PERMASALAN PEMBELAJARAN DI DESA MEKARMAYA DIMASA PANDEMI COVID-19

  • Maulana Yusuf Alkandahri Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Febry Muhamad Rafni Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Laela Tusyaadah Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Junaedi Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Dandy Raharja Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Dimas Aditya Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Arief Eko Aditya Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Hanna Marlyn Christianita Br Tobing Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Dimas Rizki Putra Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Eka Saptian Novianto Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Desa Mekarmaya Berdiri sejak Tahun 1982 desa berada di Kecamatan Cilamaya
Wetan Kabupaten Karawang, dengan luas wilayah 4.200 km dan jumlah penduduk mencapai
7.718 jiwa, mata pencarian utama desa Mekarmaya adalah petani luas daerah pertanian
mencapai lebih dari setengah dari luas desa. Pandemi covid-19 secara tiba-tiba
mengharuskan elemen pendidikan untuk mempertahankan pembelajaran secara online.
Kondisi saat ini mendesak untuk melakukan inovasi dan adaptasi terkait pemanfaatan
teknologi yang tersedia untuk mendukung proses pembelajaran. Praktiknya mengharuskan
pendidik maupun peserta didik untuk berinteraksi dan melakukan transfer pengetahuan
secara online. Pembelajaran online dapat memanfaatkan platform berupa aplikasi, website,
jejaring social maupun learning management sistem. Berbagai platform tersebut dapat
dimanfaatkan untuk mendukung transfer pengetahuan yang didukung berbagai teknik
diskusi dan lainnya. Penelitian dilakukan dengan mewawancarai salah satu kepala sekolah
yanga ada di desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi
Jawa Barat. Lokasi penelitian berada di SDN Mekarmaya I pada bulan September 2020.
Permasalahan pembelajaran yang terjadi di SDN Mekarmaya I selama pandemi berupa
kurang efektifnya pembelajaran di masa pandemi, orang tua siswa yang berekonomi rendah
mengeluh karena pembalajaran daring memerlukan kuota internet (biaya tambahan) dan
banyaknya tugas tambahan yang di berikan oleh guru saat pembelajaran daring kepada
siswa.
Kata kunci: Desa Mekarmaya, Covid-19, Pembelajaran

Mekarmaya bvillage founded in 1982, the village is located in Cilamaya Wetan District, Karawang
Regency, with an area of 4,200 km and a population of 7,718 people. The main livelihood of Mekarmaya
village is farmers whose agricultural area reaches more than half of the village area. The sudden covid-19
pandemic requires an educational element to sustain online learning. The current condition is urgent to
make innovations and adaptations related to the use of available technology to support the learning process.
Its practice requires educators and students to interact and transfer knowledge online. Online learning can
take advantage of platforms in the form of applications, websites, social networks and learning management
systems. These various platforms can be used to support the transfer of knowledge which is supported by
various discussion techniques and others. The study was conducted by interviewing one of the school
principals in Mekarmaya Village, Cilamaya Wetan District, Karawang Regency, West Java. The research
location was at SDN Mekarmaya I in September 2020. The learning problems that occurred at SDN
Mekarmaya I during the pandemic were ineffective learning during the pandemic, parents of low-economic
students complained that online learning requires internet quota (additional cost) and many tasks. additional
provided by the teacher during online learning to students.
Keywords: Mekarmaya Village, Covid-19, Learning

Published
2021-07-17