WEBINAR MENGATASI PARENTAL BURNOUT DENGAN PEACEFUL PARENTING: MENJALIN KONEKSI DENGAN KOMUNIKASI EMPATIK PADA ORANG TUA MURID KB/TK/SD ISLAM AL AZHAR KARAWANG

  • Dinda Aisha Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Puspa Rahayu Utami Rahman Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Masa pandemi Covid-19 ini merupakan masa yang tidak mudah bagi semua orang yang ada di dunia karena berdampak pada kehidupan sehari-hari mulai dari ekonomi, pendidikan, gaya hidup, betambahnya beban dan peran serta perlu melakukan proses adaptasi. Di dalam keluarga, khususnya ibu, pastinya kondisi pandemi ini memberikan tekanan tersendiri. Salah satunya adalah dengan bertambahnya beban peran yaitu menemani atau bahkan mengajarkan anak sekolah selama anak melakukan pembelajaran daring di rumah. Dengan bertambahnya beban ini, tidak menutup kemungkinan ibu menjadi lebih merasa tertekan dan menimbulkan stres negatif atau bahkan sampai mengalami parental burnout yaitu kondisi dimana stres yang relatif panjang dan tidak kunjung diselesaikan. Ketika seorang ibu mengalami stress atau parental burnout ketika menghadapi anak, maka ia cenderung akan merespon yang negatif pula, bahkan bisa sampai melakukan tindak kekerasan baik verbal maupun fisik. Kondisi seperti ini akan menimbulkan terputusnya koneksi antara orang tua dan anak yang mana tidak menutup kemungkinan akan muncul permasalahan-permasalahan lainnya. Dengan latar belakang ini, dapat dilihat bahwa dibutuhkan psikoedukasi yang mengangkat tema mengatasi parental burnout dengan peaceful parenting yaitu menjalin kembali koneksi antara orang tua dan anak mengunakan teknik komunikasi empatik yang terdiri dari mendengar aktif dan teknik I-Message.

Published
2022-03-31