http://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/issue/feed Industry Xplore 2020-06-25T15:11:21+07:00 Anisa industry.xplore@ubpkarawang.ac.id Open Journal Systems <div id="openAccessPolicy" align="justify"> <p>Industry Xplore adalah Jurnal Ilmiah Teknik Industri, FTIK, Universitas Buana Perjuangan Karawang, sebagai wadah pengembangan bidang ilmu Teknik dan Manajemen Industri, berisi hasil kajian dan penelitian dari Dosen, Peneliti, serta Praktisi Industri. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Teknik Industri dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Industry Xplore mulai terbit pada tahun 2016 dan sampai tahun 2019 telah mencapai 4 volume.</p> </div> http://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/903 Perbaikan Proses Perakitan case Assembly Front With Water Pump And Oil Pump Pada Perusahaan Automotive Di Karawang 2020-06-25T15:11:13+07:00 Industry Xplore aina.nindiani@ubpkarawang.ac.id Muhamad Sayuti muhamad.sayuti@ubpkarawang.ac.id <p>diproduksi oleh perusahaan ini, salah satunya adalah <em>case assembly front with water pump and oil pump</em>. Proses perakitan <em>case assembly front with water pump and oil pump </em>ada beberapa unsur yang dapat diamati yaitu mulai dari jumlah man power, SOP (Standart Operational Procedure), komponen yang dirakit, dan lain sebagainya. Dalam proses perakitannya pun ada bebarapa hal yang menjadi kendala baik dari segi kualitas produk atau dari kendala mesin yang dipakai. Perakitan <em>case assembly front with water pump and oil pump &nbsp;</em>PT. Aisin Indonesia Automotive mempunyai standart waktu atau <em>cycle time</em> tersendiri untuk dapat memenuhi permintaan <em>customer. </em>handling untuk mensuplai kebutuhan komponen yang akan dirakit. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah pekerja di dalam line assembly 004 dapat berubah sesuai dengan kebutuhan permintaan customer. proses produksi <em>case assembly front with water pump and oil pump </em>masih tercipta produk NG yang tidak dapat diteruskan ke proses selanjutnya. usulan penambahan jumlah pekerja pada <em>line assembly</em> 004 yaitu menjadi 4 pekerja dapat menyebabkan produktivitas menurun dari 0,85% menjadi 0,81%. Namun kapasitas produksi naik mencapai 27% dari sebelumnya.</p> 2020-03-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Industry Xplore http://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/904 Implementasi Single Minute Exchange Of Dies (Smed) Untuk Perbaikan Proses Brand Changeover Mesin Focke Dan Protos 2020-06-25T15:11:10+07:00 Industry Xplore aina.nindiani@ubpkarawang.ac.id Ade Rahayu ade.widiastuti@ubpkarawang.ac.id <p><em>Waktu pergantian brand merupakan salah satu waste yang perlu kurangi atau diminimalkan. Di bagian Secondary White Machine PT. ITC , proses setup pada saat perpindahan brand (Brand Changeover) yang sering terjadi pada mesin berdampak pada nilai perfoma&nbsp; yang kecil dan berpotensi terjadi keterlambatan jadwal distribusi sehingga pada kondisi tersebut terjadi stock out pada pasar dan tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen sesuia dengan jadwal yang telah di tetapkan. Sehingga hal tersebut perlu diperhatikan dan di lakukan observasi terhadap kegiatan perpindahan brand pada mesin maker dan packer agar kegiatan tersebut lebih efisien. Dari hasil analisa yang dilakukan bersama dengan management, diketahui bahwa proses pergantian brand yang terjadi di area SPM memakan durasi waktu yang cukup lama di karenakan belum menerapkan metode yang tepat dalam proses tersebut. Dengan proses pemisahan kegiatan eksternal dan internal dengan metode SMED, dan memparalelkan kegiatan internal dalam suatu proses di harapkan mampu meningkatkan perfoma produksi. Waktu rata-rata yang dibutuhkan mesin protos untuk melakukan brand change adalah 85.078 menit dan mesin Focke adalah 179.105 menit. Dengan methode SMED dan melakukan pemisahan kegiatan eksternal dan internal dapat mengurangi 27.834% waktu Brand Change untuk mesin Protos dan 42.243% waktu Brand Change untuk mesin Focke. Dari implementasi metode tersebut selama 7 minggu dapat diketahui bahwa penurunan waktu Brand change dapat meningkatkan peforma uptime Link Up mesin sebesar 6.48%.</em></p> 2020-03-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Industry Xplore http://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/902 Pengaruh Tingkat Kedisiplinan Dan Tanggung Jawab Karyawan Terhadap Produktivitas Kerja Di Pt Kawai Piano Indonesia 2020-06-25T15:11:16+07:00 Industry Xplore aina.nindiani@ubpkarawang.ac.id Neni Triana neni.triana@ubpkarawang.ac.id Ahmad Insani neni.triana@ubpkarawang.ac.id <p><em>Sumber daya manusia atau dikenal sebagai karyawan memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan dan pencapaian tujuan perusahaan sehingga perusahaan berupaya untuk mendapatkan karyawan yang dapat memberikan prestasi kerja dalam bentuk produktivitas kerja setinggi mungkin untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.</em> <em>Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas di antaranya jumlah jam kerja, mutu pekerjaan, semangat kerja, disiplin kerja, efisiensi dan efektivitas pekerjaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan tanggung jawab terhadap produktivitas kerja pada PT. Kawai Piano Indonesia. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Kawai Piano Indonesia, dengan tingkat kesalahan 5% dengan &nbsp;sampel 100 karyawan. Metode penelitian kuantitatif menggunakan regresi linear dengan SPSS 25. Hasil penelitian pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh secara simultan disiplin dalam tata tertib perusahaan dan disiplin dalam tanggung jawab pada pekerjaan terhadap produktivitas kerja di PT. Kawai Piano Indonesia. Hal ini dibuktikan pada tabel ANOVA diperoleh nilai f-hitung &gt; f-tabel (60.688 &gt; 3.09). (2) Terdapat kemampuan variabel independen yaitu disiplin dalam tata tertib perusahaan dan disiplin dalam tanggung jawab pada pekerjaan dalam menerangkan variasi perubahan variabel dependen produktivitas yaitu sebesar 54,7%, sedangkan sisanya sebesar 45,3% diterangkan oleh faktor-faktor lain</em></p> 2020-03-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Industry Xplore http://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/901 Usulan Preventive Maintenance Dengan Metode Reliability Centered Maintenance Untuk Meminimalkan Biaya Perawatan Mesin (Studi Kasus Di PT. XYZ) 2020-06-25T15:11:18+07:00 Industry Xplore aina.nindiani@ubpkarawang.ac.id Afif Hakim afif.hakim@ubpkarawang.ac.id Annisa Pratiwi afif.hakim@ubpkarawang.ac.id Anggi Prasetyo afif.hakim@ubpkarawang.ac.id <p><em>Jumlah frekuensi kerusakan pada mesin alumite di PT. XYZ dalam satu tahun sebesar 39 kali. Frekuensi ini cukup besar sehingga perlu dilakukan kegiatan perawatan yang efektif guna mengurangi jumlah kerusakan tersebut. Reliability Centered Maintenance salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui cara perawatan komponen mesin yang mengalami kegagalan sesuai dengan tingkat kekritisan suatu komponen. Hasil dari analisis metode Reliability Centered Maintenance pada tahap FMEA ditemukan 1 komponen yang memiliki tingkat kritis yang tinggi dengan nilai RPN tertinggi yakni 144 yaitu pada komponen loader. Pemilihan tindakan yang akan dilakukan dengan cara conditional directed atau scheduled on-condition task dikarenakan komponen tersebut akan berfungsi dengan baik jika dilakukan penggantian komponen atau perbaikan.</em> <em>Biaya perawatan minimum untuk komponen loader yang didapat dari perhitungan yaitu sebesar Rp. 11.961.496,-</em></p> 2020-03-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Industry Xplore http://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/900 Penerapan Metoda Peramalan Untuk Menetapkan Mps Dan Mrp Pada Striper Bushing (Study Kasusvdi Ruang Produksi Unit Striper Bushing Pada Cv. Surya Baja Mandiri Karawang) 2020-06-25T15:11:21+07:00 Industry Xplore aina.nindiani@ubpkarawang.ac.id Ade Suhara ade.suhara@ubpkarawang.ac.id <p><em>Perusahaan CV. Surya Baja Mandiri termasuk perusahaan jasa berupa bengkel milik pribadi yang mengahasilkan produk Spare Part khususnya otomotif, yang sebagian besar produknya adalah pesanan langsung dari luar negeri yaitu Jepang, contohnya untuk produksi Stripper Bushing. Untuk memenuhi pesanan yang berkualitas dan tepat waktu sesuai dengan jadwal pemesanan (Due Date) demi menjaga kepuasan perusahaan yang menjadi produsennya dan tetap mendapatkan hasil yang efisien bagi perusahaan maka diperlukan jadwal produksi penyediaan material yang benar-benar efektif.</em></p> <p><em>Untuk menentukan jadwal produksi dan penyediaan material yang benar-benar efektif maka penulis mengawali dengan melakukan peramalan dengan menggunakan data-data permintaan masa lalu perusahaan terhitung mulai bulan Mei 2020 sampai April 2020 yang rata-rata 8000 pcs setiap bulannya. Metode peramalan Holt dipilh karena metode tersebut memberikan memberikan nilai MSE terkecil 28113,96 dibanding dengan metode peramalan Brown 741098966 dan metode peramalan Trend Linear 2381480.62</em></p> 2020-03-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Industry Xplore http://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/teknikindustri/article/view/905 Implementasi Single Minute Exchange Of Dies (Smed) Untuk Perbaikan Proses Brand Changeover Mesin Focke Dan Protos 2020-06-25T15:11:08+07:00 annisa indah riqqahannisa@gmail.com Ade Rahayu ade.widiastuti@ubpkarawang.ac.id <p><em>Waktu pergantian brand merupakan salah satu waste yang perlu kurangi atau diminimalkan. Di bagian Secondary White Machine PT. ITC , proses setup pada saat perpindahan brand (Brand Changeover) yang sering terjadi pada mesin berdampak pada nilai perfoma&nbsp; yang kecil dan berpotensi terjadi keterlambatan jadwal distribusi sehingga pada kondisi tersebut terjadi stock out pada pasar dan tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen sesuia dengan jadwal yang telah di tetapkan. Sehingga hal tersebut perlu diperhatikan dan di lakukan observasi terhadap kegiatan perpindahan brand pada mesin maker dan packer agar kegiatan tersebut lebih efisien. Dari hasil analisa yang dilakukan bersama dengan management, diketahui bahwa proses pergantian brand yang terjadi di area SPM memakan durasi waktu yang cukup lama di karenakan belum menerapkan metode yang tepat dalam proses tersebut. Dengan proses pemisahan kegiatan eksternal dan internal dengan metode SMED, dan memparalelkan kegiatan internal dalam suatu proses di harapkan mampu meningkatkan perfoma produksi. Waktu rata-rata yang dibutuhkan mesin protos untuk melakukan brand change adalah 85.078 menit dan mesin Focke adalah 179.105 menit. Dengan methode SMED dan melakukan pemisahan kegiatan eksternal dan internal dapat mengurangi 27.834% waktu Brand Change untuk mesin Protos dan 42.243% waktu Brand Change untuk mesin Focke. Dari implementasi metode tersebut selama 7 minggu dapat diketahui bahwa penurunan waktu Brand change dapat meningkatkan peforma uptime Link Up mesin sebesar 6.48%</em></p> 2020-06-24T12:27:44+07:00 Copyright (c) 2020 Industry Xplore