TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT FENITOIN PADA PASIEN EPILEPSI DI RUMAH SAKIT CITRA SARI HUSADA INTAN BAROKAH KARAWANG

  • Maulana Yusuf Alkandahri
  • Isra Qurrata Ayun Eka Putri

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu penyakit otak yang sering ditemukan di dunia. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan epilepsi menyerang 70 juta dari penduduk dunia. Penyakit kronis adalah gangguan atau penyakit yang berlangsung lama (berbilang bulan atau tahun), seperti hipertensi, diabetes melitus, kusta, epilepsi, TBC, AIDS, leukimia, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan jenis kelamin dan tingkat pendidikan terhadap angka kejadian penyakit epilepsi dengan penggunaan obat antihepilepsi pada pasien epilepsi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Citra Sari Husada Intan Barokah Karawang periode Agustus-November 2020. Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan rancangan analisis deskriptif cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif dan retrosprektif dengan menggunakan data skunder berupa resep pasien epilepsi dan data primer berupa kuesioner yang diberikan kepada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Citra Sari Husada Intan Barokah Karawang periode Agustus-November 2020. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebar kuesioner pada responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Diperoleh data sebanyak 96 pasien epilepsi yang menjadi responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan merupakan faktor resiko ketidakpatuhan dengan nilai p sebesar 0,536 (p>0,05) dan jenis kelamin juga merupakan faktor resiko ketidakpatuhan dengan nilai p sebesar 0,068 (p>0,05).

Kata kunci: Epilepsi, Kepatuhan, Faktor resiko

Epilepsy is one of the most common brain diseases in the world. World Health Organization (WHO) data shows that epilepsy affects 70 million of the world's population. Chronic disease is a disorder or disease that lasts for a long time (months or years), such as hypertension, diabetes mellitus, leprosy, epilepsy, tuberculosis, AIDS, leukemia, and so on. This study aims to determine the relationship between the level of adherence to taking medication with gender and education level on the incidence of epilepsy with the use of antihepileptic drugs in epileptic patients at the outpatient installation of Citra Sari Husada Intan Barokah Hospital, Karawang period August-November 2020. This study is observational. by using a cross-sectional descriptive analysis design. Data collection was carried out prospectively and retrospectively using secondary data in the form of epilepsy patient prescriptions and primary data in the form of questionnaires given to outpatients at Citra Sari Husada Intan Barokah Hospital, Karawang period August-November 2020. This research was conducted by distributing questionnaires to respondents. who have met the inclusion criteria. Data obtained were 96 epilepsy patients who became respondents. The results of this study indicate that education level is a risk factor for non-compliance with a p value of 0.536 (p> 0.05) and gender is also a risk factor for non-compliance with a p value of 0.068 (p> 0.05).

Keywords: Epilepsy, Obedience, Risk factor

Published
2021-05-01
Section
Articles