KRITERIA GURU PAI PERSFEKTIF AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DI MA AL-AHLIYAH KOTABARU KARAWANG (PENELITIAN PADA GURU PAI DI MA AL-AHLIYAH KOTABARU KARAWANG)

  • Herdian Kertayasa Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Penelitian ini berawal dari permasalahan terdapat guru PAI yang tidak mengikuti kode
etik guru. Seperti guru PAI yang telat datang ke madrasah, bersantai ketika sudah masuk jam
belajar, sehingga tidak memberi contoh yang positif terhadap peserta didik. Untuk menjawab
permasalahan tersebut maka harus ada penelitian tentang kriteria guru PAI persfektif al-
Ghazali dengan menganilisis karya-karyanya kemudian direlevansikan terhadap guru PAI di
MA Al-Ahliyah Kotabaru. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1)
Mendeskripsikan kriteria guru PAI dalam persfektif al-Ghazali, 2) Mendeskripsikan konsep
model guru PAI dalam persfektif al-Ghazali, 3) Mendeskripsikan relevansi pemikiran al-Ghazali
terhadap guru PAI di Madrasah Aliyah Al-Ahliyah Kotabaru Kab. Karawang.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data
kualitatif. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan,
selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Namun dalam penelitian kualitatif, analisis
data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data yaitu
mengkaji pemikiran al-Ghazali tentang kriteria guru PAI dari karya-karyanya secara sistematis,
kemudian diolah dengan melakukan pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi
kepada guru-guru PAI di MA Al-Ahliyah Kotabaru.
Dari hasil penelitian bahwa al-Ghazali dalam salah satu karyanya Ihya’Ulumuddin
mendeskripsikan bahwa guru PAI harus memiliki kriteria; 1) Kasih sayang kepada peserta didik,
2) Meneladani Rasulullah sehingga jangan menuntut upah, imbalan maupun penghargaan, 3)
Hendaknya tidak memberi predikat/martabat kepada peserta didik sebelum ia pantas dan
kompeten untuk menyandangnya, 4) Hendaknya mencegah peserta didik dari akhlak yang jelek
(sedapat mungkin) dengan cara sindiran dan tidak tunjuk hidung, 5 ) Tidak menjelek-jelekan
atau merendahkan bidang studi yang lain, 6) Menyajikan pelajaran pada peserta didik sesuai
dengan taraf kemampuan mereka, 7) Dalam menghadapi peserta didik yang kurang mampu,
sebaiknya diberi ilmu-ilmu yang global dan tidak perlu menyajikan detailnya, 8) Guru
hendaknya mengamalkan ilmunya, dan jangan sampai ucapannya bertentangan dengan
perbuatannya.
Hasil penelitian dari relevansi pemikiran al-Ghazali terhadap guru PAI MA Al-Ahliyah
bahwa menunjukkan sangat baik; 1) dalam hal memperlakukan peserta didik tidak pilih kasih,
2) sikap sabar dan tidak mudah marah, 3) sikap ikhlas dalam mengajar, 4) menyadari pentingnya
berniat mencari ridha Allah bagi peserta didik dalam pencarian ilmu, 5) sikap tidak menjelekjelekkan
bidang ilmu lainnya, 6) menyadari pentingnya menjelaskan materi sesuai tingkat
pemahaman peserta didik, 7) sikap bijaksana dan mengajarkan materi yang mudah, jelas dan
layak kepada peserta didik yang lemah, 8) membiasakan diri beramal sesuai apa yang diajarkan
kepada peserta didik. Guru PAI menunjukkan baik; 1) dalam hal terbiasa memberikan
bimbingan kepada peserta didik, dan 2) membiasakan diri tidak menggunakan kata-kata yang
menyakitkan.
Kata Kunci: guru, pendidikan agama Islam, relevansi

Published
2021-07-15