RISIKO PENYEBAB CACAT BUTTON DENGAN METODE FMEA DAN FTA PADA DEPARTEMEN WAREHOUSE (STUDI KASUS PT. MATARAM TUNGGAL GARMENT)

  • Eryza Ayu Erkhananda
  • Dian Janari

Abstract

PT. Mataram Tunggal Garment merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tekstil dan
produk tekstil yang memproduksi pakaian wanita jadi yang terletak di Sleman, Yogyakarta, Indonesia.
Pada PT. Mataram Tunggal Garment terdapat beberapa bahan baku yang didapat dari supplier salah
satunya adalah aksesoris pakaian yang sebagian besar didapatkan dari supplier. Tidak dipungkiri masih
banyak produk dari supplier yang mengalami cacat produk terutama pada aksesoris button. Oleh karena
itu diperlukan sebuah metode yang tepat untuk mencari akar dari penyebab kecacatan untuk penurunan
tingkat kecacatan produk khususnya pada produk button. Metode yang digunakan pada penelitian ini
yaitu FMEA dan FTA. FMEA merupakan teknik yang digunakan untuk mendefinisi, mengidentifikasi,
dan menghilangkan kegagalan dan masalah pada suatu proses, setelah itu melakukan pembobotan nilai
dan pengurutan berdasarkan RPN. Selanjutnya membuat analisis untuk perbaikan dengan menggunakan
metode FTA berdasarkan nilai RPN yang tertinggi. Berdasarkan hasil metode FMEA didapatkan hasil
RPN tertinggi pada cacat retak/patah dan cacat warna yaitu sebesar 336 dan 240. Berdasarkan hasil
analisis menggunakan metode FTA, terdapat 3 basic event yang menyebabkan timbulnya top level event
pada cacat warna yaitu, beban kerja yang berlebih, kondisi kesehatan yang menurun, dan suhu tidak
optimum untuk bekerja. Sedangkan pada cacat retak/patah terdapat 5 basic event yaitu, tidak
mengetahui prosedur kerja, karyawan yang kurang teliti, tidak adanya pengawasan, tidak terdapat SOP,
dan tidak adanya pemeriksaan secara berkala. Usulan perbaikan yang dapat diberikan berupa rotasi
kerja, penggunaan APD, penyediaan ventilasi udara, perbaikan dan penambahan SOP, pengawasan dan
pemeriksaan pada inventory, dan pemberian reward dan punishment kepada pekerja.
Kata kunci: Produk Cacat, FMEA, FTA, RPN

PT. Mataram Tunggal Garment is a company engaged in textiles products that produces apparel for
women, located in Sleman, Yogyakarta. PT. Mataram Tunggal Garment has several raw materials
obtained from suppliers, one of which is clothing accessories, which are mostly obtained from suppliers.
It is undeniable that there are still many products from suppliers that defects, especially in button
accessories. Therefore we need an appropriate method to find the root causes of defects to reduce the
level of products defect, especially in button accessories. The methods used in this research are FMEA
and FTA. FMEA is a technique used to define, identify, and eliminate failures and problems in a
process, after which weighting and sorting are based on RPN. Then make an analysis for improvement
using FTA method based on the highest RPN value. Based on the results of the FMEA method, the
highest RPN results were obtained for cracks/fractures and color defects, 336 and 240. Based on the
results of the analysis using FTA method, there are 3 basic events that cause top level events to color

defects, excess workload, decreased health conditions, and not optimum temperature for work. Whereas
for cracked/ fracture defects there are 5 basic events, not knowing work procedures, employees who
are not careful, there is no supervision, there is no SOP, and there is no periodic inspection.
Improvements that can be given are in the form of work rotation, use PPE, provision of air ventilation,
improvement an addition SOP, supervision and inspection of inventory, and giving rewards and
punishment to workers.
Keywords: Product Defects, FMEA, FTA, RPN

Published
2021-07-14