Annisa Indah Pratiwi PENGENDALIAN KUALITAS PADA PROSES PENERIMAAN BARANG UNTUK MENURUNKAN DEFECT PRODUCT DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA (Studi Kasus di Perusahaan Jasa Pergudangan dan Logistik Propinsi Jawa Barat)

PENGENDALIAN KUALITAS PADA PROSES PENERIMAAN BARANG UNTUK MENURUNKAN DEFECT PRODUCT DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA

  • Annisa Indah Pratiwi Teknik Industri

Abstract

Kemajuan teknologi yang didorong oleh revolusi industri 4.0 berdampak pada kemajuan suatu bisnis global termasuk di Indonesia. Salah satu perusahaan yang bedampak yaitu Perusahaan Logistik. Dalam penelitian ini dilakukan pada Perusahaan logistik merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pergudangan dan logistik atau 3PL (third party logistic service providers). Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data dengan pendekatan konsep Six Sigma DMAIC dan metode Fault Tree Analysis serta Failure Mode and Effect Analysis maka diketahui bahwa terdapat lima jenis produk dengan jumlah defect tertinggi selama periode enam bulan terakhir yaitu produk ER180, IA195, IA120, SL235 dan IA220. Dengan menggunakan diagram pareto, diketahui produk ER180 merupakan produk yang mempunyai persentase defect tertinggi diantara produk lain yaitu sebanyak 52%. Hasil pengolahan perhitungan DPMO dan sigma diperoleh rata-rata nilai DPMO sebesar 185,68538 kegagalan per satu juta dan level sigmanya sekitar 5,06 dengan tingkat COPQ sebesar 5-15% dari total pendapatan. Berdasarkan analisis data menggunakan Failure Mode and Effect Analysis terdapat enam jenis cacat produk yaitu kemasan penyok, karton luar rusak, produk bocor, produk busuk, dimensi produk tidak sesuai dan kemasan polos. Selain itu penyebab utama terjadinya produk defect berdasarkan akumulasi nilai RPN yaitu faktor operator MHE yang tidak hati-hati, penggunaan pallet kayu yang rusak dan kurangnya pencahayaan di area kerja. Berdasarkan analisis menggunakan FTA dan FMEA maka ada beberapa usulan perbaikan kualitas yang dapat dilakukan oleh pihak perusahaan, diantaranya mengadakan pelatihan dan training agar pengetahuan dan skill karyawan meningkat, pemilihan palet yang sesuai standar sebelum digunakan dan penambahan lampu pencahayaan pada area kerja.

 

Kata kunci: Kualitas, Gudang, Six sigma, FTA, FMEA

Published
2021-03-16