TINJAUAN LITERATUR: AKTIVITAS FARMAKOLOGI DAN KANDUNGAN SENYAWA DARI KACANG KEDELAI (Glycine max L.)
Abstrak
Kedelai (Glycine max L.) merupakan pangan fungsional dari kelompok kacang-kacangan yang kaya akan senyawa bioaktif dan berpotensi dalam pencegahan penyakit degeneratif. Review ini bertujuan untuk mengkaji kandungan senyawa aktif utama serta aktivitas farmakologi kedelai berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah narrative review melalui penelusuran literatur pada database Google Scholar dan PubMed terhadap artikel full text yang dipublikasikan pada periode 2010–2025. Artikel yang disertakan adalah penelitian eksperimental in vitro dan in vivo yang membahas kandungan senyawa dan aktivitas farmakologi kedelai, sedangkan artikel review, prosiding, dan publikasi yang tidak relevan dieksklusikan. Dari proses seleksi, diperoleh sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa isoflavon merupakan senyawa dominan pada kedelai yang berperan dalam berbagai aktivitas farmakologi yang dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori utama, yaitu aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, aktivitas metabolik (antidiabetes, antiobesitas, dan antihiperurisemia), serta aktivitas kardiovaskular (antihipertensi dan antikolesterol). Selain itu, kedelai juga menunjukkan potensi sebagai agen pendukung dalam pencegahan kanker dan osteoporosis. Berdasarkan temuan tersebut, kedelai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional dan bahan pendukung terapi dalam pencegahan penyakit degeneratif.
Referensi
Achyadi NS, Taufik Y, & Khairunnisa DI. (2017). Karakteristik fit bar black mulberry. Pas Food Technology Journal, 4(3), 248–254.
Anas Y, Pramesti D, Nisa SW, & Hidayati DN. (2017). Efek ekstrak etanol biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.) sebagai antikolesterol dan antiobesitas pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi MSG serta identifikasi senyawa aktifnya. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi, 1(1), 7–12.
Ariyanti H, & Apriliana E. (2020). Pengaruh fitoestrogen terhadap gejala menopause. Jurnal Ilmu Kesehatan, 5, 1–5.
Dewi R, Anwar E, & YK S. (2014). Uji stabilitas fisik formula krim yang mengandung ekstrak kacang kedelai (Glycine max). Pharmaceutical Sciences Research, 1(3), 194–208. https://doi.org/10.7454/psr.v1i3.3484
Handayani F, Yahya G, Darmawan S, & Fayasari A. (2017). Pengaruh pemberian susu kedelai terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Jurnal Kesehatan, 1(1), 19–27.
Hidayat M, Soeng S, Prahastuti S, Patricia TH, & Yonathan K. (2014). Aktivitas antioksidan dan antitrigliserida ekstrak tunggal kedelai, daun jati Belanda serta kombinasinya. Jurnal Farmasi Indonesia, 16.
Iman R, Usmar, Pujowati E, & Kus H. (2012). Uji efek antiobesitas dari susu kedelai (Glycine max (L.) Merr.) pada tikus (Rattus norvegicus). Jurnal Universitas Hasanuddin Makassar, 1(2), 107–110.
Jeon AJ, Lim TG, Jung SK, et al. (2011). Black soybean (Glycine max cv. Heugmi) seed coat extract suppresses TPA- or UVB-induced COX-2 expression by blocking mitogen-activated protein kinases pathway in mouse skin epithelial cells. Food Science and Biotechnology, 20(6), 1735–1741. https://doi.org/10.1007/s10068-011-0239-7
Khrisna R, Sudjatno HRM, Firmansah A, et al. (2011). Perbandingan pemberian susu kedelai bubuk dan susu kedelai rumah tangga terhadap glukosa darah puasa pada tikus diabetes melitus hasil induksi aloksan monohidrat. Majalah Kedokteran, 43(2), 98–104.
Lee CC, Dudonné S, Dubé P, (2017). Comprehensive phenolic composition analysis and evaluation of Yak-Kong soybean (Glycine max) for the prevention of atherosclerosis. Food Chemistry, 234, 486–493. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2017.05.012
Muammar F, Wahyudin E, & MND. (2017). Identifikasi genistein dan efek isoflavon hasil fermentasi kedelai (Glycine max (L.) Merr.) terhadap proliferasi sel osteoblast in vitro. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Nurfaiziyah A, Novrial D, & Wijayana KA. (2011). Efek pemberian ekstrak tempe kedelai (Glycine max) terhadap ekspresi caspase-3 mencit galur C3H model karsinogenesis payudara. Jurnal Farmasi, 5(2), 269–275.
Nurwahyu D, & Prihatin S. (2016). Pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2. Jurnal Riset Gizi, 4(1), 69–73.
Putri FA, & Hariaji I. (2019). Perbandingan efektivitas pemberian susu kedelai (Glycine max (L.) Merr.) dengan rebusan air daun sirsak (Annona muricata Linn.) dalam menurunkan kadar asam urat pada wanita menopause. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Radiati AR. (2016). Analisis sifat fisik, sifat organoleptik, dan kandungan gizi pada produk tempe dari kacang non-kedelai. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(1). https://doi.org/10.17728/jatp.v5i1.32
Sadino A. (2016). Review: Aktivitas farmakologis, senyawa aktif dan mekanisme kerja rambutan (Nephelium lappaceum L.). Farmaka, 4(3), 1–13.
Sri Aulia, & Prabowo EP. (2018). Uji aktivitas ekstrak etanol tempe kedelai sebagai antikolesterol pada tikus putih jantan galur Wistar beserta skrining fitokimianya. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Tanaka W, Matsuyama H, Yokoyama D, et al. (2020). Daily consumption of black soybean (Glycine max L.) seed coat polyphenols attenuates dyslipidemia in apolipoprotein E-deficient mice. Journal of Functional Foods, 72, 104054. https://doi.org/10.1016/j.jff.2020.104054
Triandita N, & Putri NE. (2019). Peranan kedelai dalam mengendalikan penyakit degeneratif. Jurnal Pangan Fungsional, 1(1), 6–17.
Yulifianti R, Muzaiyanah S, & Utomo JS. (2018). Kedelai sebagai bahan pangan kaya isoflavon. Buletin Palawija, 16(2), 84–93. https://doi.org/10.21082/bulpa.v16n2.2018.p84-93
Zuhrotun A, Hidayati AS, Mustarichie R, & Indriyati W. (2012). Aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi tauco dengan metode DPPH. Majalah Farmasi Indonesia, 23, 209–214.


