PENGELOLAAN KEUANGAN UNTUK KEBERLANGSUNGAN UMKM DI DESA CIWULAN KECAMATAN TELAGASARI KABUPATEN KARAWANG

  • Dwi Epty Hidayaty Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Dexi Triadinda Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Robby Fauji Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Pengabdian ini dilakukan dengan memfokuskan pada UMKM yang menjalankan usahanya
pada bidang usaha rumahtangga yaitu produksi makanan ringan rempeyek. Bentuk
pengabdian berdasarkan pada data yang diperoleh secara online melalui data prodeskel desa
karena kondisi adanya pandemi covid-19. Hal ini berdampak pada ketidakstabilan kondisi
keuangan, tidak sedikit para pelaku UMKM yang mengalami gulung tikar karena tidak mampu
menopang kebutuhan operasional usahanya. Dengan melihat tingkat urgentitas permasalahan
diatas, tim pengabdian melakukan sosialisasi pentingnya pengelolaan keuangan sederhana
untuk UMKM di Desa Ciwulan. Tujuannya diharapkan para pelaku UMKM dapat memiliki
solusi memecahkan problem tersebut. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian
kepada masyarakat di Desa Ciwulan yaitu dengan mengidentifikasi sejauh mana pengetahuan
para pelaku UMKM dalam hal pencatatan/pengelolaan keuangan, mensosialisasikan dan
mempraktekkan serta melakukan pendampingan, kemudian mengevaluasi para pelaku UMKM
dalam membuat pencatatan/pengelolaan keuangan selama satu bulan. Pelaku UMKM
sebagian besar sudah mampu meningkatkan kredibilitas dalam pengelolaan keuangan melalui
penerapan akuntansi sederhana demi menunjang keberlangsungan bisnis UMKM. Dengan
pengelolaan keuangan, pelaku UMKM masyarakat Desa Ciwulan juga mampu memanfaatkan
kecanggihan teknologi serta memberdayakan para pemuda di Desa Ciwulan untuk ikut
berperan aktif dalam memasarkan produk UMKM desanya lewat media sosial oleh anak-anak
muda milenial, agar produk lokal yang dibuat bisa menembus pasar global.
Kata kunci: Pengelolaan Keuangan, Keberlangsungan Usaha, UMKM Kreatif

This service is carried out by focusing on MSMEs that run their business in the household business
sector, namely the production of peanut brittle foods. The form of service is based on data obtained
online through village prodeskel data due to the conditions of the Covid-19 pandemic. This has an
impact on the instability of the financial condition, not a few MSME players have gone out of business
because they are unable to support their business operational needs. By looking at the level of urgency
of the above problems, the community service team disseminated the importance of simple financial
management for MSMEs in Ciwulan Village. The goal is expected that MSME actors can have solutions
to solve these problems. The method used in community service activities in Ciwulan Village is to
identify the extent of knowledge of MSME actors in terms of financial recording / management,
socializing and practicing and providing assistance, then evaluating MSME actors in making financial
records / management for one month. Most of the UMKM players have been able to increase credibility
in financial management through the application of simple accounting to support the sustainability of
the MSME business. With financial management, SMEs in the Ciwulan Village community are also able
to take advantage of technological sophistication and empower youth in Ciwulan Village to take an
active role in marketing their village MSME products through social media by millennial young people,
so that local products made can penetrate the global market.
Keywords: Financial Management, Business Continuity, Creative MSMEs

Published
2021-07-17