STUDI IMPLEMENTASI KONSEP HALAL SUPPLY CHAIN PADA PASOKAN DAGING AYAM DI PASAR BARU KARAWANG

  • Afif Hakim

Abstract

Salah satu produk yang dekat dengan masyarakat dan selalu diminati untuk dikonsumsi adalah daging ayam. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mengkaji mengenai kehalalan daging ayam curah dalam serangkain proses suplly chain-nya dari hulu ke hilir. Penelitian ini mengambil objek yaitu daging ayam yang dijual di Pasar Baru Karawang. Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah ketiga pemasok daging ayam ke pasar baru karawang secara umum berdasarkan observasi secara langsung di lapangan sudah memenuhi syarat syar’i mengenai kehalalan daging ayam dan sampai kepada konsumen akhir tidak terkontaminasi dengan barang haram/najis. Akan tetapi tetap masih diperlukan penyempurnaan sebagai yaitu perlu dipastikan kembali kehalalan bahan dari makanan, minuman, vaksin, dan vitamin yang digunakan, perlu adanya pemastian menghadap kiblat, perlu adanya pemastian bahwa ayam yang disembelih sudah betul-betul mati sebelum proses selanjutnya atau minimal menunggu 3 menit.

Risiko yang dapat terjadi dikelompokkan menjadi resiko rendah, resiko sedang dan resiko tinggi. Risiko rendah yaitu daging ayam tercampur dengan bahan najis/haram dan timbangan tidak sesuai. Resiko sedang yaitu penyembelihan tidak menghadap kiblat. Sedangkan resiko tinggi yaitu ayam belum benar-benar mati karena berhubungan langsung dengan kehalalan daging ayam. Hal ini pula yang jarang disadari oleh para pemasok daging ayam mereka kebanyakan tidak memastikan benar-benar mati atau tidak menunggu setidaknya 3 menit. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi, standarisasi, serta kalibrasi timbangan.

Kata kunci  :   supply chain,  kehalalan, haram, Pasar Baru Karawang

One of the products that are close to the community and always in demand for consumption is chicken. Therefore, it is necessary to study the halal chicken meat in the supply chain process from upstream to downstream. This research took the object, namely chicken meat sold in Pasar Baru Karawang. The conclusions that can be drawn from this study are that the three suppliers of chicken meat to the Karawang new market in general, based on direct observations in the field, have met the syar'i requirements regarding the halalness of chicken meat and until the end consumers are not contaminated with haram / najis goods. However, improvements are still needed as it is necessary to re-confirm the halalness of the ingredients of the food, drinks, vaccines, and vitamins used, it is necessary to ensure facing the Qibla, it is necessary to ensure that the slaughtered chickens have really died before the next process or at least wait 3 minute.

The risks that can occur are grouped into low risk, medium risk and high risk. Low risk, namely the chicken meat is mixed with unclean / haram ingredients and the scale is not suitable. The risk is moderate, namely the slaughter does not face the Qibla. Meanwhile, the high risk is that the chicken has not really died because it is directly related to the halal meat of the chicken. It is also something that is rarely realized by most of their chicken meat suppliers who do not ensure that they are really dead or do not wait at least 3 minutes. Therefore, it takes education, standardization, and scale calibration.

 Keyword : supply chain,  halal, haram, Pasar Baru Karawang (traditional market)

Published
2021-05-01
Section
Articles