FENOMENA KESEHATAN PERKEMBANGAN SEKSUAL DAN PERAN ORANG TUA MILD RETARDATION DALAM PENDIDIKAN SEKS

  • Arbania Fitriani

Abstract

This Study aims to investigates what is the role of parents with mild retardation child in efforts to provide sex education. Researcher also want to see the health of sexual development as well as the problems that arise in connection with these aspects. The method used in this research is qualitative method. The technique used in collecting data is interview and observation techniques. Data collection tools in this study were interview guidelines, observation sheets, and tape recorders. The number of subjects is 4 people, 3 of them are mothers and 1 subject is significant others / aunts. From the results of the study, it was found that all subjects had implemented sex education within the guidances of the American Association of Pediatrics without them knowing it. The average subject applies democratic parenting and sometimes is over protected. All subject children experienced healthy and normal sexual development. In the sexual aspect, the support needed for children who are female is greater than men. The party most involved in providing sex education is the mother. The factor that makes the subject willing to apply sex education is fear if the child experiences something unpleasant in the aspect of his sexuality.

Keywords: Mentally Retarded, Mild Retardation, Sex Education, Parenting, Parents

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apa peran orang tua dengan anak retardasi ringan dalam upaya memberikan pendidikan seks. Peneliti juga ingin melihat kesehatan perkembangan seksual serta masalah yang muncul sehubungan dengan aspek-aspek ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik wawancara dan observasi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, lembar observasi, dan tape recorder. Jumlah subjek adalah 4 orang, 3 di antaranya adalah ibu dan 1 subjek signifikan lainnya / tante. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa semua subjek telah menerapkan pendidikan seks dalam bimbingan American Association of Pediatrics tanpa mereka sadari. Subjek rata-rata menerapkan pola asuh yang demokratis dan terkadang terlalu dilindungi. Semua anak-anak subjek mengalami perkembangan seksual yang sehat dan normal. Dalam aspek seksual, dukungan yang dibutuhkan untuk anak-anak yang perempuan lebih besar daripada laki-laki. Pihak yang paling terlibat dalam memberikan pendidikan seks adalah ibu. Faktor yang membuat subjek mau menerapkan pendidikan seks adalah ketakutan jika anak mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan dalam aspek seksualitasnya.

Kata Kunci: Keterbelakangan mental, Keterbelakangan Ringan, Pendidikan Seks, Pengasuhan Anak, Orang Tua.

Published
2020-06-01