EDITORIAL

Editorial .

Abstract


CIVICS ISSN 2527-9742
ii

JURNAL PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Volume 2, No 1, September 2017 EDITORIAL

Para pembaca yang budiman, kami dari redaksi CIVICS Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan bangga menghadirkan beberapa tulisan dari para penulis yang memperbincangkan seputar keilmuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan ilmu pendidikan. Tulisan-tulisan tersebut merupakan hasil dari penelitian mendalam yang ditujukan untuk mengungkapkan tujuan penelitian yang diteliti oleh penulis. Artikel pertama ditulis oleh Edy Sofyan dan Ernandia Pandikar yang meneliti tentang dampak kekerasan dalam rumah tangga terhadap karakter anak. Adapun hasil dari penelitian skor rata-rata penelitian sebagian besar menjawab “Ya”. Dengan perolehan rata-rata seluruhnya pada skor persentase tertinggi adalah 86,7% dan skor persentase terendah adalah 13,3%. Maka kesimpulan penelitian ini, kekerasan dalam rumah tangga berdampak terhadap karakter anak di sekolah MTs.Az-zahra Selacau di Desa Selacau Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat Artikel ilmiah kedua ditulis oleh Eneng Martini, Edi Kusnadi dan Andi Rahmat Tri Bagja yang meneliti tentang pengaruh pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anak di Desa Budiharja Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian pada umumnya menyimpulkan bahwa seluruh variable secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap implementasi pola asuh orang tua terhadap pembentukkan karakter anak. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, hasil perhitungan angket bahwa orang tua sangat tidak setuju melakukan kekerasan fisik 77,5% dan 47% menjawab tidak setuju bersikap keras kepada anak melainkan orang tua sudah memberikan kebebasan kepada anak. Orang tua selalu memupuk karakter anak untuk sesuai dengan 18 karakter bangsa, tetapi mereka lebih menekankan kepada anaknya untuk lebih religius mencontoh tingkah laku Nabi Muhamad Saw. Tulisan ketiga berasal dari penelitian oleh Erwin Susanto mengenai Implementasi model pembelajaran problem based learning dalam pembelajaran mata kuliah pendidikan kewarganegaraan untuk meningkatkan Intellectual skills mahasiswa. Hasil dari penelitian ini adalah secara signifikan, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan mampu meningkatkan intellectual skills mahasiswa Selanjutnya tulisan keempat berasal dari Yogi Nugraha yang membicarakan topik tentang Mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sebagai upaya memupuk rasa nasionalisme mahasiswa (studi kasus pada mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa nasionalisme yang terbentuk melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dapat terbentuk. Hal ini berdasarkan pernyataan yang diutarakan oleh para responden yang menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting untuk dipelajari di Perguruan Tinggi, hal ini didasarkan pada mulai
CIVICS ISSN 2527-9742
iii

lunturnya rasa nasionalisme haruslah segera diatasi dengan mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan juga dipelajari untuk kembali dibelajarkan kepada peserta didik nantinya oleh para calon guru Pendidikan Pacasila dan Kewarganegaraan. Meningkatnya rasa nasionalisme dalam mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bukti bahwasanya Pendidikan Kewarganegaraan begitu penting untuk dipelajari Tulisan kelima berasal dari saudara Nadya Putri Saylendra, yang mengangkat topik tentang peningkatan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran project citizen. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah Project Citizen menuntut dosen untuk melakukan perencanaan sebelum melakukan pembelajaran. Pelaksanaan model Project Citizen dalam pembelajaran PKn juga menuntut untuk membantu dan mengarahkan mahasiswa untuk menentukan sendiri suatu kasus/isu, menelaah masalah, membuat rumusan materi yang berkaitan dengan masalah, mencari informasi dari berbagai sumber, mempertanggungjawabkan hasil pengumpulan materi dan analisis tersebut dalam bentuk portofolio serta mempresentasikan hasil dengan kreativitas penyajian kelompok. Hasil belajar yang didapatkan melalui model pembelajaran ini adalah meningkatnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Faktor yang menjadi kendala dan yang paling dirasakan dalam berpikir kritis sangat bervariasi baik internal maupun eksternal seperti malas, kurangnya penguasaan materi, proses dan situasi pembelajaran di kelas, topik atau isu yang kurang menantang. Tulisan keenam berasal dari saudara Lusiana Rahmatiani yang memperbincangkan pembentukan karakter siswa melalui program lisa, libra, patujar di SMPN 1 Cilamaya Wetan. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Saran hasil penelitian yaitu pentingnya sosialisasi mengenai pendidikan karakter kepada peserta didik, guru dan masyarakat untuk menunjang keterwujudan program sekolah lisa libra patujar. Sekolah harus melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai partner dalam pembinaan dan pembiasaan karakter siswa. Selanjutnya, artikel ketujuh ditulis oleh Dinie Anggraeni Dewi yang memperbincangkan tentang membangun karakter kebangsaan generasi muda bangsa melalui integrasi pendidikan formal, informal dan nonformal. Merajalelanya korupsi menandai bahwa persoalan pendidikan karakter bangsa harus menjadi perhatian semua pihak, pemimpin bangsa, aparat penegak hukum, pendidik dan tokoh-tokoh agama, golongan dan lain sebagainya. Pembangunan karakter harus dibentuk. Latar belakang penulisan, dari keprihatinan penulis tentang persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam hal pendidikan karakter bangsa. Dari hasil analisis dan pembahasan, didapatkan kesimpulan bahwa pembangunan karakter bangsa jika ingin efektif dan utuh mesti menyertakan tiga institusi, yaitu keluarga (informal), sekolah (formal) dan masyarakat (nonformal) sehingga tercipta kesinambungan dan harmonisasi. Terakhir adalah artikel dari Fitri Silvia Sofyan, dengan topik hubungan mata kuliah jatidiri bangsa dengan peningkatan wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Penerapan Mata
CIVICS ISSN 2527-9742
iv

Kuliah Jatidiri Bangsa sebagai mata kuliah dasar umum Universitas Buana Perjuangan Karawang sudah dilaksanakan dengan sangat baik dan mampu memberikan kontribusi yang besar sebagaimana tujuan dari Mata Kuliah Jatidiri Bangsa itu sendiri. 2. Mahasiswa di lingkungan Program Studi PPKn UBP Karawang memiliki pemahaman wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme yang baik. 3. Penerapan Mata Kuliah Jatidiri Bangsa sebagai mata kuliah dasar umum memiliki hubungan yang kuat dan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme mahasiswa di lingkungan Program Studi PPKn UBP Karawang. Akhir kata, melalui artikel-artikel di atas semoga dapat menambah cakrawala pengetahuan mengenai Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada khususnya dan ilmu pendidikan pada umumnya. Sebagai suatu ide, tulisan yang dikemukakan penulis tentu saja tidak luput dari kekurangan. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk memperbaiki kajian-kajian tersebut di masa yang akan datang. Dari dewan redaksi, kami mengucapkan terima kasih kepada para penulis dan kepada para pembaca, selamat membaca. Terima kasih.

Redaksi



Budi Rismayadi



















Volume 2, Nomor 1, September 2017

Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.