https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/Empowerment/issue/feed Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 2026-01-14T10:39:04+00:00 Open Journal Systems https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/Empowerment/article/view/1594 KUALIFIKASI IDEAL DAN REALITAS GURU PENDAMPING KHUSUS DALAM PENDIDIKAN INKLUSIF DI INDONESIA: STUDI LITERATUR 2026-01-14T10:39:04+00:00 Vicky Purwadi Putra Sawaludin [email protected] <p><em>&nbsp;Inclusive education ensures the rights of children with special needs (CSN) to learn in regular schools, with Special Assistant Teachers (GPK) as a key element. This study aims to analyze the ideal qualifications of GPK according to regulations and literature, compare them with realities in inclusive schools, and identify existing gaps. The method used is a literature review, examining regulations, books, and journal articles published between 2020–2024. The findings show that although GPK are ideally graduates of Special Education (PLB) with pedagogical, professional, social, and personal competencies, in practice most come from non-PLB backgrounds, face high student–teacher ratios, unclear employment status, and limited training and facilities. These conditions create significant gaps that hinder inclusive practices. Therefore, strengthening strategies through recruitment, certification, continuous training, and facility support are needed to ensure that inclusive education meets its intended goals.</em></p> <p><em>Pendidikan inklusif menegaskan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk belajar di sekolah reguler, dengan Guru Pendamping Khusus (GPK) sebagai elemen kunci. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualifikasi ideal GPK menurut regulasi dan literatur, membandingkannya dengan realitas di sekolah inklusif, serta mengidentifikasi kesenjangan yang ada. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah regulasi, buku, dan artikel jurnal terbit tahun 2020–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun GPK idealnya berlatar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB) dengan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, realitas di lapangan menunjukkan mayoritas GPK berasal dari non-PLB, menghadapi rasio pendampingan yang tinggi, status kerja tidak jelas, serta minim pelatihan dan fasilitas adaptif. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan signifikan yang menghambat praktik inklusi. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan melalui rekrutmen, sertifikasi, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan fasilitas untuk memastikan pendidikan inklusif berjalan sesuai tujuan.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/Empowerment/article/view/1596 PERAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) DALAM PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL REMAJA: TINJAUAN SISTEMATIS PADA MENURUNAN KECEMASAN DAN PENGEMBANGAN STRATEGI KOPING ADAPTIF 2026-01-14T10:38:38+00:00 Nayla Fithratuzzahara [email protected] Tristiadi Ardi Ardani [email protected] <p><em>The adolescent phase is a transitional period that is vulnerable to various psychological challenges, one of which is anxiety. Cognitive Behavior Therapy (CBT) is recognized as one of the effective psychotherapeutic approaches to address this issue by focusing on restructuring negative thought patterns and assumptions. This study aims to systematically review empirical evidence regarding the effectiveness of CBT in reducing the level of anxiety experienced by adolescents. The method used is a Systematic Literature Review of relevant research articles published within the last seven years (2017-2024). The analysis of twelve scientific articles consistently shows that CBT intervention can significantly reduce anxiety symptoms in adolescents across various contexts. In addition to reducing anxiety, the application of CBT has also been proven to help adolescents regulate emotions and transform negative perceptions into more positive ones, which can ultimately increase self-confidence.</em></p> <p><em>Fase remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap berbagai tantangan psikologis, salah satunya adalah kecemasan. Cognitive Behavior Therapy (CBT) diakui sebagai salah satu pendekatan psikoterapi yang efektif untuk menangani masalah ini dengan berfokus pada restrukturisasi pola pikir dan asumsi negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bukti-bukti empiris mengenai efektivitas CBT dalam menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh remaja. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) terhadap artikel penelitian yang relevan dan dipublikasikan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir (2017-2024). Hasil analisis dari dua belas artikel ilmiah yang dikaji secara konsisten menunjukkan bahwa intervensi CBT secara signifikan dapat menurunkan gejala kecemasan pada remaja dalam berbagai konteks. Selain mereduksi kecemasan, penerapan CBT juga terbukti membantu remaja dalam meregulasi emosi dan mengubah persepsi negatif menjadi lebih positif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan diri.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/Empowerment/article/view/1597 STRATEGI PENGUATAN COPING STRESS MAHASISWA DALAM MENGHADAPI TEKANAN AKADEMIK DAN ORGANISASI: STUDI PADA BPH LSO TAHFIDZ AL-QUR’AN 2026-01-14T10:38:15+00:00 Annisa Aqilah Haya [email protected] Nayla Fithratuzzahara [email protected] <p><em>Students who are actively involved in campus organizations often face dual pressures from academic demands and organizational responsibilities, which may trigger stress if not managed with adaptive coping skills. This study aims to evaluate the effectiveness of guided sharing sessions in enhancing stress coping abilities among student board members of LSO Tahfidz Al-Qur’an. Using a quantitative approach with a single-subject A-B-A experimental design, four selected participants took part in six intervention sessions involving group discussions, written reflections, and relaxation exercises. Pre-test results indicated a tendency toward maladaptive coping strategies, whereas post-test scores showed a significant increase in the use of adaptive coping mechanisms. The average coping score improved from 12.5 to 20.5. Qualitative data from participant reflections further supported these findings, revealing increased self-awareness and a stronger commitment to self-care. Thus, guided sharing sessions proved to be an effective and contextually relevant intervention to help students manage stress in the face of dual academic and organizational roles.</em></p> <p><em>Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kerap menghadapi tekanan ganda dari tanggung jawab akademik dan kegiatan organisasi, yang dapat memicu stres jika tidak diimbangi dengan keterampilan coping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sharing session terbimbing dalam meningkatkan coping stress mahasiswa pengurus Badan Pengurus Harian (BPH) LSO Tahfidz Al-Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen single subject A-B-A pada empat subjek terpilih. Intervensi dilakukan dalam enam sesi dengan metode diskusi kelompok, refleksi, dan latihan relaksasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa subjek cenderung menggunakan coping maladaptif, sementara post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada strategi coping adaptif. Rata-rata skor coping meningkat dari 12,5 menjadi 20,5. Temuan ini diperkuat oleh data kualitatif berupa refleksi peserta yang menunjukkan peningkatan kesadaran diri dan komitmen terhadap self-care. Dengan demikian, sharing session terbimbing terbukti menjadi intervensi yang efektif dan relevan dalam membantu mahasiswa mengelola stres secara sehat di tengah peran ganda yang dijalani.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/Empowerment/article/view/1598 KASUS RENDAH HARGA DIRI PADA SISWA SMKN LATAR LAYANAN PENDIDIKAN DI SMKN SURABAYA 2026-01-14T10:37:48+00:00 Christine Anggelia Lubalu [email protected] <p><em>This study aims to examine the dynamics of low self-esteem among a group of vocational high school students in Surabaya and to evaluate the effectiveness of a group psychoeducation intervention based on cognitive approaches and positive affirmation in improving their self-confidence. The methods included interviews, classroom observations, SSCT, IST, 16PF, and the Rosenberg Self-Esteem Scale (pre–post assessment). Five students participated, all of whom exhibited core symptoms such as social withdrawal, feelings of worthlessness, anxiety, sensitivity to criticism, and limited self-expression. The assessment results revealed substantial internal conflicts related to self-concept, particularly guilt, fear, and doubts about personal abilities. Family factors, repeated social rejection, and bullying related to physical appearance further contributed to emotional instability and passive behaviors. IST outcomes indicated varied intellectual abilities, with strengths in visual spatial skills and weaknesses in numerical and abstract reasoning. The Rosenberg pre–post test analysis demonstrated a significant improvement in self-esteem (p = 0.005), indicating that group psychoeducation effectively fosters healthier self-perceptions. These findings highlight the importance of social support, self-concept strengthening, and collaborative strategies between schools and families to create an environment that nurtures adolescents’ self-esteem development.</em></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika rendahnya harga diri pada sekelompok siswa SMKN Surabaya serta mengevaluasi efektivitas intervensi psikoedukasi kelompok berbasis pendekatan kognitif dan afirmasi positif dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, SSCT, IST, 16PF, serta Rosenberg Self-Esteem Scale (pre–post test). Peserta penelitian terdiri dari lima siswa yang menunjukkan gejala utama berupa penarikan diri sosial, perasaan tidak berharga, kecemasan, sensitivitas terhadap kritik, serta keterbatasan dalam mengekspresikan diri. Hasil asesmen menunjukkan bahwa seluruh siswa mengalami konflik internal yang kuat terkait konsep diri, khususnya rasa bersalah, ketakutan, dan keraguan akan kemampuan diri. Faktor keluarga, penolakan sosial, serta ejekan terkait penampilan turut memperburuk kondisi emosional dan perilaku mereka. Hasil IST mengindikasikan kemampuan intelektual yang bervariasi, dengan kecenderungan kekuatan pada aspek visual-spasial dan kelemahan pada kemampuan berhitung dan abstraksi logis. Hasil pre–post Rosenberg menunjukkan peningkatan harga diri yang signifikan (p = 0.005), menandakan bahwa psikoedukasi kelompok efektif membantu siswa membangun persepsi diri yang lebih adaptif. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya dukungan sosial, penguatan konsep diri, serta strategi sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang memfasilitasi perkembangan harga diri remaja.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/Empowerment/article/view/1599 IMPLIKASI TEORI PSIKOANALISIS (FREUD) TERHADAP FENOMENA TRAUMA DAN KONFLIK PSIKOLOGIS DALAM ISU KESEHATAN MENTAL GLOBAL: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR 2026-01-14T10:37:24+00:00 Puja Maudy Lawinsky [email protected] Tristiadi Ardi Ardani [email protected] <p><em>This literature review aims to analyze the implications of Freud’s psychoanalytic theory for understanding trauma and psychological conflict within the context of global mental health. Using a qualitative approach through literature review, this study examines academic publications discussing the concept of repression and the clinical application of free association as an intervention for trauma recovery. The findings indicate that the mechanism of repression plays a crucial role in the emergence of neurotic symptoms originating from unresolved traumatic experiences. Free association therapy enables individuals to identify and express repressed unconscious material, facilitating healing through reflective awareness. Moreover, the integration of free association and Cognitive Behavioral Therapy (CBT) enhances therapeutic outcomes free association explores the emotional roots of conflict, while CBT supports cognitive restructuring toward adaptive thinking. Within the scope of global mental health, psychoanalytic approaches such as free association remain relevant in addressing the increasing prevalence of trauma related to social, economic, and humanitarian crises. This study underscores the importance of revitalizing classical psychoanalysis as both a theoretical and practical foundation for developing culturally sensitive and holistic psychotherapeutic models.</em></p> <p>Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk menganalisis implikasi teori psikoanalisis Freud terhadap fenomena trauma dan konflik psikologis dalam isu kesehatan mental global. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai jurnal dan sumber akademik yang membahas konsep represi dan penerapan teknik asosiasi bebas sebagai intervensi klinis terhadap trauma. Hasil analisis menunjukkan bahwa mekanisme represi berperan penting dalam pembentukan gejala neurotik yang bersumber dari pengalaman traumatis yang tidak terselesaikan. Terapi asosiasi bebas membantu individu mengidentifikasi dan mengekspresikan materi bawah sadar yang sebelumnya ditekan, sehingga memfasilitasi proses penyembuhan melalui kesadaran reflektif. Selain itu, integrasi antara asosiasi bebas dan <em>Cognitive Behavioral Therapy</em> (CBT) terbukti memperkuat efektivitas intervensi, di mana asosiasi bebas menggali akar konflik emosional, sedangkan CBT mengarahkan restrukturisasi kognitif untuk membangun pola pikir adaptif. Dalam konteks kesehatan mental global, pendekatan psikoanalitik seperti asosiasi bebas tetap relevan dalam menghadapi meningkatnya kasus trauma akibat krisis sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi psikoanalisis klasik sebagai landasan teoritis dan praktis bagi pengembangan terapi lintas budaya yang lebih komprehensif dan manusiawi.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang https://journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/Empowerment/article/view/1600 HUBUNGAN ANTARA KOPING RELIGIUS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA 2026-01-14T10:36:58+00:00 Natasya Afra Annisa [email protected] Fahrul Rozi [email protected] <p><em>This study aims to examine the relationship between religious coping and psychological well-being among adolescents. The respondents involved were 188 adolescents, consisting of 150 females and 38 males. The research method employed correlation analysis to test the relationship between variables, with accidental sampling technique. Data collection was conducted by distributing questionnaires online using the Google Form platform. The analysis results showed a significant relationship between positive religious coping and psychological well-being among adolescents, with a Spearman correlation coefficient of 0.210 and a p-value of 0.004. Additionally, negative religious coping also demonstrated a significant relationship with psychological well-being, with a Spearman correlation coefficient of -0.377 and a p-value less than 0.001. These findings reinforce the important role of religious coping as an effective adaptive strategy in managing stress and enhancing the psychological well-being of adolescents, confirming that the implementation of religious beliefs and practices not only helps adolescents face life pressures but also contributes positively to improving their overall mental health quality.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara koping religius dengan kesejahteraan psikologis pada remaja. Responden yang dilibatkan berjumlah 188 orang, terdiri dari 150 perempuan dan 38 laki-laki. Metode penelitian menggunakan analisis korelasi untuk menguji hubungan antar variabel, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan platform Google Form. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara koping religius positif dengan kesejahteraan psikologis pada remaja, dengan nilai korelasi Spearman sebesar 0,210 dan nilai p sebesar 0,004. Selain itu, koping religius negatif juga menunjukkan hubungan signifikan dengan kesejahteraan psikologis, dengan nilai korelasi Spearman -0,377 dan nilai p kurang dari 0,001. Temuan ini menguatkan pentingnya peran koping religius sebagai strategi adaptif yang efektif dalam mengelola stres dan meningkatkan kualitas kesejahteraan psikologis para remaja, menegaskan bahwa implementasi keyakinan dan praktik keagamaan tidak hanya membantu remaja menghadapi tekanan hidup, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan mutu kesehatan mental mereka secara keseluruhan.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang