HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI DENGAN RISIKO KARDIOVASKULAR PADA PASIEN HIPERTENSI PUSKESMAS TELAGA MURNI

  • Destya Antarini Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
  • Marselina Marselina Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
  • Nuzul Gyanata Adiwisastra Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
  • Ninik Suparmi Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan, MARS-5, MPR, Kardiovaskular

Abstrak

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang prevalensinya terus meningkat di masyarakat. Kepatuhan terhadap terapi antihipertensi berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular. Namun, bukti mengenai hubungan antara kepatuhan pasien dan risiko kardiovaskular masih belum konsisten, khususnya di layanan primer seperti Puskesmas. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Telaga Murni – Cikarang karena hipertensi termasuk dalam 10 besar penyakit terbanyak di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan terhadap terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 85 pasien hipertensi yang dipilih secara purposive. Kepatuhan diukur menggunakan instrumen Medication Adherence Report Scale (MARS-5) dan Medication Possession Ratio (MPR), sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan ASCVD Risk Estimator. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, uji linearitas, dan perhitungan Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien tergolong patuh (MARS-5 = 91,8%; MPR = 72,9%) dan memiliki risiko kardiovaskular rendah (52,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan risiko kardiovaskular baik berdasarkan MARS-5 (p=0,041) maupun MPR (p=0,049). Namun, hubungan linier hanya ditemukan pada MARS-5 (p=0,012). Pasien yang patuh memiliki peluang lebih besar untuk memiliki risiko kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan pasien yang tidak patuh. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap terapi antihipertensi berhubungan dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan pemantauan rutin untuk menjaga kepatuhan pasien guna mencegah peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Referensi

Abdullah, F., Harahap, D., & Putri, A. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien hipertensi di layanan primer Indonesia. Jurnal Farmasi Klinis Indonesia, 10(2), 150–158.

AlGhurair, S. A., Hughes, C. A., Simpson, S. H., & Guirguis, L. M. (2012). A systematic review of patient self-reported barriers of adherence to antihypertensive medications using the World Health Organization Multidimensional Adherence Model. Journal of Clinical Hypertension, 14(12), 877-886.

Aman, A. M., Soewondo, P., Soelistijo, S. A., Arsana, P. M., Wismandari, Zufry, H., & Rosandi, R. (2019). Pedoman pengelolaan dislipidemia di Indonesia 2019. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, 1–65.

Andini, N. Z., Marselina, M. S. D., & Prakoso, A. D. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menggunakan obat hipertensi di Puskesmas Cikarang. Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences, 3(1), 239–246. https://publikasi.medikasuherman.ac.id/index.php/cmj

Arwinda, N., Rahmawati, D., & Supriyadi, A. (2024). Medication adherence and cardiovascular risk among hypertensive patients in primary care: A cross-sectional analysis. Journal of Primary Health, 12(2), 55–63.

Cahyani, R., & Widyastuti, S. (2022). Hubungan kepatuhan minum obat dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), 201–210.

DiMatteo, M.R. (2004). Social Support and Patient Adherence to Medical Treatment.

Goldberger, Z.D., Hahn, E.J., et al. (2019). 2019 ACC/AHA Guideline on the Primary Prevention of Cardiovascular Disease. Journal of the American College of Cardiology, 74(10), e177–e232.

DiMatteo, M.R. (2004). Social Support and Patient Adherence to Medical Treatment.

Goldberger, Z.D., Hahn, E.J., et al. (2019). 2019 ACC/AHA Guideline on the Primary Prevention of Cardiovascular Disease. Journal of the American College of Cardiology, 74(10), e177–e232.

Jin, J., et al. (2008). Factors affecting therapeutic compliance.

Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia.

Krousel-Wood, M., Thomas, S., Muntner, P., & Morisky, D. (2015). Medication Adherence: A Key Factor in Achieving Blood Pressure Control and Good Clinical Outcomes in Hypertensive Patients. Current Opinion in Cardiology, 25(4), 311–315.

Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar.

Sofyan, O., Wijaya, A., Azzahra, F., Rissa, M. M., Yulianto, D., & Sa’adah, H. (2022). Penyuluhan Pencegahan Hipertensi Dengan Cerdik. Jurnal Bakti Untuk Negeri, 2(2), 140–143. https://ejurnal.stikesisfi.ac.id/index.php/JBN/article/view/1293

Suprayitno, E, Purnomo, J. D. T., Sutikno, S., & Indriyani, R. (2020). Health education in principle of community affected teenagaer’s smooking attitude and habitual in the coastal area of madura island indonesia. International Journal of Psychosocial Rehabilitation, 24(10), 1492– 1502.

Vrijens, B., et al. (2012). A new taxonomy for describing and defining adherence to medications.

WHO. (2023). Global Report on Hypertension.

Diterbitkan
2025-12-28