EFEKTIVITAS KEGIATAN MERONCE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI RUMAH AUTIS KARAWANG

  • Sri Kurniasih
  • Arif Rahman Hakim
  • Regi Ramadan
Keywords: children with special needs, fine motor skills, tying

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of merging activities on the fine motor development of children with special needs (ASD and ADHD) at Rumah Autis Karawang. The activity itself involves arranging materials such as beads and seeds arranged by color, shape, and size, so that it can train children's fine motor skills. To achieve these objectives, this study used a quasi-experimental method with a one group pretest-posttest design. The sample in this study consisted of 5 children, who were selected using the total sampling technique, where the entire population was used as a sample. Furthermore The measurement instrument used was the PDMS-2 (Peabody Development Motoric Scale-2), especially in the dimension of grasping and visual motor integration, which are relevant in assessing fine motor development. The data obtained were then analyzed using paired sample t-test with the help of JASP software version 0.18.1.0. Based on the results of the analysis, it was found that the tying activity had a significant effect on children's fine motor development, with a p value = 0.001 (<0.05). Therefore, it can be concluded that the activity is effective in improving the fine motor skills of children with special needs, especially children with ASD and ADHD classifications.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan meronce terhadap perkembangan motorik halus anak berkebutuhan khusus (ASD dan ADHD) di Rumah Autis Karawang. Kegiatan meronce sendiri melibatkan penyusunan bahan seperti manik-manik dan biji-bijian yang disusun berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran, sehingga dapat melatih keterampilan motorik halus anak. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain one group pretest-posttest. Adapun sampel dalam penelitian ini terdiri dari 5 anak, yang dipilih menggunakan teknik total sampling, di mana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Selanjutnya, instrumen pengukuran yang digunakan adalah PDMS-2 (Peabody Development Motoric Scale-2), khususnya pada dimensi grasping dan visual motor integration, yang relevan dalam menilai perkembangan motorik halus. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan software JASP versi 0.18.1.0. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa kegiatan meronce efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak, dengan nilai p = 0,001 (< 0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan meronce terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan klasifikasi ASD dan ADHD.

Published
2025-08-29