KONSEP PENGEMBANGAN INOVASI KERIPIK GADUNG, DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TEGALLEGA, KECAMATAN CIAMPEL, KABUPATEN KARAWANG

  • Khoirudin Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Desa Tegallega merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Ciampel, Kabupaten
Karawang, Provinsi Jawa barat, Indonesia. UMKM merupakan salah satu tonggak
perekonomian masyarakat setempat. Meskipun pada kenyataannya sebagian besar usaha UMKM
masih berjalan ala kadarnya dan masih skala kecil, namun tidak dapat dipungkiri jika sektor
UMKM ini sangat berperan bagi perekonomian masyarakat setempat. UMKM kripik gadung di
desa Tegallega merupakan salah satu UMKM yang bisa meningkatkan perekonemian
masyarakat setempat. Proses pembuatan kripik gadung masih sangat tradisional sehingga
membutuhkan waktu sekitar 6 hari agar menghasilkan kripik gadung yang siap dipasarkan.
Kegiatan yang akan dilakukan adalah pembinaan dan pembimbingan berupa memberikan
penyuluhan dalam setiap permasalahan yang ada, memberikan contoh Inovasi produk, dan
kemasan. Selanjutnya akan terus melakukan pendampingan untuk memfasilitasi semua
kebutuhan mitra dalam pemberdayaan keripik gadung ini. Target Luaran lainnya adalah
peningkatan keberdayaan mitra sesuai permasalahan yang dihadapai oleh UMKM keripik
Gadung, yaitu pengetahuan, keterampilan dari mitra meningkat, begitu juga dengan Kualitas
produk, jumlah produk, kapasitas produksi, jumlah asset, jumlah omset, jumlah tenaga kerja, dan
kemampuan manajemen meningkat.
Kata kunci : Desa tegallega, potensi desa, keripik gadung

Tegallega Village is one of the villages in Ciampel District, Karawang Regency, West Java
Province, Indonesia. UMKM is one of the pillars of the local community's economy. Even though
in fact most of the UMKM businesses are still running perfunctorily and are still on a small scale,
it cannot be denied that the UMKM sector plays a very important role in the economy of the local
community. Gadung kripik UMKM in Tegallega village is one of the UMKM that can improve the
economy of the local community. The process of making gadung chips is still very traditional, so it
takes about 6 days to produce gadung chips that are ready to be marketed. Activities that will be
carried out are coaching and mentoring in the form of providing counseling on any existing
problems, providing examples of product innovation, and packaging. Furthermore, we will
continue to provide assistance to facilitate all partners' needs in empowering these gadung chips.
Another target output is increasing partner empowerment according to the problems faced by
Gadung chips UMKM, namely increased knowledge, skills from partners, as well as product
quality, number of products, production capacity, number of assets, total turnover, number of
workers, and increased management capabilities
Keywords : Tegallega village, village potential, gadung chips

Published
2021-07-21