https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/issue/feed Industry Xplore 2021-04-16T12:43:25+07:00 Anisa industry.xplore@ubpkarawang.ac.id Open Journal Systems <div id="openAccessPolicy" align="justify"> <p>Industry Xplore adalah Jurnal Ilmiah Teknik Industri, FTIK, Universitas Buana Perjuangan Karawang, sebagai wadah pengembangan bidang ilmu Teknik dan Manajemen Industri, berisi hasil kajian dan penelitian dari Dosen, Peneliti, serta Praktisi Industri. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Teknik Industri dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Industry Xplore mulai terbit pada tahun 2016 dan sampai tahun 2019 telah mencapai 4 volume.</p> </div> https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/1367 HOW COVID-19 OUTBREAK PANDEMIC PROVOKES INDUSTRIAL ACTIVITY ALTERATION IN KARAWANG 2021-04-16T11:30:34+07:00 Aris Insan Waluya aris.waluyo@ubpkarawang.ac.id <p>In early 2020, COVID-19 was present and changed the socio-economic order of the community. All sectors were affected as well as industrial sectors for both manufacturing and services. The business' operation has changed to comply with health protocols to prevent the spread of the coronavirus. The impacts of the COVID-19 in the industry identified in this study were decreased income, supply chain disruption, the onset of free time at work, and implementation of health protocols. This impact caused changes in activities in the form of reduced working hours, reduction of workers, material and process efficiency, increased lead time and delays in distribution, physical distancing, activities to prevent exposure to COVID-19, disinfection activities in companies, early detection of COVID-19, and increased employee immunity. Strategies that can be carried out are building a commitment to maintaining discipline in implementing health protocols, utilizing digital technology (internet of things) to expand the market, and implementing a lean strategy to achieve efficiency or save resources.</p> 2021-03-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Industry Xplore https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/1381 Annisa Indah Pratiwi PENGENDALIAN KUALITAS PADA PROSES PENERIMAAN BARANG UNTUK MENURUNKAN DEFECT PRODUCT DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA (Studi Kasus di Perusahaan Jasa Pergudangan dan Logistik Propinsi Jawa Barat) 2021-04-16T11:32:00+07:00 Annisa Indah Pratiwi dewihadetia7@gmail.com <p><em>Kemajuan teknologi yang didorong oleh revolusi industri 4.0 berdampak pada kemajuan suatu bisnis global termasuk di Indonesia. Salah satu perusahaan yang bedampak yaitu Perusahaan Logistik. Dalam penelitian ini dilakukan pada Perusahaan logistik merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pergudangan dan logistik atau 3PL (third party logistic service providers). Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data dengan pendekatan konsep Six Sigma DMAIC dan metode Fault Tree Analysis serta Failure Mode and Effect Analysis maka diketahui bahwa terdapat lima jenis produk dengan jumlah defect tertinggi selama periode enam bulan terakhir yaitu produk ER180, IA195, IA120, SL235 dan IA220. Dengan menggunakan diagram pareto, diketahui produk ER180 merupakan produk yang mempunyai persentase defect tertinggi diantara produk lain yaitu sebanyak 52%. Hasil pengolahan perhitungan DPMO dan sigma diperoleh rata-rata nilai DPMO sebesar 185,68538 kegagalan per satu juta dan level sigmanya sekitar 5,06 dengan tingkat COPQ sebesar 5-15% dari total pendapatan. Berdasarkan analisis data menggunakan Failure Mode and Effect Analysis terdapat enam jenis cacat produk yaitu kemasan penyok, karton luar rusak, produk bocor, produk busuk, dimensi produk tidak sesuai dan kemasan polos. Selain itu penyebab utama terjadinya produk defect berdasarkan akumulasi nilai RPN yaitu faktor operator MHE yang tidak hati-hati, penggunaan pallet kayu yang rusak dan kurangnya pencahayaan di area kerja. Berdasarkan analisis menggunakan FTA dan FMEA maka ada beberapa usulan perbaikan kualitas yang dapat dilakukan oleh pihak perusahaan, diantaranya mengadakan pelatihan dan training agar pengetahuan dan skill karyawan meningkat, pemilihan palet yang sesuai standar sebelum digunakan dan penambahan lampu pencahayaan pada area kerja.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em>Kualitas, Gudang, Six sigma, FTA, FMEA</em></p> 2021-03-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Industry Xplore https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/1309 PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARUNG PLASTIK (WOVEN) DI PT XYZ DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) 2021-04-16T11:56:26+07:00 Suparjo Suparjo suparjo@itats.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Persediaan bahan baku merupakan salah satu faktor penting dalam proses produksi. Kekurangan bahan baku akan berakibat pada terhambatnya proses produksi, sebaliknya kelebihan bahan baku akan berakibat pada membengkaknya biaya penyimpanan dan biaya lainnya. Melalui pengendalian persediaan yang optimal, perusahaan dapat menentukan kuantitas pemesanan yang tepat dengan meminimalkan biaya persediaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku yang diterapkan oleh PT. XYZ. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan memaparkan bagaimana pengendalian persediaan bahan baku yang diterapkan perusahaan lewat data yang diperoleh dan dianalisis menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil analisis dan wawancara. Dari hasil perhitungan metode EOQ dan kebijakan yang dilakukan perusahaan mengalami selisih biaya yang cukup banyak, pada biaya pemesanan bahan baku Polypropyline, Caco3, dan Additives dengan selisih biaya sebanyak 40 %. Oleh karena itu perusahaan dapat menggunakan strategi pengendalian untuk pemesanan bahan baku dengan metode EOQ untuk bahan baku produksi <em>Woven</em> yang mengalami pengeluaran optimal dibanding strategi yang digunakan oleh perusahaan sebelumnya.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci : Persediaan Bahan Baku, EOQ</p> 2021-03-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Industry Xplore https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/1297 SIMULASI PROSES PRODUKSI KUE ALI (LEDRAM) PAK BEBEN DI DESA LEMAH DUHUR, TEMPURAN, KABUPATEN KARAWANG 2021-04-16T11:38:04+07:00 AMELIA NUR FARIZA FARIZA amelia.nur@ubpkarawang.ac.id ANNISA INDAH PRATIWI annisa.indah@ubpkarawang.ac.id <p><em>Kue Ali (ledram) merupakan salah satu makanan khas Karawang yang berbentuk seperti donat yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula merah. Usaha Kue Ali (ledram) Pak Beben </em><em>berdiri sejak tahun 2000 yang berlokasi di Dusun Jarakah, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Usaha kue Ali (ledram) Pak Beben merupakan salah satu usaha kuliner yang masih bertahan di tengah pandemi ini. Proses pembuatan kue Ali (ledram)</em><em> Pak Beben masih tergolong tradisional dengan masih mengandalkan tenaga kerja. </em><em>Langkah pembuatan kue Ali (ledram) dimulai dari menyiapkan bahan, memasak air santan, gula merah</em><em>, dan gula pasir. Selanjutnya dilakukan proses </em><em>pencampuran tepung beras ke dalam adonan santan dan gula, lalu dilanjutkan dengan proses</em><em> pencetakan kue dan proses penggorengan. Tahap terakhir dari pembuatan kue Ali (ledram) adalah proses pengemasan dan pengiriman. Dari hasil observasi di lapangan, kemudian dilakukan analisis untuk pembuatan model konseptual dan simulasi. Simulasi proses produksi kue Ali (ledram) dilakukan dengan menggunakan software ProModel. Hasil simulasi menunjukkan tingginya tingkat kegagalan pengiriman kue. Selanjutnya dibuat skenario perbaikan untuk sistem yang sudah berjalan yaitu </em><em>dengan menambahkan man power. Hasil simulasi dari sistem improvement</em><em>, </em><em>terlihat </em><em>bahwa tidak adanya kegagalan pengiriman pada aliran proses pengiriman kue. Proses transfer kue siap kemas ke kue siap kirim lancar</em><em>, tidak terjadi penumpukan atau over kapasitas.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: proses pembuatan kue Ali (ledram); simulasi; ProModel;</p> 2021-03-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Industry Xplore https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/1285 Implementasi Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Proses Penilaian Kinerja Pemasok 2021-04-16T11:39:12+07:00 Dian Eko Hari Purnomo dian.eko.hari.p@gmail.com <p>Penilaian kinerja pemasok merupakan keputusan yang penting dalam suatu perusahaan, karena akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis yang sangat kompetitif. PT. JQK sedang melakukan pemilihan supplier yang akan memasok bahan baku kayu mahoni dengan lima pemasok, yaitu Manggala Jati, UD. Jati Mukti, Toko Kayu Jati”Mukti”, Gunung Hijau, dan Indah Sentosa.</p> <p>Dalam penelitian ini penilaian kinerja pemasok terbaik menggunakan metode <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP). Metode ini didasarkan pada konsep perbandingan berpasangan untuk setiap hirarki yang ada pada struktur hirarki yang ada. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan ini ada 3 kriteria dan 6 sub kriteria yang mendukung setiap kriteria. Kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk penilaian kinerja pemasok adalah waktu, kualitas, dan harga. Sub kriteria yang dapat digunakan dalam untuk penilaian kinerja pemasok adalah pengiriman tepat waktu, <em>lead time, </em>spesifikasi bahan baku, jumlah bahan baku, harga pembelian bahan baku, dan biaya transportasi.</p> <p>Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode AHP, maka pemasok yang mempunyai nilai terbaik adalah pemasok “Indah Sentosa”, yang mana nilainya adalah 0,344 atau 34,420%.</p> 2021-03-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Industry Xplore https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/1312 Perbandingan Dua Produk Digital Control System (DCS) 2021-04-16T12:43:25+07:00 Dicky Suryapranatha dicky.suryapranatha@ubpkarawang.ac.id <p><em>Digital Control System (DCS) merupakan alat yang sangat penting untuk perusahaan manufaktur yang menerapkan sistem otomasi dalam proses produksinya, sehingga perusahaan harus berhati hati saat memutuskan untuk pembelian alat DCS yang ditawarkan oleh vendor</em></p> <p><em>Penulisan ini bertujuan untuk Benchmarking dua alat Digital Control System(DCS) yang diproduksi oleh dua perusahaan internasional dengan menggunakan variable pembanding temperatur, Kecepatan proses data dan kecepatan transfer dat. Setelah data yang dikumpulkan di uji Validitas dan Realibilitas, selanjutnya dilakukan Uji T untuk membandikan variabel variabel tersebut serta dilakukan perbandigan langsung spesifiksi material dari kedua alat tersebut..</em></p> <p><em>Hasil studi Benchmarking menunjukan bahwa ada perbedaan pada variabel temperatur dan kecepatan proses data antara kedua alat DCS, sedangkan untuk variabel kecepatan transfer data tidak ada perbedaan antara kedua alat tersebut. Perbedaan tersebut terjadi akikat proses komputasi data semakin banyak diperlukan komputasi data maka temperatur akan meningkat dan untuk kecapatan proses data tidak ada perbedaan karena menggunakan teknologi yang sama.</em></p> <p><em>Untuk meningkatkan kemampuan dari alat DCS maka diperlukan Redesign untuk kontroler,design panel dan pengunnan teknologi transfer data terbaru serta sistem keamanan data dalam transfer data</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci</strong><strong>:</strong> Benchmarking, <em>Digital Control System</em>, Temperatur, Kecepatan proses, KecepatanTransfer,</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>T Test</em> ,<em>Tool Specification</em></p> 2021-03-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Industry Xplore