GAMBARAN KEBAHAGIAAN BERKARIR DOSEN

Cempaka Putrie Dimala

Abstract


ABSTRAK Kebahagiaan merupakan salah satu tujuan manusia hidup yang ingin diraih oleh setiap individu yang menjalani hidup di dunia ini. Salah satu domain yang dalam kehidupan manusia yang harus dipenuhi kebahagiaannya adalah pekerjaan. Dan pilihan karir tiap individu beragam, salah satunya adalah berkarir menjadi tenaga pengajar. Hasil wawancara awal penulis pada tanggal 15 Mei 2017 dengan empat belas dosen diperoleh hasil bahwa menjalani profesi sebagai dosen memberikan kebahagaian tersendiri, berinteraksi dengan mahasiswa, dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dan memberikan rasa puas dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Hal ini menunjukan bahwa individu saat bekerja tidak hanya ingin mendapatkan materi, melainkan juga sebagai bentuk panggilan hati. Hal ini akan memberikan rasa bahagia dalam bekerja. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekaan kuantitatif deskriptif dengan metode survey. Yaitu untuk menganalisis tingkat kebahagiaan berkarir sebagai dosen, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagian dan ketidakbahagiaan berkarir sebagai dosen. Gambaran hasil penelitian mengenai kebahagiaan berkarir pada dosen dapat diungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan berkarir sebagai dosen adalah Pengembangan diri dan karir, Relasi dan lingkungan yang kondusif, Penemuan makna dan keyakinan dalam bekerja terhadap nilai-nilai yang dipegang dalam keseharian.

Kata Kunci : Kebahagian, Berkarir, Dosen

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi Empat). Jakarta: Rineka Cipta.

Anggun Resdasari P. 2015. Gambaran Career Happiness Plan Pada Dosen. Universitas Dipenogoro : Jurnal Psikologi Undip Vol 14 No. 2 Oktober 2015, 174-182.

Azwar, S. 2011. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

-----------. 2012. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Baumeister, R.F., Bratslavsky, E., Muraven, M., dan Tice, D.M. 1998. Ego Depletion: Is the Active Self a Limited Resource?. Journal of Personality and Social Psychology. 74/5: 1252 – 1265.

Boehm, J.K. dan Lyubomirsky, S. 2008. Does Happiness Promote Career Success?. Journal of Career Assessment. 16/1: 101 – 116.

Carr, A. 2004. Positive Psychology: The Science of Happiness and Human Strengths. New York: Brunner-Routledge.

Diener, E., Scollon, C.N., dan Lucas, R.E. 2003. The Evolving Concept of Subjective Well-Being: The Multifaceted Nature of Happiness. Advance in Cell Aging and Gerontology. 15: 187 – 219.

Henry, N. 2013. Well-being and Happiness. The Australian Collaboration. Online. http://www.australiancollaboration.com.au/pdf/FactSheets/WellbeinghappinessFactSheet.pdf [diakses 18 Juni 2014].

Hurlock, B.E. n.d. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi Kelima). Diterjemahkan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.

Kim, U., Yang, K.S., dan Hwang, K.K. 2006. Indigenous and Cultural Psychology: Understanding People in Context. New York: Springer Science + Business Media, Inc.

King, L. dan Lyobomirsky, S. 2005. The Benefit of Frequent Positive Affect: Does Happiness Lead to Succes?. Psychological Bulletin. 131/6: 803 – 855.

Liftiah. 2009. Psikologi Abnormal. Semarang: Widya Karya.

Linley, A. dan Joseph, S. Positive Psychology in Practice. 2004. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Lyubomirsky, S. dan Lepper, H.S. 1997. A Measure of Subjective Happiness: Preliminary Reliability and Construct Validation. Social Indicators Research. 46: 137 – 155. Moleong, L.J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.

Nettle, D. 2005. Happiness: The Science Behind Your Smile. New York: Oxford University Press. Price, O. A. 2007. Can Happiness be Taught? The Effects on Subjective Wellbeing of Attending a Course in Positive Psychology that Includes the Practice of Multiple Interventions. Thesis. Master of Science Psychology: University of Canterbury.

Seligman, M.E.P. 2005. Authentic Happines: Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif. Diterjemahkan oleh Nukman, E. V. Bandung: Mizan.

Siska W & Ami W. 2014. Faktor Kebahagiaan di Tempat Kerja. UIN Suska Riau: Jurnal Psikologi Volume 10 Nomor 1, Juni 2014.

Snyder, C.R. dan Lopez, S.J. 2002. Handbook of Positive Psychology. New York: Oxford University.

Suryomentaram, K.A. 2002. Falsafah Hidup Bahagia: Jalan Menuju Aktualisasi Diri. Online. http://reocities.com/SouthBeach/Tidepool/1029/ib5.html [diakses 16 Maret 2015].

Taylor, S.E., Peplau, L.A., dan Sears, D.O. 2012. Psikologi Sosial (Edisi Kedua Belas). Jakarta: Kencana.

Triratnawati, A. 2005. Konsep Dadi Wong Menurut Pandangan Wanita Jawa. Humaniora. 17/3: 300 – 311.

Veenhoven, R. 2004. World Database of Happiness: Continuous Register of Research on Subjective Appreciation of Life. Social Indicators Research Series. 24: 1 – 19.

---------------. How do We Assess How Happy We are? Tenets, Implications, and Tenability of Three Theories. Paper. Presented at conference on New Directions in The Study of Happiness: University of Notre Dame, USA. October 22 – 24, 2006.

Wade, C., dan Travis, C. 2007. Psikologi (Edisi Kesembilan, Jilid 2). Diterjemahkan oleh Mursalin, P. dan Dinastuti. Jakarta: Erlangga.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.