PSIKOEDUKASI SEKSUAL DINI DAN PERLINDUNGAN DIRI DARI PELECEHAN SEKSUAL DI KARANGPAWITAN

  • Randwitya Ayu Ganis Hemasti Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Seiring perkembangan teknologi informasi, di mana anak-anak dapat memperoleh
informasi dengan mudah, maka sudah sepantasnya orangtua membuka rasa segan, risih
dan tabu tersebut, sebelum anak-anak memperoleh pengertian mereka sendiri mengenai
seks yang tidak sesuai dengan yang norma susila, tubuh serta moral. Dengan
membicarakan seks dengan anak, kita membantu anak-anak untuk mengembangkan
perilaku seks yang sehat dan mengajarkan pemikiran tentang seks yang
bertanggungjawab. Pendidikan seks dengan anak sejak dini adalah penting dalam tumbuh
kembang anak kita, serta termasuk di dalamnya menjawab pertanyaan anak-anak kita
secara jujur, dengan mempertimbangkan kematangan dalam usianya ketika mengajukan
pertanyaan seputar seks.. Tujuan pendidikan seks sesuai usia perkembangan pun berbedabeda.
Seperti pada usia balita, tujuannya adalah untuk memperkenalkan organ seks yang
dimiliki. Menurut Choirudin (2008) mengungkapkan bahwa anak harus diajarkan 3L yaitu
Latih anak untuk mengenali organ seksual dengan bahasa sederhana, Larang orang lain
untuk menyentuh atau meraba organ seksual, Lapor pada orang tua atau guru jika
pelecehan tersebut terjadi. Kegiatan ini dilakukan di Karangpawitan, Karawang.
Kata kunci : Perlindungan Diri, Pendidikan seksual, Anak

Along with the development of information technology, where children can get information
easily, it is appropriate for parents to open up feelings of disdain, embarrassment and taboo,
before children get their own understanding of sex that is not in accordance with moral,
bodily and moral norms. . By talking about sex with children, we help children to develop
healthy sexual behavior and teach thinking about responsible sex. Sex education with
children from an early age is important in the development of our children, and includes
answering our children's questions honestly, taking into account the maturity of their age
when asking questions about sex.. The goals of sex education vary according to
developmental age. As in the toddler age, the goal is to introduce the sex organs they have.
According to Choirudin (2008), children must be taught 3L, namely Train children to
recognize sexual organs in simple language, prohibit others from touching or touching
sexual organs, report to parents or teachers if the abuse occurs. This activity was carried
out at the Karangpawitan, Karawang.
Keywords: Self Protection, Sex Education, Child

Published
2021-07-21