai Bahan Baku Obat Tradisional Dengan Metode Spektroskopi Ft-Ir Dan Kemometrik. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar. Jurnal Ilmiah Farmasi - UNSRAT, 5(1).

Diterbitkan
2026-03-31