INSIDENSI TB PARU PADA PASIEN DM TIPE 2 DI RUMAH SAKIT KARYA HUSADA CIKAMPEK

  • Himyatul Hidayah Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Jawa Barat, Indonesia
  • Surya Amal Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Jawa Barat, Indonesia
  • Ade Nantia Rosmalinda Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Jawa Barat, Indonesia
Keywords: Diabetes melitus tipe 2, Tuberkulosis paru, Insidensi.

Abstract

Tingginya angka kejadian Diabetes Melitus (DM) dapat terus meningkatkan angka kejadian Tuberkulosis (TB), dikarenakan sistem kekebalan tubuh pasien DM yang rendah mempermudah terjadinya TB. Diabetes melitus diperkirakan penyebab 15% kasus tuberkulosis saat ini, karena penyakit diabetes mellitus dapat merusak pertahanan host. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui insidensi TB paru dengan DM tipe 2 di Rumah Sakit Karya Husada Cikampek. Metode penelitian ini adalah deksriptif observasional dengan desain cross sectional secara retrospektif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data sekunder rekam medik pasien TB paru yang menjalani rawat jalan selama bulan Januari-Desember 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 460 pasien TB paru terdapat 17 pasien TB paru dengan DM Tipe 2. Frekuensi TB paru dengan DM tipe 2 lebih banyak pada kelompok jenis kelamin laki-laki 13 pasien (76,47%), usia non-produktif (45-65 tahun) 14 pasien (82,35%), pendidikan pasien terbanyak pendidikan tinggi (SMK, D3, S1) berjumlah 12 pasien (70,59%), dan pekerjaan terbanyak adalah pasien bekerja berjumlah 12 pasien (70,59%). Disimpulkan bahwa insidensi tuberkulosis paru dengan DM tipe 2 di Rumah Sakit Karya Husada Cikampek adalah sebesar 3,69%.

References

Alatas, A. 2013. Prevalensi Tuberkulosis Paru Dengan BTA Positif Pada Penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Tahun 2013. Skripsi. Program Studi Pendidikan Dokter. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Alisjahbana, B., van Crevel, R., Sahiratmadja, E., den Heijer M., and Maya, A. Diabetes Mellitus is Strongly Associated with Tuberkulosis in Indonesia. Int J Tuberc Lung Dis, 2006, 10(6): 696-700.

Dale, DC. 2003. Infectious Disease: The Clinician's Guide to Diagnosis, Treatment and Prevention. In. New York: WebMD Inc.

Girardi, E., Schepisi, M.S., Goletti, D., Bates, M. et al. The Global Dynamics of Diabetes and Tuberculosis: The Impact of Migration and Policy Implications; Review. International Journal of Infectious Diseases 2017, 56: 45-53.

Guptan, A., and Syah, A. Tuberculosis and Diabetes: An Appraisal. Ind. J. Tub, 2000, 47(3): 2-7.

Hidayah, H., dan Amal, S. Insidensi TB Paru Kasus Baru Pada Pasien DM Tipe 2 di Salah satu Rumah Sakit Swasta Cikampek. Pharma Xplore: Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi; 2019, 4(2).

Kementerian Keseharan RI. 2014. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kottarath, MD., Mavila, R., Achuthan, V., and Nair, S. Prevalence of Diabetes Mellitus in Tuberculosis Patients: A Hospital Based Study. Int J Res Med Sci, 2015, 3(10): 2810-2814.

Kusumawardhani. 2015. Evaluasi Penggunaan Obat Antituberkulosis pada Pasein Rawat Jalan di Rumah Sakit Paru Sidawangi Jawa Barat Periode Januari-Juni 2015. Naskah Publikasi Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mummadiyah Yogyakarta.

Moreira de Freitas, I., Popolin, MP., Touso, MM., Yamamura, M., Rodrigues, LBB., Neto, MS., de Almeida Crispim, J., and Arcêncio, RA. Factors Associated with Knowledge about Tuberculosis and Attitudes of Relatives of Patients with the Disease in Ribeirão Preto, São Paulo, Brazil. Rev. Bras Epidemiol, 2015, 18(2): 326-340.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2011. Tuberkulosis. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Indah Offset Citra Grafika. Jakarta. 39-40.

Sanusi, H. Diabetes Melitus dan Tuberkulosis Paru. Jurnal Medika Nusantara, 2006, 25(1).

Soetedjo, F.A. 2009. Perbandingan Kepekaan Pemeriksaan Kuman BTA dari Dahak Spontan dengan Dahak Induksi Salin 0,9% pada Akhir Terapi Fase Intensif DOTS. Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Sukandar, EY., Hartini, S., dan Hasna. Evaluasi Penggunaan Obat Tuberkulosis pada Pasien Rawat Inap di Ruang Perawatan Kelas III di Salah Satu Rumah Salit di Bandung. Acta Pharmaceutica Indonesia, 2012, Vol XXXXVII, No. 4: 153-158.

Suyono, S. 2011. Kecenderungan Peningkatan Jumlah Penyandang Diabetes. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Edisi ke-2. Jakarta: Balai Penerbitan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 6-22.

WHO. 2020. Global Tuberculosis Report 2019 (Internet). WHO. World Health Organization; (cited 2020 Jul 25). Available from: http://www.who.int/tb/publications/global_report
Published
2021-05-05