HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN KEPATUHAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD KARAWANG

  • Maya Arfania Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Indonesia
  • Eni Nuraeni Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Indonesia
  • Dedy Frianto Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Indonesia
  • Andi Nurzakiah Amal Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Indonesia
  • Widya Fatmala Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Indonesiaq
  • Evi Riszka Nurhapit Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Indonesiaq
  • Ali Alfarizzy Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Indonesiaq
Keywords: Compliance, Self-Efficacy, Hypertension, Karawang

Abstract

Medication adherence can affect patient health, one of the factors that can influence medication adherence in patients is self-efficacy. Self-efficacy has a positive relationship, so it is very important for hypertensive patients to maintain their treatment. Self-efficacy is very important for hypertensive patients during their treatment because it has a positive relationship. This study aims to determine how the influence of self-efficacy on medication adherence in hypertensive patients at Karawang Regional Hospital using a cross-sectional method based on a questionnaire (Medication Adherence Rating Scale). The questionnaire data (Medication Adherence Rating Scale) medication adherence and self-efficacy were analyzed using the chi-square test method which can determine the influence and relationship between medication adherence and self-efficacy. Based on the research that has been done, self-efficacy in hypertensive patients at Karawang Regional Hospital with a good self-efficacy level of 72.8%, with compliant compliance of 63.7% and non-compliant patients of 36.3%. There is no significant relationship between self-efficacy and adherence in hypertensive patients at Karawang Regional Hospital.

References

Adefolalu A, Nkosi Z, Olorunju S, and Masemola P. Self-efficacy, medication beliefs and adherence to antiretroviral therapy by patients attending a health facility in Pretoria. South African Family Practice. 2014: 6(5); h 281–285.

Anggreani F, Untari EK, dan Yuswar MA. Gambaran Keyakinan Diri (Self Efficacy) Pada Pasien Lansia Yang Menggunakan Antihipertensi Di Kota Pontianak Tahun 2020. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Untan. 2021: 5(1); h 89-99.

Ambaw AD, Alemie GA, W/Yohannes SM, Mengesha ZB. Adherence to antihypertensive treatment and associated factors among patients on follow up at University of Gondar Hospital, Northwest Ethiopia. BMC Public Health. 2012: 12; h 282

Chasanah SU, dan Sugiman SS. Hubungan Aktifitas Fisik Dengan Derajat Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Berbah Sleman Yogyakarta. An-Nadaa Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2022: 9(2); h 119.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Profil Kesehatan Jawa Barat Tahun 2022, Dinkes Jabar. Bandung : Dinas Kesehatan Jawa Barat. 2023.

Ellia A, Yafet PP. Hubungan Self Efficacy Dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan Hipertensi Di Puskesmas Bareng Kota Malang. Jurnal Keperawatan Malang (JPM). 2018: 3(1); h 39-44.

Kara, S. General Self-Efficacy And Hypertension Treatment Adherence In Algerian Private Clinical Settings. J Public Helath Afr. 2022: 13(3); h 35-57.

Kendu, Y.M., Abdul, Q., dan Frengki, A. Hubungan Self-Efficacy Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi. Media Husada Journal of Nursing Science. 2021: 2(1); h 269-276.

Kusuma VM, Tinungki YL, dan Putri DD. Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Di Puskesmaas Rawalele Kabupaten Subang. Medic Nutricia jurnal ilmu kesehatan, 2024: 5(2); h 25-31.

Listiana D, Effendi S, dan Saputra YE. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Penderita Hipertensi Dalam Menjalani Pengobatan Di Puskesmas Karang Dapo Kabupaten Muratara. Journal of Nursing and Public Health. 202: 8(1); h 76-94.

Martos-Méndez M, and José. Self-efficacy and adherence to treatment: the mediating effects of social support. 2016: 7:19; h 29.

Maulidah K, Neni N, dan Maywati S. Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Dukungan Keluarga Dengan Upaya Pengendalian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Cikampek Kabupaten Karawang. Jurnal Kesehatan komunitas Indonesia. 2022: 18(2); h 214-225.

Pujasari A, Setyawan H, dan Udiyono A. Faktor-Faktor Internal Ketidakpatuhan Pengobatan Hipertensi Di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015: 3(3); h 245-258.

Rayanti RE, Kristiawan PAN, dan Shendy LM. Health Belief Model dan Management Hipertensi Pada Penderita Hipertensi Primer di Papua. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah. 2021: 6(1); h 79-86.

Rosaline MD, dan Rahmah NA. Hubungan Health Belief Dan Health Literacy Dengan Kepatuhan Pengobatan Pada Penderita Hipertensi. Mahesa : Malahayati Health Student Journal. 2023: 3(3); 572-585.

Wagiyanti, Na’imatul RF, dan Arti WU. Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Anggota Posyandu Lansia Bina Bahagia Di Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB). 2024: 5(2); h 145-238.

Weber MA, Schiffrin EL, White WB, Mann S, and Harrap SB. Clinical practice guidelines for the management of hypertension in the community a statement by the American Society of Hyper tension and the International Society of hyper tension. The Journal of Clinical Hypertension. 2014: 16(1); h 14–26.

Yulianti T, dan Anggraini L. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan di RSUD Sukoharjo. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia. 2020: 17(2); h 178-214.

Published
2025-12-28