ASAH, ASIH, ASUH: Pembelajaran Kooperatif Sebagai Upaya Meningkatkan Kreatifitas dan Motivasi Belajar Anak di Panti Asuhan Darul Hasanah Karawang

  • Cempaka Putrie Dimala Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Panti asuhan di Indonesia merupakan panti asuhan dengan jumlah terbanyak di seluruh dunia. Minnis, Everet, Pelosi, Dunn, dan Knapp (2006) menyatakan bahwa anak-anak panti asuhan diidentifikasi sering mengalami masalah perilaku dan emosional. Simpulan ini didasari pemikiran bahwa anak-anak yang dikirim ke panti asuhan adalah mereka yang berasal dari keluarga atau kondisi yang bermasalah. Akan tetapi kurangnya tenaga pengajar atau pengasuh di panti asuhan yang berdampak pada kurangnya perhatian secara intensif pada anak-anak di panti asuhan, dan ditambah kondisi saat ini sedang dilanda pandemi membuat anak-anak panti asuhan semakin dibatasi setiap kegiatannya. Oleh karena itu perlu diadakan proses pembelajaran di panti asuhan untuk meningkatkan motivasi belajar, produktivitas dan kreativitas anak di panti asuhan. Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan program kreativitas non-akademik pelatihan kepada anak-anak di panti asuhan dengan melakukan metode belajar sambil bermain dengan teman-temannya (kooperatif learning). Program pembelajaran kooperatif terbagi menjadi enam termin. kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan mengenai pembelajaran kooperatif untuk anak-anak di panti asuhan melalui kegiatan yang dikemas dengan unik dan menarik serta mampu meningkatkan kreativitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan selama 8 minggu pelaksanaan. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok- kelompok. Secara deskriptif nilai mean pre-tes (70.00) yang lebih kecil dari mean post-tes (90.63) menjelaskan bahwa kemampuan anak-anak panti asuhan dalam memahami materi setelah diterapkan kooperatif learning meningkat. Hasil analisis inferensial dengan melakukan uji t diperoleh nilai P = 0.000 lebih kecil dari taraf nyata 0.05, artinya hipotesis nol ditolak, ini menunjukkan telah terjadi peningkatan yang signifikan dari kemampuan anak-anak panti asuhan dalam memahami materi himpunan, sehingga terjadi peningkatan motivasi dalam belajar yang akan membantunya dalam proses belajar.

Published
2022-03-31