ANALISIS EFEK SAMPING JANGKA PANJANG PENGGUNAAN ANTASIDA KALSIUM KARBONAT: NARRATIVE REVIEW

  • Heri Ridwan Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Arvi Aliviani Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Ine Febriyanti Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Levina Nabila Nathania Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Muhammad Gilang Ramadhan Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Nur Oktavia Ramadani Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Syifa Anisa Maharani Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
Kata Kunci: antasida, kalsium karbonat, hiperkalsemia, sindrom susu alkali, efek samping, jangka panjang

Abstrak

Penggunaan antasida kalsium karbonat secara luas dalam swamedikasi sering dianggap aman, namun konsumsi berlebihan dan penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serius yang berdampak pada berbagai sistem tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek samping jangka panjang kalsium karbonat berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menyeleksi artikel-artikel relevan dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar melalui kriteria inklusi dan eksklusi, hingga diperoleh enam artikel utama untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CaCO₃ secara berkepanjangan dapat menyebabkan hiperkalsemia progresif yang berpotensi berkembang menjadi Milk-Alkali Syndrome, yang ditandai oleh hiperkalsemia, alkalosis metabolik, serta gangguan fungsi ginjal. Komplikasi lanjutan yang dilaporkan meliputi nefrolitiasis, pankreatitis akut, gangguan metabolik, serta penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif. Selain itu, CaCO₃ diketahui dapat mengganggu penyerapan berbagai obat melalui mekanisme khelasi dan perubahan pH lambung, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas terapi. Kesimpulannya, penggunaan antasida kalsium karbonat dalam jangka panjang tanpa pemantauan yang memadai dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan, sehingga edukasi dan pengawasan penggunaan antasida sangat diperlukan untuk mencegah toksisitas dan interaksi obat yang merugikan.

Referensi

Cimpeanu, E., Mammadova, A., Valdes Bracamontes, J., & Otterbeck, P. (2020). Antacid-induced acute hypercalcemia: An increasingly common and potentially dangerous occurrence. SAGE Open Medical Case Reports, 8, 4–6. https://doi.org/10.1177/2050313x20921335

Fu’adah, N., & Priyanka, P. (2024). GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTASIDA SECARA SWAMEDIKASI. Pengembangan Ilmu Dan Praktik Keperawatan, 4(1), 9–15.

Garg, V., Narang, P., & Taneja, R. (2022). Antacids revisited: review on contemporary facts and relevance for self-management. Journal of International Medical Research, 50(3). https://doi.org/10.1177/03000605221086457

Gökeş, D., & Arslan, M. (2024). Detecting Drug-Drug Interactions Induced By Antacids Encountered in a Community Pharmacy: an Observational Study. Ankara Universitesi Eczacilik Fakultesi Dergisi, 48(2), 479–485. https://doi.org/10.33483/jfpau.1432068

Kumar, S. S., Yasnain, S., Tanveer, S., & Manivannan, N. (2025). “The Hidden Threat of Antacid Overuse: A Case of Severe, Slow-Burning Hypercalcemia (serum calcium of 22.8 mg/dl).” AACE Endocrinology and Diabetes, xxxx, 0–4. https://doi.org/10.1016/j.aed.2025.09.008

Listina, O., Prasetyo, Y., Solikhati, D. I. K., & Megawati, F. (2021). Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Gastritis di Puskesmas Kaladawa Periode Oktober-Desember 2018. Jurnal Ilmiah Medicamento, 7(2), 129–135. https://doi.org/10.36733/medicamento.v7i2.1911

Maarouf, A., & Jones, S. (2020). Lessons of the month: Over-the-counter antacids causing hypercalcaemia: The emergence of calcium-alkali syndrome. Clinical Medicine, Journal of the Royal College of Physicians of London, 20(4), E129–E130. https://doi.org/10.7861/CLINMED.2020-0208

Marselina. (2023). HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN ANTASIDA RASIONAL DALAM SWAMEDIKASI The Relationship of Knowledge Level on The Behavior of Rational Antasida Use in Swamedication. 5(2). http://ejournal.medistra.ac.id/index.php/JFM

Patel, V., Mehra, D., Ramirez, B., Lindo, A., & Suarez, M. (2021). Milk-Alkali Syndrome as a Cause of Hypercalcemia in a Gentleman With Acute Kidney Injury and Excessive Antacid Intake. Cureus, 13(2), 10–12. https://doi.org/10.7759/cureus.13056

Putra, G. D. E., Lestari, A., Firlyani, R. D., Fauzan, M. F., Annafisa, T., Bawazier, N. A., Amine, R. N., Wardani, I. W., Munasir, P., Azura, D., Permatasari, A., & Sari, F. P. (2019). Pengetahuan Mahasiswa Di Surabaya Terhadap Penggunaan Antasida. Jurnal Farmasi Komunitas, 4(2), 50–55.

Seth, S., Kairatis, L., & Castelino, R. L. (2023). Forgotten but not gone: calcium-alkali syndrome. Journal of Pharmacy Practice and Research, 53(5), 268–270. https://doi.org/10.1002/jppr.1873

Vassallo, P., Green, N., & Courtney, E. (2019). Hypercalcemia secondary to Excessive self-medication with antacids causing acute pancreatitis: A case report. Croatian Medical Journal, 60(1), 42–45. https://doi.org/10.3325/cmj.2019.60.42

Diterbitkan
2025-12-28