Implementasi Metode Case Based Reasoning Pada Penyakit Kucing Himalaya

  • Aldi Balkar
  • Ahmad Fauzi
  • Deden Wahiddin
Keywords: — Case Based Reasoning, Penyakit kucing Himalaya, Sistem Pakar.

Abstract

Penyakit kucing merupakan penyakit paling sering terdapat di kehidupan masyarakat sehari – hari karena kucing
sudah menjadi salah satu jenis hewan yang dipelihara masyarakat. Salah satu jenis kucing yang dipelihara
masyarakat adalah Kucing Himalaya. Ras kucing Himalaya merupakan kucing ras yang sudah banyak masyarakat
pelihara, dalam satu bulan pemilik yang membawa hewan peliharaannya itu untuk berkonsultasi dan berobat bisa
mencapai 10 kucing jenis Himalaya di klinik hewan Alaska Karawang. Oleh sebab itu, akan sangat beresiko jika
membiarkan penyakit kucing Himalaya karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan manusia dan
menimbulkan kematian kepada hewan peliharaan jika tidak diatasi. Kurangnya pakar hewan maupun klinik
menjadi masalah masyarakat yang memiliki hewan peliharaan. Maka dibutuhkan imlementasi yang dapat
membantu memindahkan pengetahuan dari seorang pakar ke dalam basis pengetahuan. Penelitian ini penulis
menggunakan metode Case Based Reasoning digunakan untuk pendekatan kecerdasan tiruan yang mentitik
beratkan suatu masalah yang berdasarkan pengetahuan dari kasus sebelumnya. ini memiliki 30 gejala dan 8
penyakit serta dapat mendiagnosa penyakit kucing Himalaya berdasarkan pengujian pakar dengan tingkat
keakurasian sistem 83% dari 12 data uji.

References

[1] A. Hanif and T. Dharmawan, “Catstrate : Solusi Menekan Ledakan Populasi Kucing Lokal,” no.
October, pp. 0–3, 2017.
[2] S. W. Affandi, T. R. Ferasyi, N. Nurliana, Z. H. Manaf, S. Sulasmi, and R. Razali, “AKURASI
PERKIRAAN POPULASI ANJING LIAR SEBAGAI RISIKO HEWAN PENULAR RABIES
DI EMPAT KECAMATAN KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN SOFTWARE APSP
(The Estimation Accuracy of Stray Dogs Population as a Risk of Rabies Transmission in Four
Sub-District of Banda Aceh Using APSP Software),” J. Med. Vet., vol. 9, no. 2, pp. 131–134,
2016.
[3] N. Kurniati, Y. Yanitasari, D. A. Lantana, I. S. Karima, and E. R. Susanto, “Sistem Pakar Untuk
Mendiagnosa Penyakit Kulit Pada Kucing Menggunakan Certainty Factor,” Ilk. J. Ilm., vol. 9, no.
1, p. 34, 2017.
[4] F. Akmal and S. Winiarti, “Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Herpes Berbasis Web,”
J. Sarj. Tek. Inform., vol. 2, no. 1, pp. 1–13, 2014.
[5] T. R. Maulidia, T. Rismawan, and S. Bahri, “Membuat Sistem Pakar Jauh Lebih Besar Dari Pada
Pembuatan Sistem Biasa . Pakar Digunakan Untuk Memecahkan Masalah Yang Memang Sulit
Untuk Dipecahkan Dengan Pemrograman Biasa , Mengingat Biaya Yang Diperlukan Untuk,”
Coding J. Komput. dan Apl. Untan, vol. 05, no. 03, 2017.
[6] M. MINARNI, I. WARMAN, and Y. YUHENDRA, “Implementasi Case-Based Reasoning
Sebagai Metode Inferensi Pada Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Tanaman Jagung,” J. Teknoif,
vol. 6, no. 1, pp. 1–7, 2018.
[7] W. D. W. I. LESTARI, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kucing Anggora Menggunakan Metode
Dempster Shafer,” Pros. Semin. Ilmu Komput. dan Teknol. Inf. ISSN 2540 – 7902 Vol., vol. 1, no.
1, pp. 113–119, 2016.
[8] “Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Lambung Dengan Implementasi Metode Cbr (CaseBased Reasoning) Berbasis Web,” J. Sarj. Tek. Inform., vol. 2, no. 1, pp. 119–129, 2014.
[9] Mustakim and G. Oktaviani F, “Algoritma K-Nearest Neighbor Classification Sebagai Sistem
Prediksi Predikat Prestasi Mahasiswa,” vol. 13, no. 2, pp. 195–202, 2016.
[10] S. Kusumadewi, “teknik-dan-aplikasi-AI,” p. 335, 2003.
[11] A. A. S. Nugraha, N. Hidayat, and L. Fanani, “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Kucing
Menggunakan Metode Naive Bayes - Certainty Factor Berbasis Android,” J. Pengemb. Teknol.
Inf. dan Ilmu Komput., vol. 2, no. 2, pp. 650–658, 2018.
Published
2020-01-01