Sistem Pakar Diagnosis Penyakit pada Kelinci Menggunakan Metode Naïve Bayes
Abstract
Teknologi berperan penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan, termasuk di bidang kesehatan seperti kedokteran. Salah satu penerapannya adalah Artificial Intelligence (AI) dengan sistem pakar yang menggunakan metode Naive Bayes Classifier. Sistem ini membantu dalam diagnosis penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Pada hewan, khususnya kelinci yang rentan terhadap penyakit, sistem pakar sangat membantu pemelihara dengan memberikan informasi kredibel dan akses mudah. Penelitian ini bertujuan merancang sistem diagnosis penyakit kelinci menggunakan metode Naive Bayes dan mengetahui hasil evaluasi uji pakar dengan menerapkan metode Naive Bayes. Pengembangan sistem ini melibatkan tahapan pengumpulan data, analisis data, desain sistem, implementasi, dan pengujian. Hasil pengujian dengan menggunakan basis pengetahuan yang terdiri atas 20 penyakit dan 94 gejala terhadap 41 sampel data menunjukkan bahwa sistem menghasilkan 35 diagnosis yang sesuai dengan pakar ahli dan 6 yang tidak sesuai, memberikan tingkat akurasi sebesar 85%. Kesalahan diagnosis disebabkan oleh ketidakmampuan sistem membedakan antara data gejala prioritas dan non-prioritas, sehingga mempengaruhi kualitas hasil diagnosis. Sistem diagnosis penyakit kelinci menggunakan metode Naive Bayes menunjukkan potensi yang baik dalam mendeteksi penyakit secara dini.
References
[2] B. Sarwono, “No Title,” Kelinci Pedaging dan Hias, 2008.
[3] P. Soepomo, “Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Kelinci Berbasis Web,” J. Sarj. Tek. Inform., vol. 2, no. 1, pp. 22–32, 2013, doi: 10.12928/jstie.v2i1.2594.
[4] J. Surbakti, “Implementasi Metode Naïve Bayes Untuk Diagnosa Penyakit Hati,” J. Ilmu Komput. dan Sist. Inf. …, vol. 5, no. 1, pp. 34–40, 2022, [Online]. Available: http://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jikom/article/view/243%0Ahttps://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jikom/article/download/243/229
[5] W. Hidayatullah, “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Ispa Menggunakan Metode Naïve Expert System Diagnosis of Ari Disease Using Naive Bayes Method Based on Web Based Puskesmas Teratak,” vol. 2, no. 1, pp. 32–42, 2023.
[6] S. Surorejo, Y. P. Chaeriko, P. S. Ananda, P. Studi, and S. Informasi, “Penerapan Metode Naïve Bayes Pada Sistem Pakar Untuk,” vol. 3, no. 1, pp. 8–17, 2022.
[7] S. Z. Husna and R. A. Putri, “Implementasi Sistem Pakar Diagnosis Autisme Pada Anak Menggunakan Metode Naïve Bayes,” J. Inf. Syst. Res., vol. 5, no. 1, pp. 319–330, 2023, doi: 10.47065/josh.v5i1.4327.
[8] V. Viransyah and B. Sugiarto, “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Gizi Buruk Pada Balita Menggunakan Metode Naïve Bayes Berbasis Website,” Digit. Transform. Technol., vol. 3, no. 2, pp. 569–576, 2023, doi: 10.47709/digitech.v3i2.3074.
[9] Friska Aditia Indriyani, Ahmad Fauzi, and Sutan Faisal, “Analisis sentimen aplikasi tiktok menggunakan algoritma naïve bayes dan support vector machine,” TEKNOSAINS J. Sains, Teknol. dan Inform., vol. 10, no. 2, pp. 176–184, 2023, doi: 10.37373/tekno.v10i2.419.
[10] C. Widiyawati and M. Imron, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Kucing Menggunakan Metode Naive Bayes Classifier,” Techno.Com, vol. 17, no. 2, pp. 134–144, 2018, doi: 10.33633/tc.v17i2.1625.
[11] D. K. Muh Nurhariza, Ayu Juwita, “Implementasi Algoritma Naive Bayes Untuk Klasifikasi Menentukan Prestasi Siswa Berdasarkan Nilai Rata-Rata,” Sci. Student J. Information, Technol. Sci., vol. 5, no. 1, pp. 65–77, 2024.
[12] L. Affandi, M. Hani’ah, and N. R. Komalasari, “Pengembangan Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Kelinci Dengan Metode Cbr,” J. Inform. Polinema, vol. 7, no. 4, pp. 1–5, 2021.
[13] C. Hidayat, K. I. Santoso, S. Waluyo, and . P., “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kelinci Hias Berbasis Web,” Transformasi, vol. 17, no. 2, pp. 1–12, 2021, doi: 10.56357/jt.v17i2.273.
[14] A. A. Zahara Burhani, B. Harijanto, and H. Pradibta, “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Kelinci Menggunakan Metode Certainty Factor,” J. Inform. Polinema, vol. 1, no. 1, p. 1, 2017, doi: 10.33795/jip.v1i1.82.
[15] T. Iskandar, “Beberapa Penyakit Penting Pada Kelinci di Indonesia,” Semin. Nas. Teknol. Peternak. dan Vet., vol. 1, no. 2, pp. 168–175, 2005.
[16] “Ervan Basri, Daryanto, and Henny Wahyu Sulistio,” no. August, p. 18942, 2016.