OPTIMALISASI PENGELOLAAN UKM DI DESA KUTAMANEUH KECAMATAN TEGALWARU KABUPATEN KARAWANG MELALUI ANALISIS SWOT

  • Dexi Triadinda Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Muhammad Farid Harthi Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Aditya Kurniawan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Usaha kecil dan menengah (UKM) memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional, karena perannya dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, serta perannya dalam pengembangan distribusi produk. Selama krisis ekonomi yang terjadi selama pandemic covid sejak dua tahun yang lalu perlu adanya optimalisasi pengelolaan UKM agar tidak semakin tertinggal. Pengelolaan dan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak agar UKM dapat berpotensi untuk maju dan berkembang mendorong perekonomian daerah, karena ketika krisis ekonomi melanda Indonesia, sebelumnya UKM telah membuktikan ketangguhannya dan menyelamatkan bangsa dengan membantu berputarnya roda perekonomian negara. Namun demikian, UKM di Indonesia pada umumnya masih tergantung pada karakteristik dari komoditas yang diusahakan, sehingga kendala- kendala yang sering ditemukan tidak lepas dari berbagai kendala teknis, teknologis, manajemen, pemasaran, sosial dan kelembagaan, informasi dan keuangan. Hal ini terkait erat dengan masalah mutu sumber daya manusia (SDM) dengan tingkat pendidikan terbatas (sebagian besar setingkat SD 545 jiwa dan SMP 253 jiwa) dan legalitas badan usaha yang dikelolanya, serta masih lemahnya keberpihakan. Tujuan kajian adalah menyusun strategi pengelolaan yang sesuai bagi pengembangan UKM melalui analisis SWOT. Penelitian ini dilakukan di beberapa UKM yang ada di Desa Kutamaneuh Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, dengan kriteria bidang usaha makanan dan kerajinan. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif (analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats atau SWOT kualitatif). Berdasarkan analisis SWOT yang dilakukan, diperoleh strategi untuk memberikan pelatihan pada semua aspek, mengingat masih banyaknya kekurangan yang dimiliki UKM. Dari Aspek Manajemen Sumberdaya manusia masih perlu diberi pelatihan mengenai ketrampilan UKM, dari aspek Pemasaran perlu mengenalkan teknologi informasi yang merupakan pendekatan pemasaran berbasis teknologi informasi, sehingga UKM mampu memperluas wilayah pemasaran. Dalam manajemen produksi masih diperlukan peralatan yang sangat mendukung produksi UKM dan dari aspek Keuangan perlu untuk memberikan pelatihan pembukuan sederhana dan pengelolaan keuangan.

Published
2022-03-31