Main Article Content

Abstract

ABSTRAK


 


Menyikapi kondisi yang berkembang saat ini, kendati Bank Sinarmas tidak sepenuhnya mengubah target pasar, namun ada sejumlah penyesuaian. Untuk menjaga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank, maka bank Sinarmas harus dapat menjaga kesehatan kinerjanya, karena kesehatan bank menggambarkan sebagian faktor yang mempengaruhi kepercayaan masyarakat. dari lembaga perbankan itu sendiri atau sebagai investor. Bank Indonesia selaku bank sentral dan regulator bagi perbankan di Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/10/PBI/2004 Tanggal 12 April 2004 mengenai penilaian tingkat kesehatan bank umum dengan menggunakan metode CAMEL (Capital, Asset, Management, Earning, Liquidity). Hasil analisis akan menunjukkan kondisi kesehatan bank yang digolongkan ke dalam peringkat komposit yaitu peringkat akhir hasil penilaian tingkat kesehatan bank. Hal ini menjadi daya tarik yang mendorong peneliti untuk melakukan analisis dari fenomena diatas selain bertujuan melakukan kajian empiris terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan perbankan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada masing-masing faktor CAMEL secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Bank Sinarmas dalam kondisi TIDAK SEHAT. Hal ini dikarenakan Manajemen belum mampu mengelola dana secara efisien, dapat dilihat dari laporan keuangan bank bahwa beban biaya operasional yang dikeluarkan oleh Bank Sinarmas sangat besar kemudian penaganan kredit bermasalah pada bank ini juga masih terbilang cukup tinggi. Serta laba yang dihasilkan masih cukup minim baik yang dihasilkan dari pendapatan operasional mau pun dari feebase income.


Kata kunci:  Bank Sinarmas, Tingkat Kesehatan, CAMEL

Article Details