MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA MEMUPUK RASA NASIONALISME MAHASISWA (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang)

Yogi Nugraha

Abstract


ABSTRACT This study aims to describe the implementation of civic education courses in an effort to foster a sense of nationalism student at the Buana Perjuangan Karawang University. This study used a qualitative approach with the method used is the case study. Research conducted at the Buana Perjuangan Karawang University, with an estimated study time for start of the date October 28, 2017 until August 28, 2018. The target population in this study were students who follow courses of civic education, and sampling using techniques purposive sampling. The results obtained show that nationalism formed through civic education in college can be formed. It is based on a statement cited by respondents stated that the Civic Education is very important to learn in college, it's based on the erosion of a sense of nationalism began to be immediately addressed by studying Civics. Civic education is also learned to go back to the students will be taught by the teacher candidates Pancasila and Civic Education. Increased sense of nationalism in studying Civics is proof that Civic Education is so important to learn. Keywords: Civic Education, Nationalism, Students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dalam upaya memupuk rasa nasionalisme mahasiswa di Universitas Buana Perjuangan Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan yaitu metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada Universitas Buana Perjuangan Karawang, dengan estimasi waktu penelitian selama mulai dari tanggal 28 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 28 Agustus 2018. Populasi target dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa nasionalisme yang terbentuk melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dapat terbentuk. Hal ini berdasarkan pernyataan yang diutarakan oleh para responden yang menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting untuk dipelajari di Perguruan Tinggi, hal ini didasarkan pada mulai lunturnya rasa nasionalisme haruslah segera diatasi dengan mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan juga dipelajari untuk kembali dibelajarkan kepada peserta didik nantinya oleh para calon guru Pendidikan Pacasila dan Kewarganegaraan. Meningkatnya rasa nasionalisme dalam mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bukti bahwasanya Pendidikan Kewarganegaraan begitu penting untuk dipelajari. Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Nasionalisme, Mahasiswa.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR RUJUKAN Aliyah, (2015). Aktualisasi Pemikiran Nasionalisme Dalam Pengembangan Indonesia Madani (Studi Fenomenologi Terhadap Perjuangan Moh. Natsir Dalam Pengembangan Nilai-nilai Kewarganegaraan). Disertasi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia. Asmara, D. (2013). Pengembangan Keterampilan Sosial Bagi Calon Guru (Studi Kasus Pada Program Praktik Kependidikan dan Khidmat Jamiyyah di Pesantren Muallimin Persatuan Islam 3 Pameungpeuk Kabupaten Bandung). Tesis, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia. Bekti, (2013) Pentingnya Rasa Nasionalisme. Diakses dari https://kentibekti.wordpress.co m/ppkn/pentingnya-rasanasionalisme/ [Diakses 20 Maret 2018]. Creswell, J. W. (1998). Qualitative inquiry and research design: choosing among five tradition. London: Sage Publication.

Keputusan Dirjen Dikti N0.43/DIKTI/KEP/2006. Miles, M. B dan Huberman, A. (1992). Qualitative Data Analysis. Alih bahasa Tjejep Rohendi Rohidi. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia. Moleong, Lexy J. (2007) Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya Offset. Senalice Mara (2013). Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mencegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Abepura Jayapura). Tesis, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia. Sukmadinata, S. N. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosdakarya. Sugiyono, (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suprayogo, I. (2001), Metodologi penelitian sosial. Rosdakarya, Bandung. Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.