UPAYA PREVENTIF PENYEBARAN VIRUS CORONA DI DESA PANCAWATI KECAMATAN KLARI PADA BALITA DIHUBUNGKAN DENGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2OI8 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL

  • Sartika Dewi Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Zetta Fatia Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Sejak awal tahun 2020, Indonesia dilanda musibah yaitu dengan adanya wabah virus
corona yang menyebabkan penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Virus
corona ini termasuk ke dalam golongan β-coronavirus (Adnan et al., 2020). Infeksi virus
Corona, atau yang dikenal juga dengan sebutan COVID-19, merupakan penyakit yang
menyerang sistem pernapasan. Penderita COVID-19 sejauh ini kebanyakan adalah orang
dewasa. Namun, kasus pada anak-anak juga telah dilaporkan, termasuk pada balita.
Pasalnya, gejala COVID-19 pada anak cenderung ringan seperti pilek biasa, atau bahkan
bisa tanpa gejala. Hal ini diduga karena pada anak-anak, kelenjar timus yang terlibat dalam
sistem imun tubuh masih bekerja secara maksimal. Permasalah dalam penelitian ini adalah
bagaimana upaya preventif penyebaran virus corona di desa Pancawati di hubungkan
dengan Undang-undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. metode yang
digunakan adalah yuridis empiris yaitu mendapatkan informasi secara langsung
dilapangan. Untuk upaya pecegahan yang dilakukan oleh petugas kesehatan kecamatan
klari adalah Kegiatan rutin yang sering dilakukan yaitu Posyandu dengan pemberian
Vitamin A dan Polio pada balita. Namun, karena dampak dari pandemi, semua kegiatan
atau aktivitas diluar rumah harus menerapkan standar protokol kesehatan. Salah satu
kegiatan posyandu saat ini yaitu pemberian vitamin A dan polio pada balita namun untuk
membantu Pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus COVID-19 maka kegiatan
posyandu tetap berjalan dengan metode door to door.
Kata kunci :, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, COVID-19

Published
2021-07-16