Penyesuaian Diri Remaja Dalam Menghadapi Perceraian Orangtua Studi Kualitatif Fenomenologis Terhadap Remaja Di Jepara Jawa Tengah

Nuram Mubina, Chilman Firdous

Abstract


Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana penyesuaian diri pada remaja yang harus menghadapi perceraian orang tuanya, mengetahui dampak dari perceraian orang tua bagi remaja, dan juga memahami bagaimana dinamika psikologis dari para subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah dua remaja yang memenuhi kriteria subjek penelitian yang telah ditentukan yaitu menghadapi perceraian orang tua dan diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis sehingga pengambilan data dilakukan secara intensif, mendalam, dan komprehensif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk memastikan keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dengan pengumpulan data, horisonalisasi, dan membuat unit makna untuk mendapatkan textural description. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh subjek penelitian mengembangkan hubungan yang buruk di luar rumah, kesulitan bergaul karena penyesuaian sosial yang terhambat. Perceraian orang tua juga memunculkan banyak kecemasan dan frustrasi pada diri remaja serta menurunkan prestasi akademik di sekolah. Selain itu, Perceraian yang terjadi pada orang tua juga membuat anak membangun perasaan telah disakiti, diabaikan, dan dikhianati oleh orang tua mereka. Namun demikian, tampak adanya perbedaan yang cukup mencolok mengenai perkembangan penyesuaian diri yang terjadi pada tiap subjek. Salah satu subjek memperlihatkan adanya penyesuaian diri yang lebih baik. Kondisi tersebut tampaknya dipengaruhi oleh kemampuannya menerapkan coping stress yang tepat yaitu berusaha menerima perceraian orang tua dan tidak memikirkan perceraian tersebut (emotional focused coping). Selain itu, kedua orang tua subjek tersebut juga tidak memperlihatkan konflik di hadapan anak mereka meskipun telah terjadi perceraian.

Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Perceraian Orang tua, Remaja

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Widyarini, N.M.M. Derita Anak Korban Perceraian (2007, 7 September). Kompas [on-line]. Diakses pada tanggal 29 Januari 2011 dari http://www.kompas.com/kesehatan/news/0503/18/110246.htm. Chusna, A., Kasus Perceraian di Kabupaten Kediri Naik Tajam. (2011, 12 Mei) AntaraJatim [on-line]. Diakses tanggal 18 April 2011 dari http://www.antarajatim.com/lihat/berita/62008/kasus-perceraian-dikabupaten-kediri-naik-tajam.htm Kartono. 1980. Mental Hygien.Bandung: Mandar Maju Sianturi, M.N., 2007. Konsep Diri Remaja yang Pernah Mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Skripsi.: Universitas Diponegoro. Hurlock, E. B. 1992. Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga Sarwono, S. W. 2002. Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta: PT. Balai Pustaka Walgito, B. 2002. Bimbingan dan Konsling Perkawinan. Yogyakarta: Andi Chaplin, J. P. 2005. Kamus Lengkap Psikologi. Penerjemah: Kartini Kartono. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Fatimah, E. 2006. Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta Didik). Bandung:CV. Pustaka Setia Newman, B. M. & Newman, P. R. 2009. Living The Process of Adjustment. New York: Pre-press PMG Monks, F.J dan Knoers, A.M.P. 2002. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada Universit Press. Hinshaw, S.P., 2008. Mental Healt Professionals Disclose Their Personal and Family Experiences of Mental Illnes. New York: Oxford University Press.Inc. Migwar, M. 2006. Psikologi Remaja: Petunjuk bagi Guru dan Orangtua. Bandung: Penerbit Pustaka Setia Granot, T. 2005.Without You Children and Young People Growing Up with Loss and Its Effect. Lomdon: Jessica Kingsley Publishe.. Berns. R. M. 2004. Child, Family,School, Community: Socialization and Support. 6th ed. Victoria: Thomson Wadswort Setyawan, I. Membangun Pemaafan pada Anak Korban Perceraian. Seminar. Dipresentasikan pada Konferensi Nasional I IPK – HIMPSI: Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007 Sears, D.O; Freedman, J. L. & Peplau, L. A. 1985. Psikologi Sosial Jilid 2. Alih Bahasa Michael Ardyanto. Jakarta: Gelora Aksara Pratama. Ahrons, C. 2004. We ‘re Still Family: What Grown Children Have to Say About Their Parent’s Divorce. New York: HarperCollins publishers Ltd. Luxmoore, N., 2008. Feeling Like Crap: Young People and the Meaning of Self Esteem. Philadelpiaca : Jessica Kingsley Publishers.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.