Jurnal Buana Farma https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma <p><em data-start="878" data-end="898">Jurnal Buana Farma</em> merupakan jurnal ilmiah yang ditelaah sejawat (<em data-start="946" data-end="961">peer-reviewed</em>) dan diterbitkan oleh <strong data-start="984" data-end="1049">Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang</strong>. Jurnal ini menjadi wadah bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mempublikasikan serta menyebarluaskan hasil penelitian di bidang <strong data-start="1186" data-end="1216">Ilmu Farmasi</strong>.<br data-start="1217" data-end="1220">Jurnal ini menerima artikel penelitian asli, artikel tinjauan, dan komunikasi singkat yang mencakup berbagai disiplin ilmu farmasi.<br data-start="1351" data-end="1354"><em data-start="1354" data-end="1374">Jurnal Buana Farma</em> terbit <strong data-start="1382" data-end="1410">empat kali dalam setahun</strong>, yaitu pada <strong data-start="1423" data-end="1463">Maret, Juni, September, dan Desember</strong>.</p> Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang en-US Jurnal Buana Farma 2797-2100 HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DAN PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS MEKARMUKTI TAHUN 2025 https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1506 <p>Tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dan nasional, sekaligus indikator penting pencapaian <em>Sustainable Development Goals (SDGs).</em> Indonesia masih menghadapi beban tinggi tuberkulosis, menempati peringkat kedua setelah India dengan jutaan kasus setiap tahun. Angka keberhasilan pengobatan belum mencapai target nasional, sementara Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bekasi, mencatat kasus tertinggi. Di Puskesmas Mekarmukti, pada tahun 2016 ditemukan 81 kasus baru TB paru BTA (+) dan 16 kasus lama, dengan total 97 penderita, menunjukkan pentingnya pengendalian berkelanjutan di layanan primer.. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan kepatuhan pasien TBC di Puskesmas Mekarmukti. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode observasional dengan teknik <em>total sampling</em> sebanyak 95 responden. Instrumen berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil menunjukkan adanya hubungan usia dengan pengetahuan (p=0,000), pendidikan dengan pengetahuan (p=0,041), serta kategori pengobatan dengan pengetahuan (p=0,028). Usia juga berhubungan dengan kepatuhan (p=0,002). Namun, pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p=0,337).</p> Evellia Priastuti Masita Sari Dewi Nuzul Gyanata Adiwisastra Marselina Marselina ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 580 591 10.36805/jbf.v5i4.1506 FORMULASI DAN EVALUASI GEL EKSTRAK DAUN TAHI BELALANG PADA LUKA BAKAR KELINCI https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1519 <h4>Luka bakar merupakan masalah kesehatan umum yang memerlukan penanganan efektif. Penelitian ini mengeksplorasi potensi ekstrak daun tahi belalang (Chromolaena odorata L.) sebagai agen penyembuh luka bakar, dengan kandungan bioaktif flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang bersifat anti-inflamasi, antioksidan dan antialergi. Tujuan utama adalah formulasi dan evaluasi sediaan gel ekstrak daun tahi belalang sebagai alternatif pengobatan topikal. Metode penelitian melibatkan determinasi tanaman, preparasi, standarisasi simplisia, ekstrak, dan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif. Selanjutnya, dilakukan formulasi gel dengan variasi konsentrasi ekstrak (5%, 10%, 15%) dan evaluasi mutu fisik sediaan (organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, iritasi, dan hedonik). Pengujian efektivitas penyembuhan luka bakar dilakukan secara in vivo pada kelinci jantan, membandingkan formula gel dengan kontrol negatif (basis gel) dan kontrol positif (Bioplacenton®), dengan pengukuran diameter luka harian dan analisis statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun tahi belalang konsentrasi 15% (F3) merupakan formulasi paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat dua pada kelinci jantan. Kandungan flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin berperan sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri yang mendukung proses regenerasi jaringan. berdasarkan nilai signifikansi ANOVA yang diperoleh yaitu 0,028 menunjukkan terdapat perbedaan secara signifikan pada kelompok perlakuan antar formulasi.</h4> Yulianus Erman Lende Rahmat Hidayat Tiara Ajeng Listyani ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 592 604 10.36805/jbf.v5i4.1519 HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN DENGAN KEPATUHAN ANTIHIPERTENSI DAN LUARAN KLINIS https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1521 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Pengetahuan pasien diyakini berperan dalam meningkatkan kepatuhan terapi, namun keterkaitannya dengan kontrol tekanan darah masih belum konsisten. Menilai hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi dan kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 51 pasien hipertensi yang telah menjalani terapi minimal tiga bulan. Instrumen penelitian meliputi kuesioner <em>Hypertension Knowledge-Level Scale</em> (HK-LS) untuk mengukur pengetahuan, <em>Morisky Medication Adherence Scale</em> (MMAS-8) untuk menilai kepatuhan, serta catatan medis untuk menilai kontrol tekanan darah. Data dianalisis menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dan korelasi<em> Pearson</em>. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (70,59%), namun hampir separuh menunjukkan kepatuhan rendah (47,06%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (p=0,039), tetapi tidak ditemukan hubungan bermakna antara pengetahuan dan kontrol tekanan darah (p=0,733). Tingkat pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kepatuhan minum obat, tetapi belum menjamin tercapainya kontrol tekanan darah. Intervensi komprehensif di luar aspek pengetahuan diperlukan dalam manajemen hipertensi.</p> Antih Puspita Dewi Marselina Marselina Nuzul Gyanata Adiwisastra Masita Sari Dewi ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 605 617 10.36805/jbf.v5i4.1521 HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI DENGAN RISIKO KARDIOVASKULAR PADA PASIEN HIPERTENSI PUSKESMAS TELAGA MURNI https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1525 <h4>Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang prevalensinya terus meningkat di masyarakat. Kepatuhan terhadap terapi antihipertensi berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular. Namun, bukti mengenai hubungan antara kepatuhan pasien dan risiko kardiovaskular masih belum konsisten, khususnya di layanan primer seperti Puskesmas. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Telaga Murni – Cikarang karena hipertensi termasuk dalam 10 besar penyakit terbanyak di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan terhadap terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 85 pasien hipertensi yang dipilih secara purposive. Kepatuhan diukur menggunakan instrumen Medication Adherence Report Scale (MARS-5) dan Medication Possession Ratio (MPR), sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan ASCVD Risk Estimator. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, uji linearitas, dan perhitungan Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien tergolong patuh (MARS-5 = 91,8%; MPR = 72,9%) dan memiliki risiko kardiovaskular rendah (52,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan risiko kardiovaskular baik berdasarkan MARS-5 (p=0,041) maupun MPR (p=0,049). Namun, hubungan linier hanya ditemukan pada MARS-5 (p=0,012). Pasien yang patuh memiliki peluang lebih besar untuk memiliki risiko kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan pasien yang tidak patuh. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap terapi antihipertensi berhubungan dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan pemantauan rutin untuk menjaga kepatuhan pasien guna mencegah peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.</h4> Destya Antarini Marselina Marselina Nuzul Gyanata Adiwisastra Ninik Suparmi ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 618 626 10.36805/jbf.v5i4.1525 PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK WORTEL (Daucus carota L.) DALAM FORMULASI LOTION TERHADAP EFEKTIVITAS PENCERAHAN KULIT https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1527 <p>Wortel (<em>Daucus carota</em> L.) merupakan bahan alam kaya β-karoten yang berfungsi sebagai antioksidan dan diduga mampu menghambat pembentukan melanin melalui mekanisme inhibisi tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak wortel dalam formulasi <em>lotion</em> terhadap efektivitas pencerahan kulit. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental laboratorium menggunakan empat formula <em>lotion</em>, yaitu kontrol negatif, Formula 1 (5%), Formula 2 (10%), dan Formula 3 (15%), serta kontrol positif menggunakan <em>lotion</em> komersial (<em>Kojie San<sup>®</sup></em>). Evaluasi sediaan meliputi uji sifat fisik (organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas), uji keamanan melalui uji iritasi, serta uji efektivitas pencerahan kulit menggunakan <em>human skin tone set</em> selama 14 hari pada 25 responden perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi parameter fisik kecuali daya sebar dan daya lekat yang berada di bawah standar. Tidak ditemukan reaksi iritasi pada kulit. Berdasarkan uji kecerahan kulit, sebanyak 16% responden mengalami peningkatan kecerahan kulit setelah 14 hari pemakaian, dengan Formula 3 (15%) menunjukkan hasil tertinggi sebesar 8% responden yang mengalami peningkatan satu tingkat pada <em>skin tone scale</em> dibanding formula lain dan kontrol negatif. Disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak wortel berpengaruh terhadap efektivitas pencerahan kulit, di mana formula dengan konsentrasi 15% memberikan hasil terbaik. Temuan ini menunjukkan bahwa β-karoten dalam ekstrak wortel berpotensi digunakan sebagai bahan aktif alami yang aman dan efektif dalam formulasi produk kosmetik pencerah kulit.</p> Ely Nurul Fitri Desy Nawangsari Khamdiyah Indah Kurniasih ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 627 640 10.36805/jbf.v5i4.1527 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN LUARAN KLINIS PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SETU 1 KABUPATEN BEKASI TAHUN 2025 https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1534 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya di wilayah industri seperti Kabupaten Bekasi. Pengetahuan pasien terhadap penyakit hipertensi memengaruhi kepatuhan dalam menjalani pengobatan dan keberhasilan terapi yang diukur melalui luaran klinis berupa ketercapaian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan luaran klinis pada pasien hipertensi di Puskesmas Setu 1 Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>, melibatkan 91 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner HK-LS untuk menilai pengetahuan, MMAS-8 untuk kepatuhan, serta data rekam medis untuk luaran klinis. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,009) dan luaran klinis tekanan darah (p = 0,003). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien, maka semakin tinggi pula kepatuhan terhadap pengobatan dan keberhasilan pencapaian tekanan darah sesuai target.</p> Intan Auliya Putri Marselina Marselina Masita Sari Dewi Nuzul Gyanata Adiwisastra ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 641 648 10.36805/jbf.v5i4.1534 HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN KEPATUHAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD KARAWANG https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1536 <p>Kepatuhan minum obat dapat mempengaruhi kesehatan pasien, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien adalah efikasi diri. Efikasi diri memiliki hubungan positif, sehingga sangat penting bagi penderita hipertensi untuk mempertahankan pengobatan mereka. Efikasi diri sangat penting bagi penderita hipertensi selama pengobatan mereka karena memiliki hubungan yang positif.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh efikasi diri terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di RSUD Karawang dengan menggunakan metode <em>cross sectional</em> berdasarkan kuisioner (<em>Medication Adherence Rating Scale</em>). Data hasil kuisioner (<em>Medication Adherence Rating Scale</em>) kepatuhan minum obat dan efikasi diri dianalisis menggunakan metode uji <em>chi square</em> yang dapat mengetahui pengaruh dan keterkaitan antara kepatuhan minum obat dan efikasi diri. Berdasarkan&nbsp;&nbsp; penelitian&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; telah&nbsp;&nbsp; dilakukan bahwa Efikasi diri pada pasien hipertensi di RSUD Karawang dengan tingkat efikasi diri baik sebesar 72,8%, dengan kepatuhan patuh sebesar 63,7% dan pasien tidak patuh sebesar 36,3%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan kepatuhan pada pasien hipertensi di RSUD Karawang.</p> Maya Arfania Eni Nuraeni Dedy Frianto Andi Nurzakiah Amal Widya Fatmala Evi Riszka Nurhapit Ali Alfarizzy ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 649 654 10.36805/jbf.v5i4.1536 TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS CIKARANG https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1542 <p>Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk Kabupaten Bekasi yang memiliki beban kasus tinggi. Penurunan kualitas hidup sering dialami pasien TB akibat gejala klinis, stigma, dan efek samping obat. Meskipun pengetahuan dan kepatuhan dianggap berperan dalam keberhasilan terapi, bukti mengenai pengaruhnya terhadap kualitas hidup masih bervariasi dan belum banyak diteliti di wilayah Cikarang. Penelitian ini bertujuan <strong>untuk m</strong>enilai hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan dengan kualitas hidup pasien TB paru di Puskesmas Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 93 pasien TB paru rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi (usia 17–65 tahun, sedang menjalani terapi kategori I/II, mampu berkomunikasi, dan bersedia menjadi responden) serta eksklusi (memiliki penyakit penyerta signifikan). Sampel diperoleh melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner pengetahuan, Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), dan Short Form-36 (SF-36). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (86%), kepatuhan sedang–tinggi (86%), dan kualitas hidup tinggi (55,9%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup (p = 0,468), maupun antara kepatuhan dengan kualitas hidup (p = 0,962). Pengetahuan dan kepatuhan tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien TB paru. Peningkatan kualitas hidup memerlukan intervensi yang lebih komprehensif, termasuk manajemen efek samping, dukungan psikososial, dan pemantauan kondisi klinis, bukan hanya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan.</p> Nanda Damayanti Masita Sari Dewi Nuzul Gyanata Adiwisastra Rosiana Rosiana ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 655 662 10.36805/jbf.v5i4.1542 PERAN AMILITE GCK-12H SEBAGAI SURFAKTAN PADA FORMULA SHAMPO: KAJIAN STABILITAS BUSA DAN EFEKTIVITAS PEMBERSIHAN https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1543 <p>Shampoo berfungsi untuk membersihkan rambut dan kulit kepala pada umumnya menggunakan surfaktan SLS (<em>Sodium Lauryl Sulfat</em>) yang bersifat rentan iritasi dan busa yang tidak stabil. Namun, pemilihan surfaktan menjadi faktor krusial dalam formulasi sampo, karena bahan ini berperan dalam menghasilkan busa, memberikan kelembutan, menjaga kelembapan rambut, ramah lingkungan, serta meningkatkan efektivitas pembersihan, sehingga perlu dibuat shampoo berbahan dasar surfaktan amino yaitu Amilite gck-12h yang menawarkan keunggulan dalam hal iritasi yang lebih rendah, stabilitas busa yang baik dan biokompatible. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>Amilite gck-12h</em> terhadap daya bersih dan stabilitas busa dalam formulasi shampoo. Metode penelitian dengan melakukan formulasi dan dilakukan uji stabilitas dipercepat meliputi pH, viskositas, organoleptic, uji daya sebar, uji homogenitas, uji stabilitas busa dan uji daya bersih dengan membandingkan konsentrasi <em>Amilite gck-12h</em> yang digunakan yaitu F0 (tidak menggunakan surfaktan amilite gck-12h), F1 (<em>Amilite gck-12h</em> 5%), FII (<em>Amilite gck-12h</em> 10%), dan FIII (<em>Amilite gck-12h</em> 15%).&nbsp; Uji organoleptik menunjukkan stabil terhadap bau dan homogenitas, meskipun terjadi perubahan warna pada sampo yang disimpan di bawah sinar matahari. Uji pH menunjukkan semua formulasi berada dalam rentang aman (5.0–9.0), meskipun ada penurunan pH pada kondisi tertentu. Uji viskositas hasilnya bervariasi, meningkat pada suhu ruang dan menurun pada suhu tinggi. Uji homogenitas dan daya sebar memenuhi syarat dari sediaan shampoo. Formulasi F3 menunjukkan hasil terbaik dalam stabilitas busa, dan efektivitas daya bersih, mencapai 62% pada hari ke-30. Secara keseluruhan, surfaktan <em>Amilite gck-12h</em> terbukti efektif dalam menghasilkan formulasi sampo yang stabil</p> Nia Yuniarsih Neni Sri Gunarti Iin Lidia Putama Mursal Tiara Maharani Angeline Ermi ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 663 674 10.36805/jbf.v5i4.1543 UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES FRAKSI ETIL ASETAT DAUN PEPAYA (Carica papaya L.)TERHADAP TIKUS JANTAN WISTAR (Rattus norvegicus) https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1375 <p>Diabetes melitus merupakan penyakit kronis serius yang terjadi akibat gangguan produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh dalam memanfaatkan insulin secara efektif. Salah satu tanaman berpotensi sebagai antidiabetes adalah daun pepaya (<em data-start="461" data-end="476">Carica papaya</em> L.). Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat daun pepaya terhadap tikus jantan galur Wistar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat daun pepaya pada tikus jantan Wistar yang diinduksi aloksan. Serbuk simplisia daun pepaya diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan fraksinasi bertingkat menggunakan pelarut etanol–air, n-heksan, dan etil asetat. Pengujian aktivitas antidiabetes dilakukan menggunakan aloksan dengan dosis 150 mg/kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum induksi aloksan, dua hari setelah induksi, serta setiap tujuh hari selama 14 hari perlakuan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun pepaya pada dosis 300 mg/kgBB memiliki aktivitas antidiabetes tertinggi dengan persentase penurunan kadar glukosa darah sebesar 64%, sedikit lebih tinggi dibandingkan kontrol positif yang menunjukkan penurunan sebesar 63%. Dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun pepaya dosis 300 mg/kgBB berpotensi sebagai agen antidiabetes, yang diduga berkaitan dengan kandungan senyawa aktif alkaloid, flavonoid, dan saponin.</p> Elfia Neswita Jefri Naldi Dara Kinanti Halimah Raina Nasution Rufina Pramudita Nurasni ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 675 684 10.36805/jbf.v5i4.1375 ARTICLE REVIEW : TINJAUAN DAMPAK PENERAPAN TELEFARMASI TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN PASIEN DI APOTEK https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1419 <p>Peningkatan kebutuhan akan layanan kesehatan yang efisien dan mudah diakses, terutama ditengah tantangan geografis dan riwayat pandemi, mendorong inovasi seperti telefarmasi. Telefarmasi adalah bagian dari telemedisin yang memperluas akses layanan kefarmasian melalui teknologi komunikasi yang merupakan sebuah terobosan dalam dunia pelayanan kesehatan guna mendukung apoteker dalam memberikan informasi terkait layanan farmasi. Meskipun adopsi telefarmasi di Indonesia masih berkembang, artikel ini bertujuan untuk mereviu dampak telefarmasi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan khususnya di Indonesia. Literatur hasil pencarian yang relevan dengan penerapan telefarmasi di Indonesia diperoleh dari Google Scholar, PubMed dan platform lain yang diterbitkan dari tahun 2015-2025. Tujuan evaluasi artikel adalah untuk memastikan bahwa konten artikel memenuhi standar yang telah ditentukan. Sembilan artikel tentang penggunaan telefarmasi, yang telah banyak diadopsi dalam layanan kesehatan, khususnya di apotek, diambil dari hasil pencarian. Menurut temuan tinjauan pustaka ini, telefarmasi dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi layanan farmasi, dan mengurangi kesalahan resep. Sebagai pendekatan alternatif untuk meningkatkan cakupan layanan dan menjangkau lokasi pedesaan, telefarmasi juga telah diadopsi secara luas di apotek, memungkinkan apoteker untuk berkontribusi secara efektif terhadap penggunaan obat yang lebih baik.</p> Sahrum Rambe Suryani Suryani ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 685 693 10.36805/jbf.v5i4.1419 AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KASAR DAN EKSTRAK TERPURIFIKASI DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN METODE DPPH https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1552 <p>Antioksidan berperan penting dalam menjaga integritas sel dan mencegah berbagai proses kerusakan biologis yang menjadi dasar munculnya penyakit degeneratif. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan, namun perbandingan potensi antioksidan antara ekstrak kasar dan ekstrak terpurifikasi masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak kasar dan ekstrak terpurifikasi daun kelor menggunakan metode DPPH. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi etanol 96%, sedangkan purifikasi dilakukan melalui ekstraksi cair–cair menggunakan campuran etanol–n-heksan (1:1). Skrining fitokimia dilakukan terhadap kedua ekstrak, dan uji antioksidan dilakukan pada konsentrasi 20–100 ppm dengan tiga kali replikasi. Nilai IC₅₀ dihitung menggunakan regresi linear dan dianalisis secara statistik. Hasil menunjukkan bahwa rendemen ekstrak kasar dan ekstrak terpurifikasi masing-masing sebesar 20,77% dan 13,50%. Skrining fitokimia mengidentifikasi keberadaan flavonoid, tanin, dan saponin pada kedua ekstrak. Aktivitas antioksidan ekstrak terpurifikasi (IC₅₀ = 68,040 ± 0,140 ppm) lebih tinggi dibandingkan ekstrak kasar (IC₅₀ = 77,372 ± 0,312 ppm) (p &lt; 0,05), meskipun masih lebih rendah dibanding vitamin C sebagai kontrol positif (IC₅₀ = 5,823 ± 0,128 ppm). Hasil ini menunjukkan bahwa proses purifikasi meningkatkan potensi antioksidan daun kelor melalui pemekatan komponen aktif. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan ekstrak terpurifikasi daun kelor sebagai kandidat bahan baku suplemen atau kosmetik dengan aktivitas antioksidan alami.</p> Krisna Kharisma Pertiwi Asih Imulda Rosa J Hesturini Nindy Dwi Juliasari ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 694 702 10.36805/jbf.v5i4.1552 TINJAUAN LITERATUR: AKTIVITAS FARMAKOLOGI DAN KANDUNGAN SENYAWA DARI KACANG KEDELAI (Glycine max L.) https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1569 <p>Kedelai (<em>Glycine max</em> L.) merupakan pangan fungsional dari kelompok kacang-kacangan yang kaya akan senyawa bioaktif dan berpotensi dalam pencegahan penyakit degeneratif. Review ini bertujuan untuk mengkaji kandungan senyawa aktif utama serta aktivitas farmakologi kedelai berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah <em>narrative review</em> melalui penelusuran literatur pada <em>database Google Scholar</em> dan <em>PubMed</em> terhadap artikel <em>full text</em> yang dipublikasikan pada periode 2010–2025. Artikel yang disertakan adalah penelitian eksperimental <em>in vitro</em> dan <em>in vivo</em> yang membahas kandungan senyawa dan aktivitas farmakologi kedelai, sedangkan artikel review, prosiding, dan publikasi yang tidak relevan dieksklusikan. Dari proses seleksi, diperoleh sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa isoflavon merupakan senyawa dominan pada kedelai yang berperan dalam berbagai aktivitas farmakologi yang dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori utama, yaitu aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, aktivitas metabolik (antidiabetes, antiobesitas, dan antihiperurisemia), serta aktivitas kardiovaskular (antihipertensi dan antikolesterol). Selain itu, kedelai juga menunjukkan potensi sebagai agen pendukung dalam pencegahan kanker dan osteoporosis. Berdasarkan temuan tersebut, kedelai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional dan bahan pendukung terapi dalam pencegahan penyakit degeneratif.</p> Asman Sadino Riza Apriani Puspa Sari Dewi Solihah Siti Rachmawati ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 703 709 10.36805/jbf.v5i4.1569 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS TELAGA MURNI, CIKARANG https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1549 <p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka keberhasilan pengobatan yang belum mencapai target nasional, salah satunya dipengaruhi oleh faktor perilaku pasien. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat&nbsp;berperan dalam menentukan keberhasilan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien dengan keberhasilan pengobatan Tuberkulosis di Puskesmas Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat.&nbsp;Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 80 pasien TB Paru dewasa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan <em>Morisky Medication Adherence Scale-8 </em>(MMAS-8), serta penelusuran rekam medis untuk menilai keberhasilan pengobatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-square</em>. Hasil penelitian terdapat 80 responden dengan jenis kelamin perempuan 47&nbsp;responden (58,7%), berusia 17–25 tahun 28&nbsp;responden (35%), berpendidikan SMA 40&nbsp;responden (50%), dan tidak bekerja 41&nbsp;responden (51,2%). Sebanyak 47&nbsp;responden (58,8%) memiliki pendampingan PMO, 47&nbsp;responden (58,7%) berada pada fase lanjutan, dan 78&nbsp;responden (97,5%) termasuk kategori pengobatan I. Tingkat pengetahuan tergolong baik pada 72&nbsp;responden (90%), kepatuhan rendah&nbsp;pada 68&nbsp;responden (85%), dan keberhasilan pengobatan menunjukkan 10&nbsp;responden (12,5%) dinyatakan sembuh. Analisis menggunakan uji <em>chi-square</em>&nbsp;menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan keberhasilan pengobatan (p = 0,827), dan&nbsp;kepatuhan dengan keberhasilan pengobatan (p = 0,365).&nbsp;Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap keberhasilan pengobatan Tuberkulosis</p> Hanifah Ikka Salamah Masita Sari Dewi Nuzul Gyanata Adiwisastra Marselina Marselina ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 710 716 10.36805/jbf.v5i4.1549 POTENSI FRAKSI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) MENGHAMBAT JAMUR PENYEBAB KEPUTIHAN https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1547 <p>Keputihan merupakan gangguan yang diderita banyak wanita, baik usia remaja maupun menopause. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormonal dan keseimbangan flora normal, serta gangguan jamur seperti <em>Candida albicans</em>. Beberapa penelitian telah menguji aktivitas fraksi daun sirih merah terhadap <em>Candida albicans</em> menggunakan pelarut etanol 70% dan 80% pada proses ekstraksinya.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas fraksi n heksan dan etil asetat daun sirih merah terhadap <em>Candida albicans</em> yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96%.</p> <p>Penelitian diawali dengan melakukan ekstraksi menggunakan pelarut etanol 96%, selanjutnya dilakukan skrining fitokimia pada ekstrak. &nbsp;Fraksinasi dilakukan dengan pelarut n-heksan, etilasetat dan air. Fraksi n heksan dan etil asetat dilanjutkan uji aktivitas terhadap <em>Candida albicans</em>.</p> <p>Hasil diperoleh bahwa fraksi n heksan menunjukkan daya hambat terhadap <em>Candida albicans</em> lebih besar dari fraksi etil asetat (p&lt;0,05), sehingga fraksi n heksan lebih poten menghambat <em>Candida albicans</em>.</p> Dewi Fitriani Puspitasari Yani Kresnawati Rika Sebtiana K ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 717 721 10.36805/jbf.v5i4.1547 ANALISIS EFEK SAMPING JANGKA PANJANG PENGGUNAAN ANTASIDA KALSIUM KARBONAT: NARRATIVE REVIEW https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1568 <p>Penggunaan antasida kalsium karbonat secara luas dalam swamedikasi sering dianggap aman, namun konsumsi berlebihan dan penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serius yang berdampak pada berbagai sistem tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek samping jangka panjang kalsium karbonat berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah <em>narrative review </em>dengan menyeleksi artikel-artikel relevan dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar melalui kriteria inklusi dan eksklusi, hingga diperoleh enam artikel utama untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CaCO₃ secara berkepanjangan dapat menyebabkan hiperkalsemia progresif yang berpotensi berkembang menjadi <em>Milk-Alkali Syndrome</em>, yang ditandai oleh hiperkalsemia, alkalosis metabolik, serta gangguan fungsi ginjal. Komplikasi lanjutan yang dilaporkan meliputi nefrolitiasis, pankreatitis akut, gangguan metabolik, serta penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif. Selain itu, CaCO₃ diketahui dapat mengganggu penyerapan berbagai obat melalui mekanisme khelasi dan perubahan pH lambung, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas terapi. Kesimpulannya, penggunaan antasida kalsium karbonat dalam jangka panjang tanpa pemantauan yang memadai dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan, sehingga edukasi dan pengawasan penggunaan antasida sangat diperlukan untuk mencegah toksisitas dan interaksi obat yang merugikan.</p> Heri Ridwan Arvi Aliviani Ine Febriyanti Levina Nabila Nathania Muhammad Gilang Ramadhan Nur Oktavia Ramadani Syifa Anisa Maharani ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 722 729 10.36805/jbf.v5i4.1568 PENGARUH PERBANDINGAN FASE GERAK PADA ANALISIS DEKSAMETASON MENGGUNAKAN HPLC : NARRATIVE REVIEW https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1561 <h4>Deksametason merupakan glukokortikoid sintetis yang banyak digunakan dalam terapi inflamasi, alergi, dan penyakit autoimun sehingga diperlukan metode analisis yang akurat untuk memastikan kualitas dan keamanannya. High Performance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan metode analisis yang saat ini banyak digunakan karena memiliki sensitivitas dan selektivitas yang tinggi.&nbsp; Adapun pemilihan fase Gerak dalam metode analisis HPLC dapat berkontribusi terhadap hasil kualitas pemisahan, resolusi, efisiensi kolom, waktu retensi, sensitivitas, dan reproduktivitas analisis. Pentingnya pemilihan fase gerak dalam metode analisis HPLC menjadi perhatian utama untuk dihasilkannya metode analisis yang tepat dan efisien, akan tetapi hingga saat ini masih belum tersedia artikel review yang menghimpun pembahasan tersebut. Artikel Review ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi fase gerak dalam metode analisis HPLC terhadap kualitas analisis deksametason. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Scopus dengan kriteria inklusi meliputi artikel&nbsp; yang terbit tahun 2015-2025, tersedia dalam full-text berbahasa Indonesia atau Inggris. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria&nbsp; untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa komposisi fase gerak berperan penting terhadap performa pemisahan dan parameter validasi metode analisis. Fase gerak dengan proporsi pelarut organik tinggi, khususnya asetonitril, cenderung menghasilkan retensi lebih singkat dan bentuk puncak yang lebih tajam. Sementara itu, penambahan buffer dalam fase gerak dapat meningkatkan stabilitas pH, sensitivitas, dan linearitas yang dihasilkan. Secara keseluruhan, pemilihan dan optimasi fase gerak terbukti berperan penting dalam menentukan keberhasilan metode HPLC, khsusnya dalam analisis kuantitatif deksametason.</h4> Putik Titian Citra Hening Ihsanti Dwi Rahayu Muhammad Iqbal Ramadhan Triyandi ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 730 739 10.36805/jbf.v5i4.1561 ANTIHIPERPIGMENTASI Hylocereus costaricensis MELALUI INHIBISI TIROSINASE: STUDI NETWORK PHARMACOLOGY DAN MOLECULAR DOCKING https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1570 <p>Hiperpigmentasi terjadi akibat peningkatan melanogenesis dan pengaruh stres oksidatif, sehingga diperlukan kandidat agen depigmentasi yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandidat senyawa aktif dari <em>Hylocereus costaricensis</em>, memetakan target serta jalur molekuler hiperpigmentasi melalui <em>network pharmacology</em>, dan mengevaluasi potensi interaksi senyawa terpilih pada target melanogenesis menggunakan <em>molecular</em> <em>docking</em>. Metode mencakup penyaringan senyawa dan evaluasi drug-likeness/ADMET, prediksi target senyawa dan gen terkait hiperpigmentasi, konstruksi jaringan senyawa–target–penyakit serta <em>protein–protein interaction</em>, analisis topologi dan pengayaan GO/KEGG, kemudian <em>docking</em> pada TYRP1 (PDB: 5M8O). Lima kandidat utama, yaitu 2,2-dimethyl-3-phenylpropanoic acid, ferulic acid, o-coumaric acid, p-coumaric acid, dan vanillic acid telah memenuhi kriteria awal. <em>Network pharmacology</em> menyoroti mekanisme multi-target dengan node kunci AKT1, EGFR, PIK3CA, TYR, dan CDK4 serta keterlibatan jalur pensinyalan yang relevan dengan pigmentasi dan respons stres oksidatif. <em>Molecular docking</em> menunjukkan afinitas cukup baik dengan energi ikat sekitar −6,551 hingga −6,184 kkal/mol dan konstanta inhibisi terestimasi 15,779 hingga 29,315 µM, dengan kandidat terbaik 2,2-dimethyl-3-phenylpropanoic acid. Secara keseluruhan, integrasi <em>network pharmacology</em> dan <em>molecular docking</em> memberikan prioritas kandidat dan target untuk pengembangan agen antihiperpigmentasi berbasis <em>H. costaricensis</em>, namun temuan ini bersifat pendahuluan dan memerlukan validasi eksperimental serta penguatan mekanistik lanjutan.</p> Bayu Febram Prasetyo Daffa Rizal Dzulfaqaar Alauddin Rini Madyastuti Purwono ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 740 752 10.36805/jbf.v5i4.1570 OPTIMASI FORMULA DAN EVALUASI MASSA CETAK TABLET HISAP BERBAHAN YOGURT DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1558 <p>Yogurt Yocanserah® mengandung kacang tanah, jahe dan sereh yang berpotensi sebagai antidiabetes. Yocanserah memiliki keterbatasan masa simpan dan rasa asam sehingga perlu dikembangkan menjadi sediaan tablet hisap yang lebih dapat diterima dengan masa simpan yang lebih panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk optimasi formula massa cetak tablet hisap berbahan yogurt menggunakan metode simplex lattice design. Bahan atau faktor yang digunakan dalam optimasi adalah Avicel PH 102, isomalt dan SSG (<em>Sodium Starch Glycolate</em>) dengan respon berupa laju alir dan kompresibilitas. Data dianalisis menggunakan software Design Expert metode simplex lattice design. Massa cetak tablet hisap berbahan yogurt dibuat dengan metode granulasi basah dengan penggunaan larutan gelatin sebagai bahan pengikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa cetak dengan variasi Avicel PH 102, isomalt dan SSG yang dibuat dengan metode granulasi basah menghasilkan laju alir dan kompresibilitas sesuai yang ketentuan. Penggunaan variasi ketiga bahan tersebut berpengaruh signifikan terhadap laju alir dan kompresibilitas massa cetak dengan nilai p-value&lt;0,05. Formula optimal massa cetak tablet hisap berbahan yogurt diperoleh dengan proporsi avicel PH 102 49%, isomalt 1% dan SSG 5%, yang menghasilkan laju alir 5,58 g/s dan kompresibilitas sebesar 6,69% dengan nilai desirability yang dihasilkan sebesar 0,311.</p> Ayu Pujianti Desy Nawangsari Dina Febrina ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 753 761 10.36805/jbf.v5i4.1558 UJI AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH SUKUN (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg) PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS WEBSTER https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1576 <h4>Hiperurisemia adalah peningkatan kadar asam urat dalam darah di atas batas normal, yang dapat disebabkan oleh peningkatan metabolisme atau penurunan pengeluaran asam urat. Pengobatan antihiperurisemia jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan dari bahan alam, salah satunya kulit buah sukun (Artocarpus altilis) yang mengandung flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antihiperurisemia ekstrak etanol kulit buah Artocarpus altilis pada mencit putih jantan yang diinduksi kalium oksonat dan jus hati ayam. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan dengan metode Point of Care Testing (POCT) menggunakan alat digital Easy Touch®. Variasi dosis yang digunakan adalah 100, 200, dan 400 mg/kgBB, serta Allopurinol dosis 13 mg/kgBB sebagai pembanding. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah sukun memiliki aktivitas antihiperurisemia pada semua dosis yang diuji. Dosis 100 mg/kgBB menurunkan kadar asam urat rata-rata sebesar 40,72% dengan efektivitas 68,33%. Kandungan flavonoid yang menghambat xantin oksidase kemungkinan berperan dalam efektivitas ini, menjadikan dosis tersebut sebagai yang paling efektif dalam menurunkan kadar asam urat.</h4> Hesti Renggana Dani Sujana Isye Martiani Nur Amalia Nopi Rantika Siti Hindun Evitri Risa Rachyani ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 762 769 10.36805/jbf.v5i4.1576 UJI POTENSI ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DAN DAUN SESEWANUA (Cleodendron squamatum vahl.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1567 <p>Daun kersen <em>(Muntingia</em> <em>calabura</em> L.) dan daun sesewanua (<em>Clerodendron squamatum </em>Vahl) dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan antibakteri. Pengujian antibakteri komposisi tunggal &nbsp;telah banyak dilakukan tetapi belum pada kombinasi kedua tanaman ini. &nbsp;Penelitian bertujuan mengetahui potensi antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun sesewanua &nbsp;terhadap <em>Staphylococcus aureus.</em> Daun kersen dan daun sesewanua diekstraksi menggunakan metode maserasi, pelarut etanol 96%. Larutan uji dibuat konsentrasi 5%, 10%, 15%. Kombinasi&nbsp; dibuat dengan mencampur masing-masing konsentrasi dengan perbandingan 1:1. Pengujian dengan metode difusi cakram, kontrol positif Ciprofloxacin, kontrol negatif &nbsp;Natrium CMC 1%, diamati &nbsp;1x24 jam. &nbsp;Zona hambat diukur menggunakan jangka sorong. Hasil rata-rata diameter zona hambat ekstrak etanol daun kersen 8,74±0,25 mm, 9,27±0,15 mm, 10,21±0,30 mm, ekstrak etanol daun sesewanua 6,96±0,83 mm, 7,46±0,56 mm, 7,17±0,13. kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun sesewanua &nbsp;7,51±0,49 mm, 8,30±0,61mm, 9,70±0,20 mm, Ciprofloxacin &nbsp;26,52±3,44 mm. Hasil terbaik pada konsentrasi 15% tetapi belum optimal. Kesimpulannya ekstrak tunggal daun kersen, ekstrak tunggal daun sesewanua, kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun sesewanua (1:1) konsentrasi 5%, 10%, 15% memiliki aktivitas antibakteri terhadap &nbsp;<em>Staphylococcus aureus</em> dengan kategori sedang. Daya hambat lebih besar pada &nbsp;ekstrak tunggal daun kersen dibandingkan kombinasi ekstrak.</p> Djois Sugiaty Rintjap Elvie Rifke Rindengan Nadila Aurelia Putri Pobela Selfie Petronella Joice Ulaen Elisabeth Natalia Barung ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 770 779 10.36805/jbf.v5i4.1567 KUALITAS MIKROBIOLOGIS ES BATU BALOK BERDASARKAN CEMARAN BAKTERI Coliform DAN Salmonella sp DI WILAYAH KARANGPAWITAN, KARAWANG https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/1571 <h4>Es batu merupakan salah satu bahan tambahan pada minuman yang umumnya aman untuk dikonsumsi tanpa harus melihat jenis dan kualitasnya. Penggunaan air sebagai sumber pembuatan es batu akan mempengaruhi kualitas es batu baik secara fisik maupun secara mikrobiologis. Suhu yang dingin pada es batu hanya melemahkan bakteri pada es batu saja. Sampel es batu dalam penelitian ini diambil dari wilayah Karangpawitan yang terbagi dalam tiga wilayah yaitu Kepuh, Pondok Bogor dan Nagasari. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk melihat kualitas mikrobiologis es batu balok berdasarkan cemaran bakteri coliform dan Salmonella Metode penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif laboratorik, menggunakan uji Most Probable Number (MPN) untuk coliform dan media Salmonella Shigella Agar (SSA) serta pewarnaan gram untuk Salmonella Hasil pada lokasi Pondok Bogor dan Kepuh sampel es batu balok positif mengandung bakteri coliform. Lokasi Nagasari untuk jenis es batu balok positif bakteri coliform dan negatif Salmonella Kesimpulan penelitian ini yaitu pada jenis es batu balok yang berada di wilayah karangpawitan memiliki cemaran bakteri cukup tinggi. Nilai MPN pada sampel yang positif menunjukkan tidak termasuk syarat mutu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 yaitu &gt;0/100 mL</h4> Putri Agustina Kamelia Risna Eko Sri Wahyuningsih Neni Sri Gunarti Lia Fikayuniar ##submission.copyrightStatement## 2025-12-28 2025-12-28 5 4 780 792 10.36805/jbf.v5i4.1571