CAMPUR KODE PADA SIVITAS AKADEMIK UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

  • Rahmat Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Santi Arum Puspita Lestari Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Penggunaan Bahasa Indonesia dalam situasi resmi merupakan hal yang mutlak karena
diatur oleh undang-undang dan UUD 1945. Namun, nyatanya masih banyak masyarakat
yang abai akan hal tersebut. Utamanya dalam dunia Pendidikan, dalam kegiatan belajar
mengajar haruslah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam
pengantarnya. Pada Universitas Buana Perjuangan Karawang masih banyak ditemukan
penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak sesuai aturan karena warganya merupakan
masyarakat dwibahasa. Adapun kajian yang dipakai untuk meneliti adalah kajian
sosiolinguitik. Penelitian ini menghasilkan penemuan berupa bentuk-bentuk campur
kode berikut: (a) bentuk kata sebanyak 70 ujaran/tulisan, (b) bentuk frasa sebanyak
35 ujaran/tulisan, dan (c) bentuk klausa sebanyak 10 ujaran/tulisan.. Faktor penyebab
terjadinya campur kode adalah sebagai berikut: (a) kebiasaan; (b) spontanitas; (c)
keterbatasan kosa kata. Solusi untuk permasalahan dalam penelitian ini diantaranya adalah
membuat kebijakan wajib berbahasa Indonesia di lingkungan kampus UBP Karawang.
Kata kunci : campur kode, kedwibahasaan, sivitas akademik

The use of Indonesian language in official situations is mandatory for the laws and the
1945 Constitution. However, in fact there are still many people who ignore this. Mainly in
world education, teaching and learning activities must use good and correct Indonesian in
the introduction. At the Buana Perjuangan University, Karawang, there are still many uses
of Indonesian that are not in accordance with the rules because its citizens are bilingual
people. The study that was taken to study was a sociolinguistic study. This research resulted
in the findings of the following code-mixed forms: (a) 70 words / writings, (b) 35 phrases /
writings, and (c) 10 words / writing clauses. code is as follows: (a) custom; (b) spontaneity;
(c) limited vocabulary. The solution to the problem in this research is to make a mandatory
Indonesian language policy in the UBP Karawang campus.
Keyword: mix code, bilingual, academicians

Published
2021-07-14