EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KATUK SEBAGAI BIOSURFAKTAN PADA PRODUK SABUN NON-SLS RAMAH LINGKUNGAN

  • Iin Lidia Putama Mursak Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Ni Yuniarsih Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Farhamzah Farhamzah Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

abun merupakan salah satu produk kebersihan utama bagi masyarakat. Kemunculan pandemi Covid-19 meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan sehingga sejalan dengan peningkatan konsumsi sediaan sabun. SLS (sodium lauryl sulfate) merupakan jenis surfaktan yang menjadi zat aktif yang terdapat pada umumnya produk sabun komersil yang beredar di pasaran. Pengabdian masyarakat mengenai edukasi pemanfaatan daun katuk sebagai biosurfaktan pada produk sabun non-SLS ramah lingkungan dilaksanakan di Perumahan Bumi Mahkota Baru Indah 2 Blok E4 No 14. Pangulah Utara. Kecamatan Kota Baru. Cikampek, Karawang. Pelaksanaan abdimas dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai produk sabun non SLS ramah lingkungan, mengedukasi masyarakat tentang bahan-bahan alam yang banyak terdapat di Karawang khususnya daun katuk sebagai alternatif surfaktan alami serta mensosialisasikan rencana jangka panjang dari road map pengabdian dalam pengembangan produk sabun non-SLS dengan tujuan akhir dapat dikembangkan menjadi salah satu produk dalam pemberdayaan perekonomian masyarakat.

Published
2022-03-31