Analisis Pengendalian Kualitas Proses Pengantongan Semen Menggunakan Six Sigma (Studi Kasus PT. Semen Bosowa Banyuwangi)

  • Trio Yonathan Teja Kusuma
  • Dosep Dosep Guritno

Abstract

Proses pengantongan semen di PT Semen Bosowa Banyuwangi masih dilakukan secara sederhana
menggunakan check sheet. Informasi yang diperoleh hanya mengidentifikasi jenis cacat yang sering
terjadi tanpa mengetahui penyebabnya. Persentase jumlah produk cacat berdasarkan data hasil
pengamatan pada 10 Januari-05 Februari 2020 sebesar 0,39 % yang berada pada level sigma empat (4σ).
Penelitian ini difokuskan pada pengendalian kualitas proses pengantongan Semen Bosowa menggunakan
metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang
bertujuan untuk membantu mengendalikan kualitas kantong semen dengan mengurangi jumlah produk
cacat hingga mencapai level sigma enam (6σ). Dengan menggunakan tools CTQ, P-Chart, Level Sigma,
Diagram Pareto, Fishbone Diagram dan FMEA, diperoleh penyebab kerusakan potensial yang sering
terjadi dengan nilai RPN tertinggi yakni lem kantong kurang rekat, sak kantong tersangkut pada belt
conveyor, diverter valve bermasalah, dan posisi saddle bag kurang presisi. Berdasarkan penyebab
kerusakan tersebut didapatkan solusi yang dapat dilakukan berupa rutin melakukan preventive
maintenance pada setiap equipment di packer area dan dilakukan inspeksi serta uji sampling kualitas
kantong semen yang akan digunakan.

Published
2020-09-28