https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/issue/feed Industry Xplore 2022-04-01T11:38:02+07:00 Ade Astuti Widi Rahayu industry.xplore@ubpkarawang.ac.id Open Journal Systems <div id="openAccessPolicy" align="justify"> <p>Industry Xplore adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Inudstri sebagai wadah pengembangan bidang ilmu teknik industri yang berisi hasil kajian dan penelitian Dosen, Peneliti serta Praktisi Industri. Industry Xplore terbit setahun sekali mulai tahun 2016 dan Semenjak tahun 2019 berubah menjadi 2 kali terbit dalam satu tahun</p> </div> https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/1816 SERVQUAL ANALYSIS TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI BENGKEL OMEGA LESTARI MANDIRI 2022-04-01T11:36:15+07:00 Yudha Pratama Adi Negoro yudhapratamaadi@gmail.com <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Dalam usaha melayani kebutuhan pelanggan, Bengkel Omega Lestari selalu ingin meningkatkan kualitas pelayanannya. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Dengan banyaknya kompetitor yang ada membuat Bengkel Omega Lestari harus dapat mempertahankan pelanggan yang diinginkan. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen Bengkel Omega Lestari. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 85 pelanggan bengkel. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Hasil kuesioner tersebut dianalisis dengan menggunakan metode SERVQUAL dan IPA. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Terdapat 5 dimensi yang diukur yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty.</span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">hasil, berdasarkan usulan perbaikan yang Bengkel Omega Lestari adalah evaluasi dan perbaikan dari para pekerja bengkel dan melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan bengkel maupun peralatan yang lain agar terlihat rapi,</span></span></span></span></p> <p>&nbsp;</p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kata kunci : Importance Performance Analysis; </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">kepuasan pelanggan; </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">SERVQUAL</span></span></span></span></p> 2022-03-31T18:31:10+07:00 Copyright (c) 2022 Industry Xplore https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/1897 PERAN PEMULUNG DALAM SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA (TPS) SLEMAN YOGYAKARTA 2022-04-01T11:37:42+07:00 andar dhini andardhini94@gmail.com <p><em>Every year, Indonesia faces the population growth that impacted to public growth consumption and it is conduces the amount of litters.&nbsp; The scavenger indicated as an important role to detract the volume of litter from the initial sources. The research aims to indicate&nbsp; the&nbsp; scavengers&nbsp; performances&nbsp; who&nbsp; are&nbsp; responsible&nbsp; to&nbsp; reduce&nbsp; and&nbsp; sort&nbsp; the litters. The&nbsp; temporary&nbsp; disposal&nbsp; garbage&nbsp; known&nbsp; as&nbsp; TPS&nbsp; is&nbsp; one&nbsp; of&nbsp; the&nbsp; initial&nbsp; sources&nbsp; take place. TPS Condongcatur, TPS Tridadi and TPS Tambakboyo have the highest volume litters in Sleman, Yogyakarta. These three places used as the samples to this research. </em></p> <p><em>The method was adapted through SNI 19-3964-1994 followed by interview sections and questionnaires.&nbsp; This study took 8 days sequential and the total scavengers has interviewed was 17 people for all the places. </em></p> <p><em>The&nbsp; outcome&nbsp; of&nbsp; this&nbsp; study&nbsp; shown&nbsp; that&nbsp; the&nbsp; average&nbsp; of&nbsp; garbage&nbsp; volume&nbsp; in&nbsp; TPS Condongcatur was 18,86m³/days. TPS Tridadi has 16,31m³/days and TPS Tambakboyo 25,66m³/days for the average of garbage volumes.&nbsp; Whilst, The&nbsp; garbage&nbsp; percentage&nbsp; volume&nbsp; that sorted&nbsp; by&nbsp; scavengers&nbsp; in&nbsp; TPS&nbsp; Condongcatur&nbsp; was&nbsp; 5,4%&nbsp; meanwhile&nbsp; in&nbsp; TPS&nbsp; Tridadi&nbsp; was 8,23%&nbsp; and&nbsp; Tambakboyo&nbsp; was&nbsp; 22,1%.&nbsp; The&nbsp; average&nbsp; litter&nbsp; residues&nbsp; was&nbsp; 8,44%&nbsp; for&nbsp; TPS Condongcatur, TPS Tridadi was 8,05% and TPS Tambakboyo was 7,94%. The residuals garbage was opium by trucks while picked the garbage up. </em></p> <p>&nbsp;</p> 2022-03-31T16:14:49+07:00 Copyright (c) 2022 Industry Xplore https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/2110 IMPLEMENTASI ARC DAN ARD UNTUK MENURUNKAN OMH PADA DESAIN ULANG TATA LETAK FASILITAS LABORATORIUM 2022-04-01T11:37:21+07:00 Sonny Aji sonny.nugroho@dsn.ubharajaya.ac.id <p><em>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aliran perpindahan material untuk menghasilkan tata letak fasilitas laboratorium Quality Control pada perusahaan farmasi, untuk mengurangi jarak perpindahan dan ongkos material handling (OMH) atau biaya penanganan material. &nbsp;Permasalahan yang dihadapi pada tata letak awal laboratorium ini adalah aliran proses pada area kerja laboratorium yang tidak tersusun dengan baik.&nbsp; Jarak antar area masih belum efisien sehingga berpengaruh pada integrasi pekerjaan yang ada pada aliran proses kerja.&nbsp; Ketidakefisienan akibat jarak antar area ini mengakibatkan timbulnya biaya penanganan material yang cukup besar.&nbsp; Activity Relationship Chart (ARC) dan Activity Relationship Diagram (ARD) dilakukan berdasarkan derajat kedekatan antar fasilitas untuk kemudian dibuat tata letak usulan. &nbsp;Desain ulang tata letak fasilitas laboratorium dilakukan untuk menurunkan jarak perpindahan dan biaya penanganan material.&nbsp; Hasil penelitian dengan menggunakan ARC dan ARD didapatkan penurunan jarak perpindahan menjadi 1.718,10 meter dan biaya penanganan material (OMH) sebesar Rp2.772.240,26.&nbsp; Efisiensi yang dihasilkan pada layout usulan adalah sebesar 42,24% dari layout awal.</em></p> 2022-03-31T17:37:37+07:00 Copyright (c) 2022 Industry Xplore https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/2215 ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA STASIUN PENGISIAN LPG DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY 2022-04-01T11:36:59+07:00 Fadli Perdana mohammad.fadli@ubpkarawang.ac.id <p>Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang penting dan perlu diperhatikan oleh perusahaan. Terutama dalam melakukan pekerjaan yang memiliki potensi kecelakaan kerja yang cukup besar, yaitu aktifitas pengisian tabung gas LPG. Perlunya sebuah manajemen risiko pada area kerja tersebut&nbsp; guna untuk melakukan identifikasi dan analisa terhadap potensi kecelakaan kerja yang terdapat pada stasiun pengisian tabung gas LPG. Pada penelitian ini identifikasi risiko dilakukan dengan menggunakan metode <em>Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control</em> (HIRARC). Dan pada tahap analisis risiko dilakukan dengan menggunakan metode <em>Fault Tree Analysis, Event Tree Analysis</em> dan <em>Fuzzy</em> untuk mendapatkan nilai risiko yang lebih akurat. Pada tahap selanjutnya yaitu menentukan prioritas risiko sebelum menerapkan mitigasi untuk pencegahan risiko yaitu dengan matriks risiko. Hasil dari analisis risiko yang telah dilakukan kemudian akan dilakukan penerapan proses mitigasi atau tindakan prefentif yang diterapkan berdasarkan matriks risiko yang pada penelitian ini didapatkan sejumlah 5 jenis risiko utama dengan 13 faktor yang teridentifikasi. Berdasarkan hasil identifikasi risiko potensi kecelakaan kerja, analisis, dan mitigasi yang dilakukan maka diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut.</p> 2022-03-31T17:43:02+07:00 Copyright (c) 2022 Industry Xplore https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/2217 IDENTIFIKASI PROSES PRODUKSI TROLI PADA KEGIATAN PRAKTIKUM SISTEM PRODUKSI PRODI TEKNIK INDUSTRI UBP KARAWANG 2022-04-01T11:36:37+07:00 Farida Risqi Nur Safitri farida.risqi@ubpkarawang.ac.id <p><em>Suatu produk atau komponen akan dibuat sendiri, maka diperlukan tahapan untuk menentukan bagaimana produk atau komponen tersebut akan diproduksi. Produk atau komponen yang berbeda, biasanya membutuhkan teknologi, mesin, peralatan dan proses kerja yang berbeda. Analisis proses produk memberikan deskripsi secara detil tentang proses produksi dan perakitan setiap komponen, waktu produksi, material serta peralatan yang dibutuhkan. Dalam melakukan analisis proses, selain assembly chart dan route sheet,diperlukan alat analisis lainnya seperti peta proses operasi (operation process chart/OPC). Peta kerja ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk memberikan informasi kegiatan kerja produksi secara sistematis. Melalui peta ini,setiap langkah dan perlakuan terhadap suatu benda kerja dapat dianalisis. Para pekerja dan operator akan mengetahui kapan harus memulai aktifitas berikutnya dengan menngacu kepada penanda yang diberikan sistem Kanban, yang dapat berupa kartu, kontainer, email, atau pesan elektronik lainnya</em></p> 2022-03-31T17:56:05+07:00 Copyright (c) 2022 Industry Xplore https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/2220 Industry Xplore 2022-04-01T11:38:02+07:00 Iskandar Zulkarnaen iskandar.zulkarnaen@dsn.ubharajaya.ac.id <p>Penelitian ini membahas tentang identifikasi serta eliminasi waste <em>(waste) </em>di produksi akhir Perusahaan Manufacturing Casting, untuk meningkatkan produktivitas serta mengoptimalkan sumber daya yang ada pada proses produksi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi <em>waste </em>pada proses produksi, proses identifikasi <em>waste </em>dilakukan dengan metode <em>waste assessment model </em>dengan tujuan menyederhanakan pencarian permasalahan dan obyektifitas penelitian, selanjutnya untuk menentukan <em>tools </em>yang tepat dalam melakukan analisis dan eliminasi <em>waste </em>secara lebih detail digunakan metode <em>value stream analysis tools</em>. Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasi 3 <em>waste </em>terbesar di finishing line yaitu <em>waste defect </em>dengan persentase 20.61% kemudian <em>waste over production </em>dengan persentase 16.3 % serta <em>waste inventory </em>dengan persentase 15.3% berdasarkan metode <em>waste assessment model</em>. Selanjutnya berdasarkan metode <em>value stream analysis tools</em>, <em>proses activity mapping </em>menempati urutan pertama dengan persentase 32.96%. Rekomendasi perbaikannya adalah penggabungan <em>quality control </em>Inspeksi 1 dan <em>quality control sampling Inpeksi crack </em>pada proses produksi <em>Fly wheel</em> dan <em>big hub</em> dengan <em>relayout </em>line finishing big hub serta menerapkan konsep fifo pada penempatan dan pengambilan produk WIP. Metode <em>waste assessment model </em>dan <em>value stream analysis tools </em>menjadi salah satu usulan dalam mengidentifikasi serta mengeliminasi <em>waste </em>di finishing line Perusahaan Manufacturing Casting</p> <p>&nbsp;</p> 2022-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Industry Xplore