HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS TELAGA MURNI, CIKARANG

  • Hanifah Ikka Salamah Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
  • Masita Sari Dewi Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
  • Nuzul Gyanata Adiwisastra Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
  • Marselina Marselina Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
Kata Kunci: Tuberkulosis, pengetahuan, kepatuhan, resistensi, antibiotik

Abstrak

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka keberhasilan pengobatan yang belum mencapai target nasional, salah satunya dipengaruhi oleh faktor perilaku pasien. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat berperan dalam menentukan keberhasilan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien dengan keberhasilan pengobatan Tuberkulosis di Puskesmas Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 pasien TB Paru dewasa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), serta penelusuran rekam medis untuk menilai keberhasilan pengobatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian terdapat 80 responden dengan jenis kelamin perempuan 47 responden (58,7%), berusia 17–25 tahun 28 responden (35%), berpendidikan SMA 40 responden (50%), dan tidak bekerja 41 responden (51,2%). Sebanyak 47 responden (58,8%) memiliki pendampingan PMO, 47 responden (58,7%) berada pada fase lanjutan, dan 78 responden (97,5%) termasuk kategori pengobatan I. Tingkat pengetahuan tergolong baik pada 72 responden (90%), kepatuhan rendah pada 68 responden (85%), dan keberhasilan pengobatan menunjukkan 10 responden (12,5%) dinyatakan sembuh. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan keberhasilan pengobatan (p = 0,827), dan kepatuhan dengan keberhasilan pengobatan (p = 0,365). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap keberhasilan pengobatan Tuberkulosis

Referensi

Ahdiyah, N. N., Andriani, M., & Andriani, L. (2022). Tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien TB paru dewasa di Puskesmas Putri Ayu. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 3(1).

Dewi, M. S., Alaidarahman, N., & Oktaviona, N. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Bekasi. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 7(3), 313–323.

Dewi, N. P. A. N., & Susilawati, N. M. (2024). Hubungan pekerjaan dan pendidikan dengan kejadian TB paru di Kota Kupang. Jurnal Inovasi Kesehatan Global, 4(1), 139–148.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2024). Kasus penyakit menurut kabupaten/kota dan jenis penyakit di Provinsi Jawa Barat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023.

Kusmiyani, O. T., Hermanto, & Rosela, K. (2024). Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TB paru di Puskesmas Samuda dan Bapinang Kotawaringin Timur. Jurnal Surya Medika, 10(1), 139–151.

Mellyana, V., Nurinda, E., Fauzi, R., & Indrayana, S. (2022). Hubungan pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Binangun Cilacap. Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal, 5(2), 1–7.

Meyrisca, M., Susanti, R., & Nurmainah. (2022). Hubungan kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis dengan keberhasilan pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Sungai Betung Bengkayang. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 3(2), 277–282.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Pulumulo, S., Febriyona, R., & Syamsuddin, F. (2023). Pengaruh pengetahuan terhadap keberhasilan pengobatan pada tuberkulosis di Wilayah Puskesmas Telaga Biru. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 6596–6605.

World Health Organization. (2024). Global Tuberculosis Report 2024.

Yuniyarti, L., Pratiwi, M., Syamsuri, E., & Putri, D. K. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pringsewu. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(5.B), 106–119.

Diterbitkan
2025-12-28