Diagnosa Penyakit Gangguan Jiwa Menggunakan Metode Certainty Factor

  • Efendi
  • Ahmad Fauzi
  • Dwi Sulistya Kusumaningrum
Keywords: Certainty Factor, Kesehatan, Penyakit Gangguan Jiwa

Abstract

Kesehatan jiwa adalah salah satu penyakit yang signifikan di dunia, termasuk Indonesia. Namun masyarakat masih
kurang memahami dalam mendiagnosa penyakit gangguan jiwa. Terkadang, seseorang tidak menyadari bahwa
dirinya mengidap suatu gejala gangguan jiwa. Jika masalah kesehatan jiwa terlambat ditangani atau bahkan tidak
ditangani, akan berdampak negatif seperti melukai diri sendiri, orang lain, bahkan menjadi penyebab untuk
melakukan bunuh diri. Tujuan dari komputasi ini adalah untuk mendiagnosa penyakit gangguan jiwa sesuai gejala
yang ada pada basis pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode certainty factor yaitu metode yang
mangakomodasi ketidakpastian seorang pakar yang seringkali menganalisis informasi yang ada dengan ungkapan
ketidakpastian. Komputasi diagnosa penyakit gangguan jiwa dapat membantu masyarakat dalam memahami kondisi
kejiwaannya sendiri tanpa bertemu seorang psikiater terlebih dahulu yang didalamnya terdapat 63 gejala dan 16
penyakit. Berdasarkan pengujian oleh pakar, diagnosa penyakit gangguan jiwa menggunakan metode certainty
factor ini memilikitingkat akurasi diagnosa penyakit gangguan jiwa dengan presentase 100% dari 30 data uji.

References

[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 54 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Pemasungan Pada Orang Dengan Gangguan
Jiwa,” 2017.
[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Peran Keluarga Dukung Kesehatan Jiwa
Masyarakat,” 2016. [Online]. Available:
http://www.depkes.go.id/article/print/16100700005/peran-keluarga-dukung-kesehatan-jiwamasyarakat.html. [Accessed: 30-Jul-2019].
[3] J. P. V. H. P. D. Putrisetiani, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Jantung Menggunakan Metode
Certainty Factor Berbasis Web,” J. Manaj. Inform., vol. 5, no. 1, pp. 54–61, 2016.
[4] L. Septiana, “Perancangan Sistem Pakar Diagnosa ISPA dengan Metode Certainty Factor
Berbasis Android,” JImp, vol. 2, no. ISSN : 2503-1945, pp. 111–139, 2016.
[5] Taufiq and S. Natarsyah, “Implementasi Cartainty Factor Dalam Sistem Pakar Untuk Melakukan
Diagnosa Dan Terapi Penyakit Gangguan Jiwa,” vol. 5, pp. 1205–1214, 2016.
[6] I. K. Asnawati, “Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Pangkat Karyawan Perseroan Terbatas
Pelayaran Kumafa Lagun Marina Bengkulu,” J. Media Infotama, vol. Vol.8, No., no. 1, pp. 118–
13, 2012.
[7] T. N. Oktavia, D. H. Satyareni, and E. N. Janah, “Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk
Mendiagnosis Gangguan Kepribadian Histerik Menggunakan Metode Certainty Factor,” Regist.
J. Ilm. Teknol. Sist. Inf., vol. 1, pp. 15–23, 2015.
[8] H. T. Sihotang, “Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Kolesterol Pada Remaja Dengan Metode
Certainty Factor (Cf) Berbasis Web,” J. Mantik Penusa, vol. 15, no. 1, pp. 16–23, 2014.
Published
2020-01-01