DINAMIKA PSIKOLOGIS PADA MANTAN PECANDU NAPZA YANG SEDANG MENJALANI PROGRAM SUBSTITUSI ORAL METADON (STUDI KASUS)

Wina Lova Riza

Abstract


Abstrak
Penggunaan napza di Indonesia makin lama makin meningkat. Menurut BNN sebanyak 37 – 40 orang meninggal dunia setiap harinya akibat dampak buruk dari napza. Kecanduan terhadap napza merupakan penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup, dimana ketergantungan bukan proses yang sekejap melainkan rangkaian dari proses penyalahgunaan. Penggunaan napza atau coba-coba terkadang sudah mulai dilakukan dari bangku sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika psikologis mantan pecandu napza, dimulai dari awal menyalahgunan napza hingga menjadi kecanduan, memutuskan untuk berhenti memakai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Subjek atau informan ditentukan dengan menggunakan tehnik sampling non-probability sampling dengan tipe purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, yaitu melibatkan satu informan, yaitu laki-laki (F) yang berusia 42 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara secara mendalam (in depth interview), dimana peneliti akan menwawancarai informan dengan wawancara semi terstruktur. Selain itu peneliti juga menggunakan observasi serta menggunakan tes-tes psikologi, yaitu tes grafis berupa tes DAM (Draw a Man) dan BAUM (tes menggambar pohon), serta tes inteligensi dengan menggunakan WAIS. Tehnik analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis studi kasus pola kasus/kejadian. Berdasarkan hasil penelitian F menjadi pecandu narkoba karena adanya proses belajar, dimana kenikmatan dan kurangnya pengawasan orang tua merupakan reinforcement untuk terus menggunakan napza. Adanya generalisasi terhadap people, place, pleasure menyebabkan F sulit untuk berhenti menggunakan napza.
Kata Kunci: Dinamika psikologis, mantan pengguna napza

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

American Psychiatric Association. (2000). Dignostic and Sttictical Manual of Mental Disorders. Fourth Edition. Text Revision. Washington DC: Publishing American Psychiatric Association.

Bungin, M. Burhan, (2008). Analisis Data Penelitian Kualitaif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Davidson, G., Neale, J., Kring, A. (2006). Psikologi Abnormal Edisi ke-9. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Hall S. Calvin & Lindzey Gardner. (1993). Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Martono, L., & Joewana, S. (2008). Peran Orang Tua dalam Mencegah dan Menanggulangi Penyalahgunaan Narkoba. Jakarta: Balai Pustaka.

Moleong, L. J. (2016). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.

M. Radityo Priyasmoro. (2018). BNN: Pemakai Narkoba di Indonesia Capai 3,5 Juta Orang pada 2017. Disadur dari https://www.liputan6.com/news/read/3570000/bnn-pemakai-narkoba-di-indonesia-capai-35-juta-orang-pada-2017. Diakses pada 23 Juli 2018.

Nevid. (2005). Psikologi Abnormal: Jilid I. Jakarta: Erlangga.

National Institute on Drug Abuse. (2014). Drugs, Brain, and Behavior: The Science of Addiction. Washington, DC: United States Department of Justice, 2014.

Osborn. (2017). Drug Relapse. Disadur dari https://drugabuse.com/library/drug-relapse/. Diakses pada 23 Juli 2018.

Santrock, John W. (2002). Life Span Development (Perkembangan Masa Hidup). Jakarta: Erlangga.

Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan: Model-Model Kepribadian Sehat. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Wahyudi Aulia Siregar. 2018. BNN: 40 Orang di Indonesia Meninggal Setiap Hari Karena Narkoba. Disadur dari https://news.okezone.com/read/2018/05/12/340/1897351/bnn-40-orang-di-indonesia-meninggal-setiap-hari-karena-narkoba. Diakses pada 23 Juli 2018.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.