STRATEGI PRIORITAS PENENTUAN KEGIATAN USAHA PADA BADAN USAHA MILIK DESA

Boy Man, Sani Suhardiman

Abstract


Abstrak Strategi dalam menentukan jenis kegiatan usaha baru yang di harapkan oleh Desa Tanjungpakis adalah jenis kegiatan Industri Kecil Menengah (IKM), industri kecil ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa serta meningkatkan lapangan kerja dalam mengurangi angka pengangguran. Penggunaan metode dalam menentukan prioritas kegiatan pengembangan usaha baru, dengan menggunakan metode analisis menghasilakan kekuatan (Strength), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), ancaman (Threats) SWOT dan Metode Matrik Perbanding Eksponesial (MPE). Dari hasil analisis kondisi Desa berdasarkan potensi internal dan eksteranl yang dilakukan dengan metode SWOT, diperoleh skor total dari pengolahan data kuesioner Strength (4,08) dan Weaknesses (-2,78), sedangkan untuk total skor Opportunities (3,78) dan Threats (-2,84). Total skor hasil kuesioner kemudian dimasukan kedalam matrik SWOT kuadran, hasil skor sumbu y (0,65) dan x (0,06) menunjukan peluang – ancaman yang ada dalam menentukan jenis kegiatan usaha dapat disesuaikan dengan kekuatan – kelemahan. Berdasarkan hasil analisis SWOT dimana potensi desa yang mendukung berbagai jenis kegiata usaha dapat di ajukan sebagai rekomendasi, metode MPE digunakan untuk menentukan prioritas usaha. Hasil kriteria dan alternatif akan memunculkan nilai dari kuesiner MPE, dimana jenis usha pertambakan memiliki nilai tertinggi (12691), yang diikuti oleh pertambakan (8067), peternakan (841), jasa (66), dan perkebunan (55). Dari hasil penelitian diharapkan kegiatan usaha industri pakan dapat diterima dan terlaksana dalam memenuhi tujuan awal untuk perekonomian desa yang lebih baik. Kata kunci : Strategi Priorita Penentuan, Analisa SWOT, Metode MPE

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Kementrian Perindustrian. (2014). Pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.

Buyukozkan G, Feyzioglu O, Nebol O. (2008). Selection of the strategic alliance partner in logistics value chain. Int production econmics. 113 148-158.

Yang H. D, Kim S, Nam C, Min W. J. (2007). Developing a decision model for business process outsourcing. Computers & operation research. 34 3769-3778.

Chen M. K, Wang S. C. (2010). The critical factors of succes for information service industry in developing internatinal market: using analytic hierarchy process (AHP) approach. Expert system with applications. 37 694-704. Hanfield R, Walton V. S, Sroufe R, Melnky S, A. (2002). Applying environmental criteria to supplier assessment: A study in the application of the analytical kierarchy process. European journal of operational research. 141 70-87.

Dagdeviren M, Yuksel I. (2008). Developing a fuzzy analytic hierarchy process (AHP) model for behavior-based safety management. Information sciences

Kajanus M, Kangas J, Kurttila M. (2004). The use of value focused thinking and the A’WOT hybird method in tourism management. Tourism management. 25 499-506.

Bernroider E. (2002). Factor in SWOT analysis applied to micro, small-to-medium, and large software enterprises: an austrian syudy. European journal of operational research vol. 20 (6) 0263-2373.

Dyson R. G. (2004). Strategic development and SWOT analysis at the Univesity of warwick. European journal of operational research. 152 631-640.

Yuksel I, Dagdeviren M. (2007). Using the analytic network process (ANP) in a SWOT analysis–A case study for a textile firm. Information sciences. 117 3364-3382. Agustinus Sri Wahyudi. (2002). Manajemen Strategik: Binarupa Aksara

Hill T, Westbrook R. (1997). SWOT Anlysis: it’s Time for a Product Recall. Long Range Planning. vol. 30 (96) 0024-6301

Tunc Bozbura F, Beskese A, Kahraman C. (2007). Prioritization f human capital measurement indicator using fuzzy AHP. Expert system with applications 32 1100-1112

Kurttila M, Pesonen M, Kangas J, Kajanus M. (2000). Utilizing the analytic hierarchy process


Refbacks

  • There are currently no refbacks.