EFEKTIVITAS GEL DAUN KIPAHIT (Tithonia diversifolia) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETES PADA TIKUS
Abstrak
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang sering disertai komplikasi luka diabetik akibat gangguan perfusi jaringan, inflamasi berkepanjangan, dan tingginya risiko infeksi, sehingga proses penyembuhan luka berlangsung lebih lambat. Berbagai terapi topikal telah digunakan, namun pemanfaatan bahan alam sebagai agen penyembuhan luka diabetik masih terus dikembangkan. Daun kipahit (Tithonia diversifolia) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas gel ekstrak daun kipahit terhadap penyembuhan luka pada tikus model diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 30 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam enam kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif (basis gel), kontrol positif (octeniline gel), serta kelompok perlakuan gel ekstrak daun kipahit konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70% dan diformulasikan dalam bentuk gel topikal. Parameter yang diamati adalah panjang luka pada hari ke-0, ke-3, ke-7, dan ke-14, kemudian dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun kipahit memberikan pengaruh signifikan terhadap penyembuhan luka mulai hari ke-3 hingga hari ke-14 (p < 0,05). Konsentrasi 10% dan 15% menunjukkan penyembuhan luka yang lebih baik dibandingkan kontrol negatif, sedangkan konsentrasi 15% memberikan hasil paling optimal dengan rerata panjang luka akhir sebesar 0,40 mm pada hari ke-14. Dengan demikian, gel ekstrak daun kipahit berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal untuk mendukung penyembuhan luka pada kondisi diabetes.
Referensi
Budi Raharjo, S., Suratmin, R., Maulidia, D., Pratiwi, O., & Meutia Fidela, R. (2022). Perawatan luka ulkus diabetikum: Tinjauan literatur. Journal Keperawatan, 1(2), 98–104. https://doi.org/10.58774/jourkep.v1i2.15
Furman, B. L. (2015). Streptozotocin-induced diabetic models in mice and rats. Current Protocols in Pharmacology, 70(1), 5–47. https://doi.org/10.1002/0471141755.ph0547s70
Ginting, A. N. B., Ginting, C. N., Rusip, G., & Chiuman, L. (2025). Antidiabetic activity of cep-cepan leaf extract nanoparticles (Castanopsis costata) in streptozotocin-induced white rat models. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(2), 64–70. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i2.9408
International Diabetes Federation. (2013). Five questions on the IDF Diabetes Atlas. Diabetes Research and Clinical Practice, 102(2), 147–148. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2013.10.013
Purba, M. N. B., Meutia, R., & Karo, R. M. B. (2024). Efektivitas gel ekstrak etanol daun insulin (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) sebagai penyembuh luka pada tikus diabetes. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 9889–9898. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i3.32092
Sipayung, S. A., Natalia, A., Meutia, R., & Simanjuntak, N. J. P. (2025). Antibacterial activity test of gel spray preparation of ethanol extract of sintrong (Crassocephalum crepidioides) leaves against Staphylococcus aureus in diabetic wound infections. JPS: Journal of Pharmaceutical and Sciences, 8(2), 1273–1285. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com
Usti, M. O., Fitriyasti, B., & Rafli, R. (2021). Efek ekstrak daun paitan (Tithonia diversifolia) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. BRMJ: Baiturrahmah Medical Journal, 1(2), 1–10.
World Health Organization. (2024). Diabetes. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes
Zhao, H., Huang, J., Li, Y., Lv, X., Zhou, H., Wang, H., Xu, Y., Wang, C., Wang, J., & Liu, Z. (2020). ROS-scavenging hydrogel to promote healing of bacteria-infected diabetic wounds. Biomaterials, 258, Article 120286. https://doi.org/10.1016/j.biomaterials.2020.120286


