PENGEMBANGAN POTENSI DESA BALONGSARI KECAMATAN RAWAMERTA KABUPATEN KARAWANG DALAM PEMASARAN PRODUK UMKM OPAK KETAN

  • Weni Tri Sasmi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Desa Balongsari memiliki potensi lokal yang belum sepenuhnya di kelola secara
maksimal oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. Tentunya pemanfaatan
potensi lokal harus didukung dengan sumber daya manusia yang memadai pula.
Masyarakat di desa Balongsari mayoritas bekerja sebagai buruh tani. Potensi lokal
yang dimiliki Desa Balongsari di antaranya adalah adanya tempat wisata situssitus
monumen bersejarah dan juga memiliki beberapa makanan khas daerah
terutama opak ketan. Jika saja potensi yang dimiliki itu dapat di kelola secara
maksimal di harapkan nantinya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa
Balongsari dapat meningkat. Potensi yang terdapat di Desa Balongsari adalah
adanya UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang memproduksi makanan
tradisional yaitu Opak ketan yang sudah dikenal oleh penduduk sekitar,
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemilik UMKM yaitu bapak Tarmin,
usaha tersebut sudah berjalan sejak tahun 1988 hingga sekarang usaha ini sudah
32 tahun dijalankan. Permasalahan yang terjadi di adalah kurangnya promosi
melalui media sosial sehingga pemilik UMKM belum memanfaatkan teknologi
yang saat ini berkembang pesat. Promosi media sosial merupakan hal yang sangat
penting agar produk lebih di kenal lagi oleh masyarakat luas dan usaha lebih
berkembang hingga banyak menarik kosnumen dan konsumen tertarik ingin
mengetahui lebih detail mengenai produk yang ditawarkan.
Kata Kunci : pengabdian, masyarakat, potensi, desa

Balongsari village has local potential that has not been fully managed by the
community and local government. Therefore, the utilization of local potential must
be supported by adequate human resources. The majority of people in Balongsari
village work as farm laborers. The local potential of Balongsari Village includes
tourist attractions for historical monument sites and has several regional
specialties, especially opak ketan. If this potential can be managed optimally, it is
hoped that the economy and welfare of the Balongsari village community can
increase. The potential in Balongsari Village is the existence of MSMEs (Micro,
Small and Medium Enterprises) which produce traditional food, namely opak
ketan which is well known to the surrounding population. Based on information
obtained from the owner of the UMKM, Mr. Tarmin, this business has been
running since 1988 until now (32 years). The problem that occurs is the lack of
promotion through social media because MSME owners have not utilized rapidly
developing technology. Social media promotion is very important so that products
are better known by the wider community and businesses are more developed so
that many consumers attract and consumers are interested in knowing more
details about the products offered.
Keywords: community dedication, potential, village

Published
2021-07-21