Main Article Content

Abstract

Ryff & Singer (2008) mendefinisikan kesejahteraan psikologi sebagai suatu realisasi atas pengembangan potensi pribadi secara utuh. Tujuan dalam studi penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kesejahteraan psikologis pada dewasa awal dengan status sebagai seorang pengangguran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunkan teknik wawancara. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pria/wanita yang berstatus pengagguran dan berumur 18-27 tahun (Dewasa Awal). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa subjek pertama dan subjek kedua memiliki kesejahteraan psikologis yang berbeda. Subjek pertama memiliki kesejahteraan psikologis yang kurang baik dan subjek kedua memiliki  kesejahteraan psikologis yang baik.


Ryff & Singer (2008) define psychological well-being as the realization of the development of complete personal potential. The aim of this research study is to find out the psychological well-being of young adults with the status of being unemployed. The research method used in this research is a descriptive qualitative research method. The data collection technique in this research is using interview techniques. The criteria used in this research are: men/women who are unemployed and aged 18-27 years (Early Adult). The research results concluded that the first subject and the second subject had different psychological well-being. The first subject has poor psychological well-being and the second subject has good psychological well-being

Keywords

Kesejahteraan Psikologis, Dewasa Awal, Pengangguran

Article Details

References

  1. Awaliyah, A., dan Listiyandini, R. A. (2017). Pengaruh Rasa Kesadaran terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa. Jurnal Psikogenesis, 5 (2), 89 – 101.
  2. BPS.(2021b).Tingkat pengangguran terbuka berdasarkan kelompok umur 2019-2021.Retrievedfromhttps://www.bps.go.id/indicator/6/1180/1/tingkat-pengangguran-terbuka-berdasarkan-kelompok-umur. html
  3. Disnaker. (2019). Masalah Tenaga Kerja Dan Lapangan Kerja. Retrieved fromhttps://disnaker.bulelengkab.go.id/ artikel/ masalah-tenaga-kerja-dan-lapangan-kerja-32.
  4. Hultman, B., Hemlin, S., & Olof Hörnquist, J. (2006). Kualitas hidup di kalangan pengangguran dan pekerja di Swedia utara. Apakah ada perbedaan?. Kerja , 26 (1), 47-56.
  5. Hurlock, E. B. (1996). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
  6. Hurlock,E.B.(2009).Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (5thed.). Erlangga.
  7. Isnaini, N. S., & Lestari, R. (2015). Kecemasan Pada Pengangguran Terdidik Lulusan Universitas. Jurnal Indigenous, 13 (1), 39 – 50.
  8. Kahneman, D., Diener, E., & Schwarz, N. (Eds.). (1999). Well-being: Foundations of hedonic psychology. Russell Sage Foundation.
  9. Khoirunnisa, A., & Ratnaningsih, I. Z. (2016). Optimisme dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Jurnal empati, 5(1), 1-4.
  10. Ryff, C. D., & Singer, B. H. (2008). Know thyself and become what you are: A eudaimonic approach to psychological well-being. Journal of Happiness Studies, 9, 13–39.
  11. Santrock, J, W, (2011). Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup) Jakarta:Erlangga.
  12. Sukirno,S.(2006).Makroekonomiteoripengantar.PTRajaGrafindoPersada.
  13. Yanuar.(2009).Ekonomimakro:SuatuAnalisisUntukKonteksIndonesia(1sted.).YayasanMpuAjarArtha.