Algoritma Certainty Factor Untuk Diagnosa Penyakit Depresi Pada Remaja
Abstract
Depresi salah satu penyakit gangguan yang terjadi pada mental dan perasaan yang ditandai dengan gejala kecemasan, kesedihan, dan pesimistis. Sebagian orang tidak menyadari bahwa depresi termasuk penyakit yang berbahaya dan jika tidak segara diatasi akan terjadi depresi berat yang menyebabkan keinginan untuk bunuh diri. Penyebab depresi belum diketahui secara pasti namun sudah ditemukan beberapa faktor penyebanya, salah satunya yaitu faktor usia. Faktor usia menjelaskan bahwa usia remaja lebih rentan terkena penyakit depresi karena pada usia remaja dipenuhi dengan permasalahan dan tekanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibuatlah solusi untuk mendiagnosa penyakit depresi pada remaja menggunakan algoritma certainty factor. Penelitian ini menggunakan algotima certainty factor karena memiliki nilai akurasi yang besar serta untuk mengakomodasi ketidakpastian seorang pakar yang seringkali menganalisis suatu informasi yang ada dengan ungkapan ketidakpastian. Hasil dari penelitian ini diperoleh 21 gejala depresi dan 3 penyakit depresi. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, diagnosa penyakit depresi pada remaja menggunakan algoritma certainty factor memiliki nilai akurasi sebesar 76% dari 30 data uji.
References
[2] R. Harrington, “Depression, Suicide And Deliberate Self-harm In Adolescence,” Br. Med. Bull., vol. 57, pp. 47– 60, 2001, doi: 10.1093/bmb/57.1.47.
[3] A. Nurabsharina, and K. Rifki., “Aplikasi Sistem Pakar Diangnosis Tingkat Depresi,” vol. 25, no. 1, pp. 76–85.
[4] N. Kurniati, H. Mubarok, and A. Reinaldi, “Rancang Bangun Sistem Pakar Diagnosa tingkat Depresi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto(Studi Kasus : Universitas Siliwangi),” J. Online Inform., vol. 2, no. 1, p. 49, 2017, doi: 10.15575/join.v2i1.87.
[5] W. Edi, and J. Sasmita, “Implementasi Sistem Pakar Untuk Mendiagnonsa Tingkat Depresi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Dengan Metode Certainty Factor,” Energies, vol. 6, no. 1, pp. 1–8, 2018.
[6] H. Aji, T. Furqon, and W. Widodo, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ibu Hamil Menggunakan Metode Certainty Factor ( CF ),” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 3, no. 5, pp. 2127–2134, 2018, [Online]. Available: http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/1556.
[7] S. Arief and N. Amin, “Sistem Pakar Diagnosa Tingkat Kecanduan Online Game Mahasiswa Teknik Informatika Politeknik Negeri Malang Dengan Metode Certainty Factor,” Semin. Inform. Apl. Polinema 2020, no. 2460–1160, pp. 2–7, 2020.
[8] S. Nugraha, “Sistem Pakar Diagnosis Gizi Pada Balita Menggunakan Metode Certainty Factor Dengan Mesin Inferensi Forward Chaining Berbasis Website,” JATI (Jurnal Mhs. Tek. Inform., vol. 2, no. 1, pp. 167–175, 2018, [Online]. Available: https://ejournal.itn.ac.id/index.php/jati/article/view/1264.
[9] N. Muhammad Imam, W. Deden, K. Dwi Sulistya, and I. Jamaludin, “Algoritma Certainty Factor Untuk Diagnosa Hama Dan Penyakit Tanaman Cabai Rawit,” no. Ciastech, pp. 709–716, 2020.