STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM DI DESA KUTAPOHACI

  • Devi Astriani Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Rohma Septiawati Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Meliana Puspitasari Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

UMKM memiliki peran yang cukup strategis dalam memerangi kemiskinan dan pengangguran
yang ada di Indonesia. Dengan lahirnya UMKM diharapkan membawa dampak positif bagi desa
dan warga desa terutama dalam hal pengentasan kemisikinan, pekerjaan layak dan pertumbuhan
ekonomi yang menjadi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Kelemahan pelaku UMKM di
Desa Kutapohaci terdapat pada aspek pengelolaan keuangan. Hal ini disebabkan tidak adanya
pemisahan keuangan antara uang usaha dan uang kebutuhun untuk hidup sehari-hari. Dikarenakan
hal tersebut, pelaku usaha tidak pernah tahu berapa besar keuntungan yang mereka peroleh. Sikap
seperti ini akan membuat pelaku usaha tidak kunjung profesional dalam menjalankan usahanya.
Pelaku UMKM di Desa Kutapohaci pada umumnya hanya melakukan pencatatan sederhana
berupa pemasukan dan pengeluaran. Akibatnya adalah pencatatan tidak menggambarkan kondisi
keuangan yang sebenarnya. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh kendala mengenai pengetahuan dan
skill dalam mengelola keuangan. Pelatihan pengelolaan keuangan pada pelaku UMKM sangat
diperlukan. Dengan sistem pengelolaan yang baik, usaha akan dapat berjalan lancar, terhindar dari
utang yang menyebabkan suatu usaha tidak bertahan lama. Rekomendasi yang digunakan adalah
taktik progresif dimana UMKM dalam kondisi prima dan mantap sehingga benar-benar
dimungkinkan untuk terus menjalankan ekspansi, memperbesar pertumbuhan UMKM dan meraih
kemajuan secara maksimal. Untuk itu, strategi yang dapat digunakan adalah strategi
pengembangan (strategi agresif).
Kata Kunci: Strategi, Pengelolaan Keuangan, UMKM.

MSMEs have a strategic role in fighting poverty and unemployment in Indonesia. With the birth
of MSMEs, it is expected to have a positive impact on villages and villagers, especially in terms of
poverty alleviation, decent work and economic growth which are the Sustainable Development
Goals (SDGs). The weaknesses of MSME actors in Kutapohaci Village are in the aspect of
financial management. This is due to the absence of a financial separation between business money
and money needed for daily living. Due to this, business actors never know how much profit they
will get. This kind of attitude will prevent business actors from becoming professional in running

their business. In general, MSMEs in Kutapohaci Village only keep a simple record of income and
expenditure. The result is that the records do not reflect the true financial condition. This condition
is motivated by constraints regarding knowledge and skills in managing finances. Financial
management training for MSME actors is very necessary. With a good management system,
businesses will be able to run smoothly, avoid debt that causes a business to not last long. The
method used in this research is a qualitative method. The recommendations used are progressive
tactics where MSMEs are in prime and steady condition so that it is really possible to continue to
expand, increase the growth of MSMEs and achieve maximum progress. Therefore, the strategy
that can be used is a development strategy (aggressive strategy).
Keywords: Strategy, Financial Management, MSMEs

Published
2021-07-15