STRATEGI PENGUATAN COPING STRESS MAHASISWA DALAM MENGHADAPI TEKANAN AKADEMIK DAN ORGANISASI: STUDI PADA BPH LSO TAHFIDZ AL-QUR’AN
Abstract
Students who are actively involved in campus organizations often face dual pressures from academic demands and organizational responsibilities, which may trigger stress if not managed with adaptive coping skills. This study aims to evaluate the effectiveness of guided sharing sessions in enhancing stress coping abilities among student board members of LSO Tahfidz Al-Qur’an. Using a quantitative approach with a single-subject A-B-A experimental design, four selected participants took part in six intervention sessions involving group discussions, written reflections, and relaxation exercises. Pre-test results indicated a tendency toward maladaptive coping strategies, whereas post-test scores showed a significant increase in the use of adaptive coping mechanisms. The average coping score improved from 12.5 to 20.5. Qualitative data from participant reflections further supported these findings, revealing increased self-awareness and a stronger commitment to self-care. Thus, guided sharing sessions proved to be an effective and contextually relevant intervention to help students manage stress in the face of dual academic and organizational roles.
Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kerap menghadapi tekanan ganda dari tanggung jawab akademik dan kegiatan organisasi, yang dapat memicu stres jika tidak diimbangi dengan keterampilan coping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sharing session terbimbing dalam meningkatkan coping stress mahasiswa pengurus Badan Pengurus Harian (BPH) LSO Tahfidz Al-Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen single subject A-B-A pada empat subjek terpilih. Intervensi dilakukan dalam enam sesi dengan metode diskusi kelompok, refleksi, dan latihan relaksasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa subjek cenderung menggunakan coping maladaptif, sementara post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada strategi coping adaptif. Rata-rata skor coping meningkat dari 12,5 menjadi 20,5. Temuan ini diperkuat oleh data kualitatif berupa refleksi peserta yang menunjukkan peningkatan kesadaran diri dan komitmen terhadap self-care. Dengan demikian, sharing session terbimbing terbukti menjadi intervensi yang efektif dan relevan dalam membantu mahasiswa mengelola stres secara sehat di tengah peran ganda yang dijalani.

