PENGARUH DEBU INDUSTRI BATU KAPUR TERHADAP PREVALENSI ISPA PADA PEDIATRIK DAN RASIONALITAS OBAT ISPA DI KECAMATAN PANGKALAN

  • Dedy Frianto Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Jawa Barat, Indonesia
  • Nurlia Rahmawati Dewi Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Jawa Barat, Indonesia
Keywords: Pediatrik, ISPA, Industri batu kapur, Kerasionalan.

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Sebagian besar ISPA disebabkan oleh infeksi, akan tetapi dapat juga disebabkan oleh inhalasi bahan-bahan organik atau uap kimia dan inhalasi bahan-bahan debu yang mengandung allergen. Industri batu kapur merupakan salah satu kegiatan yang betrkontribusi terhadap pencemaran udara. Pemberian obat dengan dosis, cara dan waktu yang tepat sangat membantu proses percepatan penyembuhan. Pengobatan yang efektif dan efisien dengan memberikan obat secara rasional pada pasien ISPA merupakan hal yang penting untuk mengontrol meningkatnya jumlah penderita ISPA pada pasien pediatrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debu industri batu kapur terhadap prevalensi ISPA pada pediatrik dan rasionalitas obat ISPA di Kecamatan Pangkalan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan pendekatan korelasi yaitu untuk membandingkan antara jenis kelamin, umur dan jumlah industri/desa yang berpengaruh terpapar debu industri batu kapur dengan menggunakan aplikasi satistik SPSS dengan uji one way anova. Data sampel merupakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien rawat jalan diĀ  Puskesmas Pangkalan Periode Juli-Desember 2018. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengaruh antara umur terhadap prevalensi ISPA, hasil signifikansi umur (P value = 0,001) memiliki nilai P value <0,05 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara umur dengan prevalensi ISPA di kecamatan Pangkalan, sedangkan tingkat rasionalitas obat ISPA rerata 78.75%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh debu industri batu kapur terhadap prevalensi ISPA pada anak usia 1-10 tahun dan tingkat rasionalitas penggunaan obat ISPA rerata sebesar 78.75%.

References

Adams, MP., Holland, L. and Urban, C. 2013. Pharmacology for Nurses: A Pathophysiologic Approach, 4th Edition, 944, Upper Saddle River, Prentice Hall, Ney Jersey.

Alamsyah, D, dan Wati, RM. 2013. Pilar Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Nuha Medika. Yogyakarta.

Armaeni, ED., dan Widajati, N. Hubungan Paparan Debu Kapur Dengan Status Faal Paru Pada Pekerja Gamping. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 2016, 5(1): 61-62.

British National Formulary For Children. 2014-2015. Respiratory System. 131-167. London: BMJ Group and RPS Publishing.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Pedoman Pengendalian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Halim, F. 2012. Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Pekerja Di Industri Mebel Dukuh Tukrejo, Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah 2012. [Skripsi]. Jakarta: Universitas Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kemenkes RI. 2015. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2014. Jakarta: Kemenkes RI.

Khairunnisa, R., Hajrah dan Rusli, R. Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ispa Di Beberapa Puskesmas Kota Samarinda. Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-4 Samarinda : 20-21 Oktober 2016.

Koffuor, GA., Ofori-Aomah, J., Kyei, S., Antwi, S. and Abokyi, S. Antitussive, Muco-suppressant and Expectorant Properties, and the Safety Profile of a Hydro-ethanolic Extract of Scoparia dulcis. International Journal of Basic and Clinical Pharmacology, 2014, 3(3): 447-453.

Maharani, D.,Yani, FF., dan Lestari, Y. Profil Balita Infeksi Saluran Nafas Akut Atas di Poliklinik Anak RSUP DR. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 2017, 6(1): 155-156.

Nugraheni, R. 2015. Analisis Pelayanan Rekam Medis Di Rumah Sakit X Kediri Jawa Timur. Universitas Diponegoro. Jawa Timur.

Nasution, K dan Endyarni, B. Infeksi Saluran Napas Akut pada Balita di Daerah Urban Jakarta. Sari Pediatri, 2009, 11(4): 224-225.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 560 Tahun 2003, tentang Pelayanan Pasien Rawat Jalan.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 55 Tahun 2013, tentang Rekam Medis.

Priyono. 2015 Hubungan Paparan Polutan Debu Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban Sukoharjo Tahun 2015. [Skripsi]. Surakarta: Stikes Kusuma Husada Surakarta.

Ridha, E, dkk. 2017. Evaluasi Penggunaan Obat Antimuntah Pada Pasien Anak Penderita Kanker Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta Periode Juni-Juli 2016. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Jakarta.

Rudianto. 2013. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di 5 Posyandu Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan Karawang Tahun 2013. [Skripsi]. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sholihah, NM., Susanti, R., dan Untari, EK. 2016. Gambaran Pengobatan Dan Biaya Medis Langsung Pasien Ispa Anak Jurusan Kedokteran. Padang: Universitas Tanjung Pura.

Sofia. Faktor Risiko Lingkungan Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal, 2017, 2(1): 43-44.

Supranto, J. 2000. Teknik Sampling Untuk Survei dan Eksperimen. Jakata: Penerbit PT. Rineka Cipta.

Truter, I. Peptic ulcer disease. Pharmaceutical Journal, 2009: 10-15.

Yulaekah, S., Adi, MS., dan Nurjazuli. Pajanan Debu Terhirup dan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Industri Batu Kapur (Studi Di Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 2007, 6(1): 24-25.
Published
2021-05-05